Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pulau penebang
Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Monday, 17/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemandangan penuh semangat tampak di penjuru Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Kibaran Bendera Merah Putih, sorak-sorai penonton di pinggir lapangan, hingga gelak tawa anak-anak yang menikmati permainan menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian perayaan yang berlangsung pada 4 hingga 24 Agustus 2026 dipusatkan di Dusun Jaya. Berbagai perlombaan rakyat digelar meriah sepanjang bulan kemerdekaan, mulai dari pertandingan bola voli putra dan putri, permainan kartu remi dan gaplek, adu strategi di papan catur, aksi penuh perjuangan di tiang panjat pinang, hingga aneka lomba khusus anak-anak.

Bagi warga setempat, semarak Agustusan ini jauh melampaui sekadar urusan menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpul, bersenda gurau, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Suasana kebersamaan tersebut kian bermakna berkat sinergi antara Karang Taruna Desa Pelapis, Pemerintah Desa, dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang turut memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan perlombaan dan hiburan masyarakat.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyampaikan bahwa momen kemerdekaan menjadi saat yang tepat untuk mempererat ikatan emosional antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk diperingati, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. KIPP hadir di Desa Pelapis bukan sekadar menjalankan operasional, melainkan sebagai tetangga dan bagian dari keluarga besar masyarakat di sini. Semoga kebersamaan dalam kegembiraan antara perusahaan dan masyarakat dapat selalu terjaga dengan baik," ujar Sugeng.

Denyut Nadi Kemerdekaan di Desa Pelapis, Merayakan Kebersamaan dan Kepedulian Bersama KIPP
Pertandingan bola voli menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Pelapis bersama KIPP (Foto: KIPP For KALBARONLINE.com)​

Besarnya antusiasme warga juga dirasakan langsung oleh Abdurrahman, salah satu warga Desa Pelapis yang turut ambil bagian dan sukses menorehkan prestasi di arena lomba.

"Saya dapat juara di lomba voli dan lomba tarik tambang. Perlombaannya cukup seru. Semoga tahun depan lombanya lebih beragam," ucap Abdurrahman.

Tidak hanya menikmati keseruan perlombaan, Abdurrahman juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran KIPP yang senantiasa peduli terhadap kesejahteraan warga sehari-hari, khususnya para nelayan kecil.

"Alhamdulillah, ada kebaikan dari perusahaan. Setiap bulan warga dibantu sembako dan BBM. Bantuan ini sangat penting, terutama saat musim angin kencang ketika nelayan kecil seperti saya susah berlaut," tambahnya.

Semangat perayaan HUT ke-81 RI ini juga dirasakan masyarakat di luar Desa Pelapis. KIPP turut menyebarkan semangat kebersamaan dengan mendukung perayaan kemerdekaan di Desa Padang, Desa Betok, dan Kecamatan Pulau Karimata.

Jangkauan sinergi ini juga meliputi wilayah Pulau Maya, yakni Desa Tanjung Satai, Satai Lestari, Kamboja, Dusun Besar, Dusun Kecil, hingga Pemerintah Kecamatan Pulau Maya.

Bagi KIPP, semarak kemerdekaan merupakan wujud komitmen untuk terus merajut silaturahmi, memperkuat komunikasi, dan menjaga keharmonisan hubungan jangka panjang dengan seluruh masyarakat di sekitar wilayah kegiatan. (*)

KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
Saturday, 30/05/2026

KALBARONLINE.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal terus diwujudkan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui Program Pelita Penebang. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membuka peluang pengembangan keterampilan dan jenjang karier bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, program yang diinisiasi divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan divisi Human Resources KIPP itu menyasar tenaga kerja non-skill, khususnya yang telah terlibat dalam kegiatan operasional kawasan industri.

Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, menyebut Program Pelita Penebang hadir sebagai upaya perusahaan dalam mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing dan memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri modern.

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.

Kawasan Industri Pulau Penebang yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, saat ini berkembang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bawah pengelolaan PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit yang terintegrasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane pada angkatan pertama.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, program ini juga membangun pemahaman peserta terkait budaya keselamatan kerja yang menjadi standar utama di lingkungan industri.

“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan dengan pendampingan mentor berpengalaman. Mereka juga menjalani pembinaan fisik guna mendukung kesiapan kerja di area operasional industri.

KIPP menilai pengembangan tenaga kerja lokal menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri di masa mendatang.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.

Bagi peserta, program tersebut memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Suheriduansyah (19), peserta asal Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan tambahan yang dapat menunjang masa depannya.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan karena dinilai membantu peserta lebih cepat memahami materi yang diberikan.

“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), menilai Program Pelita Penebang membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dengan prospek yang lebih baik dan stabil.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.

Ia berharap pengalaman dan sertifikasi yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal penting untuk terus berkembang di dunia industri.

Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara. (*)