Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
rumah roboh
Rumah Roboh di Tepian Kapuas, Hasan Sempat Tinggal di Motor Air Kini Dapat Tempat Tinggal
Rumah Roboh di Tepian Kapuas, Hasan Sempat Tinggal di Motor Air Kini Dapat Tempat Tinggal
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com – Hasan Karmana (60) akhirnya bisa bernapas lega setelah sempat tinggal di motor air miliknya akibat rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada 11 Agustus 2026.

Warga kawasan Bansir Laut, Kota Pontianak, itu kini bersama istri dan anaknya mendapat tempat tinggal sementara di rumah milik Mustafa yang berada di Gang Kuantan.

Sebelumnya, Hasan terpaksa menjadikan motor air sebagai tempat berteduh sekaligus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Motor air tersebut biasa digunakannya untuk membawa orang memancing.

“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis (27/8/2026).

Saat rumahnya roboh, Hasan masih berada di dalam rumah bersama istrinya, Aisyah Putri (24), dan anak mereka, Raisya Haja (6).

Bangunan tersebut ambruk secara tiba-tiba hingga Hasan ikut tertimpa bagian dinding. Dalam kondisi panik, ia berusaha menyelamatkan anaknya.

“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.

Peristiwa tersebut tidak hanya membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan sebagian barang mereka tercebur dan terkena air. Setelah kejadian itu, Hasan dan keluarganya harus bertahan sementara di motor air miliknya.

Pemerintah Kota Pontianak kemudian turun memberikan bantuan melalui Dinas Sosial bersama BPBD dan perangkat terkait.

Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, bantuan yang diberikan antara lain sandang, makanan siap saji selama tujuh hari serta sejumlah kebutuhan lainnya.

“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Pemkot Pontianak juga sempat menawarkan Hasan untuk menempati rumah susun (rusun). Namun, tawaran tersebut belum diterimanya saat itu.

“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” kata Akif.

Situasi kemudian mendapat jalan keluar setelah Mustafa menawarkan rumah miliknya di kawasan Gang Kuantan untuk ditempati Hasan bersama keluarganya.

Tawaran tersebut diterima Hasan. Dengan begitu, ia tidak lagi harus menjadikan motor air sebagai tempat tinggal sementara.

“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.

Menurut Akif, tempat tinggal baru tersebut juga memungkinkan Hasan tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pencari nafkah. Motor air yang selama ini digunakan untuk membawa orang memancing dapat dibawa ke sekitar lokasi rumah.

“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan membangun kembali rumah Hasan yang roboh, Pemkot Pontianak masih menghadapi kendala administrasi dan kepemilikan lahan.

Akif menjelaskan, rumah tersebut berdiri di atas tanah milik orang lain. Pemilik lahan juga diketahui telah meninggal dunia sehingga pembangunan kembali tidak dapat dilakukan begitu saja.

“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.

Meski pembangunan kembali rumah belum dapat dilakukan, Pemkot Pontianak tetap berupaya mencari solusi agar Hasan dan keluarganya tidak terlantar.

Untuk sementara, bantuan darurat telah diberikan dan kebutuhan tempat tinggal dapat teratasi setelah adanya kepedulian dari warga yang bersedia memberikan tempat tinggal.

“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya. (*)

Rumah Roboh di Pontianak Barat, Pemkot Janji Segera Perbaiki Hunian Ani
Rumah Roboh di Pontianak Barat, Pemkot Janji Segera Perbaiki Hunian Ani
Tuesday, 07/07/2026

KALBARONLINE.com – Musibah menimpa Ani (57), warga Gang Alpokat Indah Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, perempuan yang tinggal seorang diri itu selamat tanpa mengalami cedera.

Dengan mata berkaca-kaca, Ani menceritakan detik-detik rumahnya ambruk. Saat itu, ia baru selesai memasak dan sedang beristirahat sambil mendengarkan radio.

"Saya habis masak, lalu duduk sambil mendengarkan radio. Tiba-tiba terdengar bunyi seperti kayu berderak. Awalnya saya kira anak-anak sedang bermain layang-layang. Tetapi bunyinya semakin keras dan bangunan turun (ambruk). Saat itu posisi saya masih dalam keadaan duduk di lantai,” ceritanya usai menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Selasa (7/7/2026).

Ani mengaku sempat terpaku karena terkejut melihat rumahnya mulai roboh. Meski demikian, ia bersyukur dapat menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.

"Alhamdulillah saya selamat. Saya tinggal sendirian di rumah," katanya.

Perempuan yang telah menempati rumah tersebut sejak 2020 itu mengaku sehari-hari bekerja serabutan dengan membantu warga berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pascakejadian, Pemerintah Kota Pontianak telah menyalurkan bantuan dan memastikan rumah Ani akan segera diperbaiki.

Atas perhatian tersebut, Ani menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak. Ia berharap rumahnya bisa kembali berdiri meski dengan ukuran sederhana.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota. Mudah-mudahan selalu diberi kemudahan. Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati," lirihnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran perangkat daerah untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan optimal.

Bahasan menjelaskan, peninjauan dilakukan bersama camat, lurah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah juga telah menawarkan tempat tinggal sementara di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, Ani memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi.

Menurut Bahasan, proses penanganan akan dipercepat mengingat kondisi rumah sudah tidak layak dihuni. Selain itu, Pemkot Pontianak juga akan meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah yang berada di kawasan rawan, khususnya di bantaran sungai.

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan rumah yang kondisinya sudah lapuk, miring, atau mengalami kerusakan pada fondasi. Laporan dapat disampaikan kepada ketua RT, lurah, maupun Dinas Perkim agar segera ditindaklanjuti.

"Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti," katanya.

Bahasan menilai peristiwa rumah roboh seperti ini perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak diantisipasi sejak dini. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban.

Ia juga meminta para lurah mendata rumah-rumah di kawasan bantaran sungai yang kondisinya sudah miring atau berpotensi roboh sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Pontianak. (*)