Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pln
Pemadaman Listrik Bergilir Berlanjut, Cek Daftar Wilayah Terdampak di Pontianak dan Kubu Raya Hari Ini
Pemadaman Listrik Bergilir Berlanjut, Cek Daftar Wilayah Terdampak di Pontianak dan Kubu Raya Hari Ini
Saturday, 04/07/2026

KALBARONLINE.com – PT PLN kembali menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada Sabtu (4/7/2026). Kebijakan ini dilakukan menyusul gangguan teknis pada pembangkit yang memengaruhi pasokan daya pada sistem kelistrikan.

Dalam pemberitahuannya, PLN menjelaskan pengaturan operasi sistem dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung.

Durasi pemadaman diperkirakan berlangsung sekitar enam jam di setiap wilayah. Namun, jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.

Untuk wilayah kerja ULP Pontianak Kota, pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.30 WIB.

Wilayah yang terdampak meliputi Jalan RA Kartini, Jalan AR Hakim, Jalan Nurali, Jalan Jenderal Urip, Jalan Nusa Indah, Jalan Meranti, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Sutan Abdurrahman, Jalan KS Tubun, Jalan Merdeka, kawasan Pelabuhan, Jalan Swadaya, Jalan Tunas Harapan, Jalan Penjara, kawasan STMIK, hingga kawasan Universitas Tanjungpura (Untan) dan sekitarnya.

Sementara itu, di wilayah kerja ULP Sungai Kakap, pemadaman dibagi menjadi tiga sesi.

Sesi pertama berlangsung pukul 08.30–15.30 WIB, meliputi kawasan Sungai Berembang, Sungai Nyirih, Sungai Udang, Jeruju Besar, Jeruju Laut, Jeruju Kecil, Sungai Kupah, Kampung Nelayan, Tanjung Darat, Tanjung Laut, Sungai Itik, Jalan Raya Kakap, Pasar Kakap, Jalan Benteng Kakap, dan sekitarnya.

Selanjutnya, sesi kedua dijadwalkan pada pukul 15.30–21.30 WIB. Wilayah yang terdampak meliputi Jalan Raya Kakap Pal 5 hingga Pal 13, Pasar Parit Gado, Kalimas Tengah, Kalimas Hulu, Lapas Perempuan, Jalan Parit Penjara, Jalan Kakap Lama, Jalan Bujama, beserta sejumlah gang di sekitarnya.

Pada waktu yang sama, pemadaman juga dilakukan di kawasan Pasar Punggur, Jalan Parit Berkat, Parit Pati, Parit Jawi, Parit Timur, Sungai Lemak, Parit Sarim, Sepuk Laut, dan sekitarnya.

Adapun sesi terakhir berlangsung pukul 21.30–01.30 WIB yang mencakup Jalan Raya Sungai Belidak, Jalan Raya Kalimas, Pelita 1, Jalan Sungai Bemban, Pasar Punggur, Tugu Langsat, Sungai Belidak, Proyek Kasi, Tanjung Dungun, Sungai Betutu, Selat Kering, Parit Banjar, Sungai Pinang, Sungai Parang, Perumahan Golden Stone, Perumahan Jasmine, Parit Cina, Parit Derahman, Parit Leban, Sungai Nenas, Parit Tembakul, Parit Buluh, Parit Rintis, Serdam Ujung, Tanjung Saleh, dan wilayah sekitarnya.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir tersebut. Perusahaan juga memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan pasokan listrik dapat kembali normal. (Lid)

BPM Kalbar Ancam Demo PLN jika Pemadaman Listrik Bergilir Tak Segera Teratasi
BPM Kalbar Ancam Demo PLN jika Pemadaman Listrik Bergilir Tak Segera Teratasi
Saturday, 04/07/2026

KALBARONLINE.com – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) apabila pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak segera teratasi.

Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengatakan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kegiatan dunia usaha, hingga pelayanan publik ikut terganggu akibat gangguan pasokan listrik.

