Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
putussibau
Tim Gabungan Pantau Sejumlah SPBU di Putussibau, Distribusi BBM Diawasi
Tim Gabungan Pantau Sejumlah SPBU di Putussibau, Distribusi BBM Diawasi
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Tim gabungan TNI, Polri dan instansi terkait melaksanakan pemantauan serta pengawasan di sejumlah SPBU di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan aman dan tepat sasaran.

Personel Kodim 1206/Putussibau turut terlibat dalam kegiatan penertiban BBM sebagai bagian dari upaya bersama mengantisipasi potensi penyalahgunaan maupun penyelewengan distribusi yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat.

Di lapangan, personel melaksanakan pemantauan dan pengawasan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Kehadiran aparat diharapkan dapat menciptakan situasi yang tertib sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memperoleh BBM.

Penertiban tersebut juga menjadi bagian dari komitmen aparat mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas distribusi energi. Hal ini dinilai penting, terutama di Kapuas Hulu yang memiliki wilayah geografis cukup luas sehingga kelancaran pasokan BBM dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel TNI bersama unsur terkait terus membangun koordinasi untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, penanganan dilakukan sesuai aturan dan kewenangan masing-masing.

Kehadiran personel Kodim 1206/Putussibau sekaligus menjadi bentuk sinergitas TNI bersama Polri, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Melalui pengawasan terpadu dan berkelanjutan, distribusi BBM di Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan semakin tertib, aman dan tepat sasaran sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM secara adil tanpa praktik yang merugikan kepentingan umum. (Haq)

Layang-Layang di Putussibau Kembali Makan Korban, Anak Terluka di Leher
Layang-Layang di Putussibau Kembali Makan Korban, Anak Terluka di Leher
Friday, 02/10/2026

KALBARONLINE.com – Permainan layang-layang di Putussibau kembali memakan korban. Seorang anak yang sedang bermain di Taman Waterfront Putussibau mengalami insiden setelah lehernya tergores benang gelasan layang-layang pada Kamis (1/10/2026).

Insiden tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun, kejadian ini kembali menjadi perhatian karena penggunaan benang atau tali layang-layang yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu Bahtiar melalui Kepala Bidang Penegakan dan Operasi Satpol PP Kabupaten Kapuas Hulu Yeddi Surahman mengatakan, imbauan larangan bermain layang-layang disampaikan sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami mengingatkan agar masyarakat, khususnya anak-anak dan para orang tua maupun siapa pun, tidak bermain layang-layang di lokasi yang dapat membahayakan keselamatan, terutama di sekitar jaringan listrik, jalan raya, fasilitas umum maupun kawasan yang berpotensi menimbulkan gangguan dan kecelakaan,” ungkapnya saat ditemui KALBARONLINE.com, Jumat (2/10/2026).

Menurut Yeddi, penggunaan tali kawat, gelasan maupun bahan lain yang dapat membahayakan juga sangat berisiko bagi diri sendiri dan orang lain.

Selain dapat menyebabkan luka, layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik juga berpotensi mengganggu atau memadamkan aliran listrik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk bersama-sama mematuhi ketentuan yang berlaku dan mengutamakan keselamatan. Jangan sampai kesenangan bermain layang-layang justru menimbulkan korban atau kerugian bagi masyarakat lainnya,” katanya.

Yeddi menegaskan, Satpol PP Kabupaten Kapuas Hulu akan terus melakukan edukasi, imbauan serta pengawasan di lapangan.

“Satpol PP Kabupaten Kapuas Hulu akan terus melakukan edukasi, imbauan, serta pengawasan di lapangan. Kami berharap peran serta Pemerintah Kecamatan, kelurahan, desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, orang tua dan masyarakat dapat membantu mencegah aktivitas bermain layang-layang yang berisiko dan menjaga Kabupaten Kapuas Hulu tetap aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya. (Haq)

Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Sunday, 04/01/2026


KALBARONLINE.com – Rencana pembukaan rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, hingga kini belum dapat dioperasionalkan. Perum Damri masih menunggu persetujuan resmi dari Pemerintah Malaysia untuk merealisasikan layanan lintas negara tersebut.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan bahwa dari sisi Pemerintah Indonesia, rencana operasional rute Putussibau–Kuching telah mendapatkan persetujuan. Namun, perizinan dari pihak Malaysia masih dalam proses.

“Rute antarnegara Putussibau–Kuching via perbatasan Badau dan Lubuk Antu memang masih menunggu persetujuan dari pihak Malaysia. Jika sudah disetujui, insya Allah rute baru LBN Putussibau–Kuching akan segera beroperasi,” jelas Bukhari.

Untuk tahap awal operasional, Damri akan menerapkan skema yang sama seperti rute LBN Singkawang–Kuching, yakni sistem back to back atau transit bus. Perjalanan dari Putussibau menuju PLBN Badau akan dilayani oleh Damri, sementara rute dari Badau menuju Kuching akan dilayani oleh bus milik Malaysia Sarawak.

Menurut Bukhari, pembukaan rute ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di Pulau Kalimantan, khususnya di wilayah perbatasan. Keberadaan angkutan lintas negara dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, serta interaksi sosial dan budaya masyarakat perbatasan.

“Dengan konektivitas yang kuat, terutama antarwilayah perbatasan, aktivitas ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya bisa lebih hidup. Harapannya, pergerakan ekonomi juga semakin lancar,” ujarnya.

Dari sisi potensi pasar, Damri mengaku telah melakukan survei dan melihat peluang yang cukup besar jika rute tersebut segera dioperasionalkan. Karena itu, Damri berharap persetujuan dari Pemerintah Malaysia dapat segera diterbitkan agar layanan transportasi publik lintas negara di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dapat terwujud.

“Mudah-mudahan persetujuan dari pemerintah Malaysia bisa segera diberikan, sehingga angkutan transportasi publik di kawasan perbatasan bisa segera tersedia,” pungkas Bukhari. (Lid)