Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
ritual adat menjangkap buah
Bupati Ketapang Hadiri Ritual Menjangkap Buah, Tegaskan Budaya dan Pembangunan Harus Berjalan Seiring
Bupati Ketapang Hadiri Ritual Menjangkap Buah, Tegaskan Budaya dan Pembangunan Harus Berjalan Seiring
Monday, 06/07/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri Ritual Adat Menjangkap Buah di Dusun Setipayan, Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, Sabtu (4/7/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah pedalaman.

Ritual Menjangkap Buah merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Jelai Sekayoq yang digelar setiap musim buah tiba. Tradisi ini menjadi momen berkumpulnya warga, para perantau, sanak saudara, dan keluarga besar di tembawang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas hasil alam.

Prosesi adat berlangsung khidmat diiringi alunan musik tradisional Senggayong. Bagi masyarakat setempat, Menjangkap Buah bukan sekadar penanda musim panen, tetapi juga mengandung nilai kesabaran, penghormatan terhadap alam, serta komitmen menjaga tembawang sebagai warisan leluhur dan penyangga kelestarian lingkungan.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan, Ritual Menjangkap Buah merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Ketapang yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Tradisi Menjangkap Buah ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, rasa syukur, penghormatan terhadap alam, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Ini harus kita jaga bersama," kata Alexander.

Ia mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah pada 2023, dirinya telah mendorong agar tradisi Menjangkap Buah dapat diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Menurutnya, budaya lokal harus menjadi identitas sekaligus kekuatan daerah dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan.

"Saya sejak menjadi Sekda pada 2023 terus mendorong agar tradisi Menjangkap Buah ini bisa diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Budaya lokal harus menjadi identitas sekaligus kekuatan kita dalam membangun Ketapang yang maju, mandiri, dan tetap berakar pada nilai-nilai adat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui tim Dinas Kesehatan. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pengobatan, hingga pembagian vitamin bagi masyarakat Desa Penyarang dan desa-desa sekitar.

Selain mengikuti rangkaian ritual adat, Alexander memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan para perantau guna menyerap berbagai aspirasi, terutama terkait peningkatan infrastruktur jalan menuju Desa Penyarang.

Ia menegaskan, konektivitas wilayah pedalaman tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah daerah.

"Kami memahami harapan masyarakat terkait akses jalan dan konektivitas wilayah. Pembangunan infrastruktur menuju Desa Penyarang dan kawasan Jelai Hulu akan terus menjadi perhatian, karena akses yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas warga, dan membuka peluang wisata budaya di daerah ini," tegasnya.

Alexander menambahkan, pembangunan di Kabupaten Ketapang tidak boleh mengesampingkan akar budaya masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian adat, peningkatan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui momentum Ritual Menjangkap Buah, ia berharap semangat menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, dan membangun desa terus tumbuh sehingga budaya lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (Adi LC)