"Pemadaman listrik ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami berharap PLN segera menuntaskan permasalahan ini dan menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka kepada masyarakat," kata Gusti Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir, langkah-langkah yang sedang dilakukan PLN untuk memulihkan sistem, hingga estimasi waktu normalisasi pasokan listrik.

Karena itu, BPM Kalbar menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa apabila dalam waktu dekat kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat belum juga kembali normal.

Melalui aksi tersebut, BPM ingin meminta penjelasan langsung dari pihak PLN terkait penyebab gangguan, perkembangan proses pemulihan, serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami ingin ada kepastian dan keterbukaan dari PLN. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana upaya agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujar Gusti Eddy.

BPM Kalbar berharap PLN dapat segera menghentikan pemadaman listrik bergilir, memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh, serta meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat selama proses penanganan gangguan berlangsung. (Lid)

Gelar Aksi Demonstrasi, Hamas Indonesia Desak PT PLN Copot Pimpinan PT NPS dan Manager PLTU Ketapang
Gelar Aksi Demonstrasi, Hamas Indonesia Desak PT PLN Copot Pimpinan PT NPS dan Manager PLTU Ketapang
Friday, 30/01/2026

KALBARONLINE.com - Himpunan Aksi Mahasiswa Indonesia (Hamas Indonesia) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PT PLN Nusantara Power Services (NPS) serta Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk duka cita sekaligus protes keras atas kecelakaan kerja fatal yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam aksinya, Hamas Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di kawasan operasional PT PLN Nusantara Power Services (NPS).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang pekerja terjatuh dari cerobong pembuangan setinggi kurang lebih 50 meter. Dari insiden itu, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif.

Hamas Indonesia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan indikasi kuat adanya kelalaian serius, kegagalan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta buruknya tata kelola manajemen keselamatan kerja di lingkungan PT PLN Nusantara Power Services.

“Ini adalah bentuk kelalaian sistemik yang tidak bisa ditoleransi. Nyawa pekerja melayang akibat kegagalan penerapan K3,” tegas Rizky, Koordinator Aksi HAMAS Indonesia, dalam pernyataan tertulis yang dibacakan saat aksi berlangsung.

Lebih lanjut, Hamas Indonesia juga menyoroti sikap pimpinan PT PLN Nusantara Power Services dan manajemen PLTU Ketapang yang dinilai memilih bungkam serta tidak memberikan penjelasan terbuka kepada publik maupun keluarga korban.

Sikap tersebut dianggap mencerminkan ketidakbertanggungjawaban secara moral dan hukum atas hilangnya nyawa para pekerja.

Sebagai perusahaan induk, PT PLN (Persero) juga diminta tidak lepas tangan. Hamas Indonesia menegaskan bahwa kematian pekerja di anak usaha merupakan tanggung jawab struktural dan sistemik, bukan semata kesalahan individu di lapangan.

“Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan korporasi. Apalagi ini adalah BUMN yang seharusnya menjadi teladan dalam perlindungan tenaga kerja,” lanjut Rizky.

Atas kejadian tersebut, HAMAS Indonesia menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Mabes Polri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membentuk tim khusus independen guna melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan tuntas.

Selain itu, Hamas Indonesia menuntut pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Services serta Manajer PLTU Ketapang, termasuk penjeratan pidana terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban luka berat dan meninggal dunia.

Hamas Indonesia juga mendesak evaluasi total terhadap kinerja jajaran direksi PT PLN Nusantara Power Services dan manajemen PLTU Ketapang, serta menuntut pencopotan Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Services, Jakfar Sadiq, dan Manajer PLTU Ketapang, Zais Ariyono.

Tak hanya itu, massa aksi meminta penghentian sementara seluruh aktivitas operasional di area PLTU Ketapang hingga adanya kepastian hukum, hasil investigasi yang diumumkan secara terbuka kepada publik, serta sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Nyawa pekerja bukan angka statistik. Jika pelanggaran K3 terus dibiarkan, tragedi serupa akan terus berulang dan korban akan terus berjatuhan,” pungkas Rizky. (Adi LC)

Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Thursday, 08/01/2026


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat peran dalam percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang dengan memastikan kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik di seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor melalui penyediaan prasarana dasar yang layak.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang dikebut dalam waktu singkat. Ia menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat terdampak. Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya ditempati warga.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan sejak awal. Hingga 1 Januari 2026, progresnya menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat di lapangan, meski dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian yang layak,” jelas Rosan.

