Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
politeknik agraria stpn
Seleksi Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Masuki Tahap Wawancara
Seleksi Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Masuki Tahap Wawancara
Friday, 17/07/2026

KALBARONLINE.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Politeknik Agraria STPN melanjutkan proses Seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Tahun Akademik 2026/2027. Setelah dinyatakan lulus ujian computer based test (CBT) yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026, para calon taruna dan taruni kini menjalani tahapan lanjutan untuk memperebutkan kursi pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Saat ini, seleksi telah memasuki tahap wawancara. Pada tahapan tersebut, peserta diuji kemampuan komunikasi, aspek kepribadian, motivasi, serta kesiapan mengikuti pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Sebelum mengikuti wawancara, para peserta telah menjalani tes kesamaptaan, tes kesehatan, dan tes psikologi pada 13–15 Juli 2026.

Salah satu peserta, Dimas Badrikawi Starautomo (19), asal Kota Malang, Jawa Timur, yang memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang, mengaku bersyukur bisa lolos hingga tahap wawancara.

"Saya merasa bersyukur sudah bisa melalui tahapan tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi selama tiga hari kemarin, dan ternyata saya bisa sampai ke tahapan wawancara ini," ujarnya.

Menjelang wawancara, Dimas mengaku tetap percaya diri meski masih merasakan sedikit gugup. Ia berharap dapat lolos dan diterima sebagai Taruna Politeknik Agraria STPN.

Semangat serupa juga ditunjukkan Aurelia Nidya Prasetyo (19), calon taruni asal Pati, Jawa Tengah, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga karena menguji kemampuan yang berbeda, mulai dari aspek fisik, kesehatan, hingga kesiapan mental.

"Awalnya tentu saya merasa deg-degan saat akan mengikuti wawancara. Namun, setelah berada di ruang wawancara, saya mulai merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik," tuturnya.

Seiring berakhirnya rangkaian seleksi lanjutan, proses penerimaan calon taruna dan taruni kini memasuki tahap akhir. Politeknik Agraria STPN memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif guna menjaring peserta yang memenuhi kualifikasi.

Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum Politeknik Agraria STPN, Widhiana Hestining Puri, berharap proses seleksi dapat menghasilkan calon taruna dan taruni terbaik yang memiliki minat, kompetensi, serta komitmen untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

"Kami akan menjaring 350 calon taruna/i yang terdiri dari tugas belajar, jalur umum dan juga kerja sama pemerintah daerah yang nantinya akan diumumkan pada 22 Juli 2026," kata Widhiana Hestining Puri.

Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya diwajibkan melakukan daftar ulang secara daring sebelum masuk asrama pada 21 Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026 dan memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026. (*)

Calon Taruna Politeknik Agraria STPN Tunjukkan Semangat Mengabdi Lewat Bidang Pertanahan
Calon Taruna Politeknik Agraria STPN Tunjukkan Semangat Mengabdi Lewat Bidang Pertanahan
Friday, 03/07/2026

KALBARONLINE.COM – Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 tak hanya menjadi ajang mencari calon sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang, tetapi juga menjadi wadah lahirnya semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa.

Politeknik Agraria STPN yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun ini diikuti sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) karena ingin berkontribusi dalam pengembangan tata ruang Indonesia.

"Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik," ujar Aditya.

Untuk mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai materi ujian, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi seleksi.

Meski sempat merasa tegang usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya. Menurutnya, peserta hanya dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.

Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).

Baginya, bidang pertanahan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga menjadi alasan utama memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

"Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam," katanya.

Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari dan mengerjakan berbagai latihan soal.

Meski menghadapi sejumlah soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, ia menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri.

"Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri," pungkasnya.

Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. (*)

Politeknik Agraria STPN Siapkan Taruna Terbaik untuk Perkuat Layanan Pertanahan dan Tata Ruang
Politeknik Agraria STPN Siapkan Taruna Terbaik untuk Perkuat Layanan Pertanahan dan Tata Ruang
Thursday, 02/07/2026

KALBARONLINE.COM – Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kembali menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Para calon taruna dan taruni yang lolos nantinya dipersiapkan menjadi sumber daya manusia profesional di bidang pertanahan dan tata ruang guna mendukung pembangunan nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, berharap seluruh peserta yang terpilih merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kompetensi sekaligus integritas tinggi.

"Kita harus optimis siapa pun yang akan menjadi calon taruna Politeknik Agraria STPN adalah benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang memiliki attitude, knowledge, dan integritas dalam memperbaiki serta mempercepat penyelesaian berbagai program layanan pertanahan dan tata ruang," ujarnya saat ditemui di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (02/07/2026).

Seleksi tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampus Politeknik Agraria STPN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor. Seleksi di Yogyakarta berlangsung pada 1–4 Juli 2026, sedangkan di Cikeas dilaksanakan pada 2 Juli 2026.

Menurut Agustyarsyah, penambahan lokasi seleksi dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun sekaligus mengatasi keterbatasan kapasitas pelaksanaan di Kampus STPN Yogyakarta.

"Jumlah pendaftar Politeknik Agraria STPN setiap tahun semakin bertambah. Ketika peserta yang lolos administrasi semakin banyak, kapasitas di Yogyakarta tentu semakin terbatas. Oleh karena itu, kami memanfaatkan fasilitas BPSDM di Cikeas agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik," jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan seleksi di dua lokasi juga bertujuan menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas pelaksanaan ujian berbasis Computer Based Test (CBT).

Ke depan, Kementerian ATR/BPN berencana memperluas lokasi pelaksanaan seleksi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, perluasan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan mekanisme pengawasan.

"Ke depan kami berharap dapat membentuk beberapa zona pelaksanaan seleksi di berbagai wilayah Indonesia. Namun, saat ini kami memprioritaskan pelaksanaan yang profesional dan mudah diawasi sehingga kualitas seleksi tetap terjaga," pungkas Agustyarsyah.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.114 peserta mengikuti seleksi CBT, terdiri dari 1.405 peserta di Kampus Politeknik Agraria STPN Yogyakarta dan 709 peserta di BPSDM Cikeas. Materi ujian meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Potensi Umum (TPU), serta materi bidang keagrariaan.

Hasil seleksi CBT dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara pada 13–15 Juli 2026.

Selanjutnya, pengumuman kelulusan akhir akan disampaikan pada 22 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan melakukan daftar ulang secara daring, masuk asrama pada 21 Agustus 2026, mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026, serta memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026. (*)