Ia menegaskan, pembangunan Huntara tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi merupakan bagian dari tahapan pemulihan jangka menengah menuju hunian permanen dan kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Huntara ini adalah jembatan menuju fase pemulihan yang lebih luas. Karena itu, kualitas bangunan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, serta dukungan layanan kesehatan. Ketersediaan listrik menjadi prioritas pemerintah melalui Danantara Indonesia agar hunian dapat langsung ditempati secara aman dan nyaman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang andal di seluruh unit.

“PLN siap menjalankan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara yang selesai dibangun kami pastikan sudah tersambung listrik, sehingga masyarakat bisa langsung menempatinya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di seluruh hunian. Jaringan listrik bahkan telah tersambung sepenuhnya dan dinyatakan cukup untuk melayani kebutuhan hunian serta fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Darmawan Prasodjo, turun langsung mengawal progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, keandalan listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.

“Kami memahami bahwa warga terdampak tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN menghadirkan listrik yang prima agar masyarakat bisa kembali beraktivitas, anak-anak belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menekankan bahwa keandalan sistem penyaluran dan pengaturan beban listrik menjadi kunci agar seluruh hunian dan fasilitas umum di kawasan Huntara beroperasi optimal sejak hari pertama.

“PLN memastikan sistem kelistrikan penopang Huntara berada dalam kondisi andal dan siap beroperasi penuh. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi kebutuhan dasar yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Riko.

Ia menambahkan, kesiapan listrik di Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud komitmen PLN dalam mendampingi masyarakat bangkit dari bencana secara berkelanjutan.

“Kami ingin sejak hari pertama hunian ditempati, warga tidak lagi dibebani persoalan listrik. Dengan pasokan yang andal, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manusiawi,” tegasnya. (Jau)

PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru 2026
PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru 2026
Wednesday, 31/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan pasokan listrik tetap andal selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026). Melalui program Siaga Nataru, PLN menyiapkan pengamanan sistem kelistrikan selama 24 jam penuh mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Manager PLN UP2B Kalbar, Ahmad Edy, menyampaikan bahwa seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari kesiapan personel, pengaturan beban, hingga pengamanan infrastruktur kelistrikan.

“PLN UP2B Kalbar berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masa Siaga Nataru 2026. Pengaturan beban dilakukan secara real time selama 24 jam untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, aman, dan stabil bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan, keandalan listrik menjadi prioritas utama mengingat periode Nataru merupakan momentum penting bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh sistem transmisi dan pengaturan beban di Kalimantan Barat saat ini berada dalam kondisi terkendali dengan pengawasan berlapis.

Riko menjelaskan, PLN juga memperkuat koordinasi lintas unit serta menyiapkan personel siaga di titik-titik strategis guna memastikan operasional berjalan optimal. Setiap potensi risiko telah dipetakan sejak dini sehingga langkah mitigasi bisa dilakukan cepat dan terukur.

“PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan berada dalam kondisi optimal dengan pengawasan intensif selama 24 jam. Personel kami siaga penuh agar masyarakat dapat beraktivitas, beribadah, dan merayakan Hari Raya serta pergantian tahun dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan PLN bukan hanya soal teknis, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjamin layanan kelistrikan yang andal dan berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil proyeksi sistem, beban puncak pada Hari Natal 25 Desember 2025 diperkirakan mencapai 596 MW. Sementara pada perayaan Tahun Baru 1 Januari 2026, beban puncak diperkirakan mencapai 579 MW. PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Selama periode siaga, PLN UP2B Kalbar akan melakukan pemantauan intensif melalui pusat pengatur beban, memperkuat koordinasi lintas unit, serta menyiapkan tim teknis yang siap merespons cepat apabila terjadi gangguan.

Langkah siaga ini menjadi komitmen PLN dalam memberikan layanan listrik terbaik bagi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya suasana perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan khidmat di Kalimantan Barat. (Jau)

PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers
PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers
Tuesday, 30/12/2025


KALBARONLINE.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda) PWI Kalimantan Tengah di Hotel Alltrue Palangkaraya. Dalam agenda tersebut, PWI Kalteng memberikan apresiasi Peduli Pers kepada sejumlah mitra, termasuk PLN UPT Palangkaraya, serta menganugerahkan Anggota Kehormatan Pers PWI kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Kalteng Berkah, dan Mars PWI, dilanjutkan doa bersama, sambutan Ketua PWI Kalteng, sambutan Ketua Umum PWI Pusat, penyerahan penghargaan Peduli Pers, pemberian anugerah kehormatan kepada Gubernur, hingga sambutan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sekaligus membuka Konferda secara resmi.

Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Zainal, menyampaikan bahwa sepanjang 2024–2025, PWI Kalteng terus memperkuat profesionalisme wartawan melalui empat kali Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dua di antaranya terlaksana berkat dukungan PLN UPT Palangkaraya. Hingga kini, 387 wartawan di Kalteng telah dinyatakan kompeten dan tersertifikasi. Ia menegaskan, PWI bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang belajar, menjaga marwah profesi, dan memastikan wartawan tetap konsisten pada kode etik jurnalistik.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan PWI memiliki DNA perjuangan bangsa dan terus hadir menjaga nilai kebangsaan serta marwah pers. Ia juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini, terutama degradasi profesionalisme akibat maraknya wartawan yang tidak kompeten. Menurutnya, wartawan punya tugas mulia meluruskan yang salah melalui karya jurnalistik yang beretika dan kredibel.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi atas peran PWI dalam menjaga kualitas pers di daerah serta menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan insan pers.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PWI atas penghargaan ini. Semoga sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga dalam menyajikan informasi yang sehat, berimbang, dan membangun untuk masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, PLN UPT Palangkaraya menerima penghargaan Peduli Pers atas dukungannya terhadap pelaksanaan UKW. Manager PLN UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen PLN dalam mendukung penguatan kapasitas wartawan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan itu, General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa dukungan PLN terhadap peningkatan kompetensi wartawan bukan sekadar kemitraan, tetapi komitmen nyata memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan penyampai informasi kredibel bagi masyarakat. Menurutnya, pers yang profesional akan berdampak langsung pada kualitas informasi publik, termasuk informasi kelistrikan.

“Bagi kami, insan pers adalah mitra strategis. PLN tidak hanya bertugas menjaga keandalan listrik, tetapi juga memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dukungan terhadap UKW ini adalah wujud komitmen kami untuk memperkuat kompetensi wartawan sehingga kepercayaan publik dapat terus terjaga,” tegas Riko.

Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat sinergi dengan PWI dan insan pers sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami ingin terus berjalan bersama insan pers. Dengan kompetensi yang kuat, pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan, membentuk opini positif, dan mengedukasi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat PLN dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran pengurus PWI Kalteng, serta perwakilan PWI dari 13 kabupaten/kota. (Jau)

Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Kembali Normal, PLN Fokus Salurkan Hingga ke Masyarakat
Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Kembali Normal, PLN Fokus Salurkan Hingga ke Masyarakat
Wednesday, 24/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Seluruh 20 Gardu Induk (GI) kini kembali beroperasi normal sehingga sistem kelistrikan utama Aceh dipastikan stabil.

Pemulihan sistem ini ditopang berfungsinya kembali seluruh pembangkit dan jalur transmisi. Salah satu tonggak penting pemulihan adalah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang memastikan suplai listrik ke seluruh GI kembali optimal.

Dengan sistem utama pulih dan GI sudah normal, PLN kini memfokuskan percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik ke pelanggan, termasuk di wilayah yang memiliki akses sulit dan tantangan geografis.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penormalan dilakukan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Sesuai instruksi Presiden dan arahan Menteri ESDM, kami terus mempercepat pemulihan kelistrikan Aceh dengan dukungan berbagai pihak. Alhamdulillah, seluruh gardu induk sudah normal, pembangkit dan transmisi kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar listrik ke masyarakat stabil,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, PLN lebih dulu menormalkan PLTU Nagan Raya yang disokong cadangan sistem memadai. Transmisi Nagan–Sigli juga dipastikan kembali berfungsi sebagai bagian penting sistem kelistrikan Aceh.

PLN juga berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang sempat terdampak banjir dan longsor dan merupakan tulang punggung interkoneksi Sumatra–Aceh.

Dengan sistem utama yang telah aman, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi.

“Kami memastikan proses distribusi dilakukan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan nyaman,” tegas Darmawan.

PLN juga memastikan terus mendampingi masyarakat hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik normal.

“Bagi pelanggan yang belum menyala, kami pastikan instalasi aman sebelum listrik disalurkan kembali,” tambahnya.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyebut keberhasilan pemulihan kelistrikan Aceh merupakan hasil kerja kolaboratif lintas unit PLN. Menurutnya, kesiapan transmisi dan gardu induk menjadi kunci utama stabilitas pasokan listrik.

“Pemulihan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan dedikasi insan PLN dalam menjaga sistem ketenagalistrikan nasional. Dari sisi transmisi dan GI, seluruh peralatan dipastikan aman dan normal sebagai fondasi distribusi ke pelanggan,” ujar Riko.

PLN UIP3B Kalimantan juga memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi teknis agar proses penormalan sesuai standar keselamatan dan keandalan.

“PLN akan terus hadir bersama masyarakat, memastikan listrik tidak hanya kembali menyala, tetapi juga andal agar aktivitas ekonomi dan sosial bisa pulih,” tutupnya. (Jau)

Bahasan Minta PLN Gercep Tangani Persoalan Listrik Pemicu Kebakaran di Pontianak
Bahasan Minta PLN Gercep Tangani Persoalan Listrik Pemicu Kebakaran di Pontianak
Monday, 22/12/2025


KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, meminta PT PLN bergerak cepat menangani setiap persoalan kelistrikan yang berpotensi memicu kebakaran. Hal ini disampaikannya usai meninjau sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Jalan Teuku Umar, Gang Sa’man, Sabtu (20/12/2025).

Bahasan menekankan pentingnya pengecekan sambungan dan instalasi listrik secara rutin, terutama di gang-gang sempit yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Karena PLN ini institusi vertikal, kami berharap PLN rutin meng-cross check aliran atau sambungan listrik di gang-gang yang rawan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak siap bergerak cepat apabila ada laporan warga terkait kabel atau instalasi listrik yang membahayakan keselamatan.

“Kalau ada warga melalui RT melapor kepada kami terkait kabel yang membahayakan, insyaallah kami langsung berkoordinasi dengan PLN untuk ditindaklanjuti,” jelas Bahasan.

Menurutnya, kepekaan dan respons cepat PLN menjadi hal penting, terutama ketika terjadi kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

“Kami mohon PLN bergerak cepat menangani persoalan kelistrikan yang membahayakan, apalagi saat terjadi kebakaran. PLN harus peka terhadap informasi darurat,” tegasnya.

Bahasan juga memastikan bahwa setiap terjadi musibah, baik kebakaran maupun bencana lainnya, Pemerintah Kota Pontianak akan selalu hadir langsung memastikan kondisi warga dan situasi lapangan.

“Setiap ada musibah kebakaran atau bencana lainnya, kami akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan penanganannya,” pungkasnya. (Lid)

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Monday, 22/12/2025


KALBARONLINE.com – Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah pada Jumat (19/12/2025). Kehadiran mereka memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, masjid, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya aman dan siap kembali digunakan pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, yang meninjau Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, menegaskan bahwa pemulihan pasokan listrik dilakukan bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah aman. Tidak bisa langsung dihidupkan begitu saja karena masih banyak titik genangan air,” ujarnya.

Dony juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim PLN yang terus siaga di lapangan meski menghadapi medan dan situasi yang tidak mudah.

Peninjauan tersebut turut dirangkai dengan penyerahan bantuan melalui program BUMN Peduli. PLN menyalurkan logistik berupa 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, hingga perlengkapan ibadah bagi masyarakat terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN mengerahkan personel teknis hingga jajaran direksi untuk memastikan pemulihan berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Kami pastikan pasokan listrik dipulihkan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari proses pemulihan, PLN melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pengecekan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar.

Di Aceh Tamiang, kegiatan difokuskan di Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia yang dipimpin langsung Komisaris Independen PLN Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Human Capital Management PLN Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri.

Sementara di Langsa, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto serta Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo memastikan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk kembali dialiri listrik.

Di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan EBT PLN Suroso Isnandar bersama Direktur Manajemen Risiko PLN Adi Lumakso memimpin peninjauan di Masjid Baitul Quddus Mendale dan SDN 9 Kebayakan.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan bahwa pemulihan listrik tidak hanya fokus pada percepatan, tetapi juga pada standar keselamatan.

“Keselamatan masyarakat dan petugas adalah prioritas utama. Setiap proses energize dilakukan setelah pengecekan menyeluruh,” ujarnya.

Riko juga mengapresiasi soliditas seluruh insan PLN dari berbagai unit yang bergerak cepat membantu masyarakat Aceh bangkit.

“Semangat gotong royong PLN menjadi kekuatan utama dalam percepatan pemulihan ini. Kami berharap kehadiran PLN memberi rasa aman dan membantu masyarakat kembali pulih,” tutupnya. (Jau)

Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT PLN (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut secara resmi dilepas melalui Apel Pelepasan Relawan BUMN Peduli pada Jumat (19/12) di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak di Aceh.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi kepada ribuan karyawan BUMN yang turun langsung sebagai relawan. Ia menegaskan, kehadiran BUMN di tengah situasi darurat merupakan bentuk tanggung jawab moral karena BUMN adalah milik rakyat.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban,” tegas Dony.

Di bawah koordinasi Danantara, bantuan yang disalurkan mencakup 109 armada truk berisi berbagai kebutuhan dasar tanggap darurat. Selain itu, sebanyak 1.066 relawan turut diterjunkan untuk mempercepat pemulihan, khususnya di wilayah Aceh.

Dony juga menekankan bahwa aksi kemanusiaan ini benar-benar dilakukan secara nyata di lapangan, bukan sekadar simbolis. Ia mengapresiasi relawan yang bekerja berdampingan dengan masyarakat, sekaligus perusahaan BUMN yang tetap memastikan layanan dasar berjalan, termasuk PLN.

“Untuk teman-teman di PLN, saya melihat langsung bagaimana mereka berjibaku tanpa henti. Prioritas kita hari ini adalah bagaimana menyediakan solusi listrik bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini, PLN menyalurkan berbagai bantuan berupa 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, hingga perlengkapan ibadah. Selain itu, PLN juga terus memastikan penanganan kelistrikan berjalan paralel dengan proses pemulihan sosial masyarakat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keterlibatan PLN tidak hanya sebatas pemulihan listrik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Selain mengupayakan penormalan listrik secepatnya, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, dapur umum, air bersih, serta dukungan lainnya agar masyarakat Aceh dapat segera bangkit,” ujarnya.

Sejak bencana terjadi, PLN telah menyalurkan bantuan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan bayi, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga water purifier, perahu karet, dan pembukaan 24 titik dapur umum.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menambahkan bahwa keterlibatan PLN dalam aksi kemanusiaan ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan keandalan kelistrikan sekaligus mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.

“Dalam kondisi bencana, listrik menjadi kebutuhan vital yang mendukung berbagai aktivitas pemulihan. Karena itu PLN hadir tidak hanya dengan tenaga teknis, tetapi juga dengan bantuan kemanusiaan,” ujar Riko.

Kolaborasi lintas BUMN yang dikomandoi Danantara ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Aceh dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak. (Red)