Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
selvi ananda
Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat
Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat
Wednesday, 13/05/2026

KALBARONLINE.com – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Siti Jubaidah (65). Pengrajin caping asal Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara itu sumringah saat rumahnya dikunjungi Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Di tengah aktivitasnya merangkai daun mengkuang, tali, dan rotan menjadi caping khas Pontianak, Jubaidah sejenak menghentikan pekerjaannya demi menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum hangat.

Selvi datang bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih atau Solidaritas Perempuan untuk Indonesia. Dalam kunjungan itu, Selvi turut didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Erlina Ria Norsan dan Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa. Selain memberikan perhatian kepada para pengrajin lokal, rombongan juga membawa bantuan dan dukungan moral agar para pelaku UMKM serta pengrajin tradisional tetap semangat berkarya dan terus berinovasi.

Jubaidah mengaku sudah menjadi pengrajin caping sejak masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat tepian Sungai Kapuas.

“Awalnya, mengambil upah dengan ikut orang, dan terus sampai sekarang,” ceritanya.

Namun kini, jumlah pengrajin caping di kawasan tersebut semakin sedikit. Dari yang dulunya cukup banyak, saat ini hanya tersisa belasan rumah yang masih aktif memproduksi caping secara rutin.

Dalam sehari, Jubaidah bersama suaminya paling banyak hanya mampu membuat lima caping. Faktor usia membuat gerakan tangan dan penglihatannya tak lagi secepat dulu. Meski begitu, caping tetap menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.

Biasanya, caping hasil produksi dijual ke pengepul di Pasar Kapuas Besar. Untuk caping polos dihargai sekitar Rp10 ribu per buah, sedangkan caping berwarna dijual sekitar Rp15 ribu.

Jubaidah biasanya menjual caping setelah terkumpul beberapa kodi. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi sekitar dua kodi atau 20 buah caping.

Untuk satu kodi caping, ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp35 ribu hanya untuk membeli daun mengkuang. Belum termasuk biaya rotan, tali rafia, dan kebutuhan lainnya.

Karena itu, bantuan dan perhatian dari Selvi Ananda disambut penuh syukur. Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak yang terus mempromosikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi budaya dan UMKM di Kota Pontianak.

Selain mengunjungi rumah Jubaidah, Selvi bersama rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pelaku UMKM, pengrajin turunan caping, hingga masyarakat di Rumah Budaya Kampung Caping.

Tak hanya itu, rombongan turut meninjau pelatihan Kurator Penggiat UMKM serta pelatihan Pengembangan Talenta Industri Kreatif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar yang digelar Dekranasda Pontianak bersama sejumlah mitra.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengungkapkan, Selvi menitipkan pesan khusus kepada para pengrajin dan pelaku UMKM Kalbar agar terus menjaga semangat berkarya.

“Pesan beliau, terus semangat, terus melakukan inovasi, dan kami dari Dekranasda Kota juga terus memberikan bimbingan untuk memajukan UMKM Kota Pontianak,” ujar Yanieta.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk terus berkembang di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha saat ini.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Pontianak.

Ia menilai, kehadiran rombongan Seruni Kabinet Merah Putih yang terdiri dari para pendamping menteri memiliki arti penting karena dapat membuka peluang perhatian lebih luas terhadap potensi daerah.

“Yang hadir ini kan ibu-ibu menteri, pasti dia akan cerita kepada suami-suaminya para menteri, dan tentu ada hal-hal yang dianggapnya bisa membantu dan bermanfaat untuk Kota Pontianak,” tutupnya. (*)

Selvi Gibran Lirik Pengerajin Akar Keladi Air Saat Kunjungi Dekranasda Kalbar
Selvi Gibran Lirik Pengerajin Akar Keladi Air Saat Kunjungi Dekranasda Kalbar
Tuesday, 12/05/2026

​KALBARONLINE.com - Produk anyaman berbahan akar keladi air khas Kalimantan Barat mencuri perhatian Ketua Umum Selvi Ananda saat mengunjungi Dekranasda Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (12/05/2026).

​Dalam kunjungan tersebut, Selvi tampak antusias mencoba langsung proses menganyam dengan bimbingan Intan Liana, perajin binaan Dekranasda Kalbar yang telah menekuni kerajinan tersebut sejak 1989.

​Sambil menganyam, Selvi sempat menanyakan bahan yang digunakan. Awalnya, ia mengira bahan tersebut merupakan rotan.

​“Beliau sempat bertanya ini bahannya apa. Saya jelaskan bahwa ini bukan rotan, melainkan akar keladi air. Bentuknya memang mirip rotan, tetapi lebih lembut dan mudah dibentuk,” ujar Intan.

​Intan menjelaskan akar keladi air merupakan bahan alami khas Kalimantan Barat yang tumbuh di kawasan rawa-rawa sepanjang Sungai Kapuas. Bahan ini kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

​“Dari akar keladi air ini bisa dibuat vas bunga, hantaran sirih pinang, tempat telur, goodie bag, hingga berbagai suvenir,” katanya.

​Intan mengatakan, produk anyaman buatannya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Salah satunya melalui program kurasi yang membawanya mengikuti pameran di Jerman.

​“Dari lima produk yang diajukan, tiga lolos seleksi dan dipamerkan di sana,” ungkapnya.

​Selain aktif sebagai perajin, Intan juga menjadi pengajar dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) untuk mengenalkan seni anyaman kepada siswa sekolah dasar.

​Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat maupun Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam promosi dan pemasaran produk.

​“Pemerintah sangat mendukung. Dekranasda selalu membantu memperkenalkan kerajinan akar keladi air kepada masyarakat luas,” tuturnya. (Lid)​

Selvi Ananda Borong Produk Wastra Kalbar, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas
Selvi Ananda Borong Produk Wastra Kalbar, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas
Tuesday, 12/05/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Ananda bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih mengunjungi Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (12/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum promosi produk UMKM dan kerajinan lokal Kalbar agar semakin dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam agenda itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan turut mendampingi Selvi Ananda dan rombongan melihat langsung berbagai hasil karya perajin binaan Dekranasda Kalbar.

Beragam produk wastra khas Kalimantan Barat dipamerkan dalam kunjungan tersebut. Mulai dari kain tenun hingga tas khas daerah berhasil menarik perhatian rombongan Seruni Kabinet Merah Putih.

Tak hanya melihat-lihat, Selvi bersama rombongan juga membeli sejumlah produk kerajinan lokal yang dipamerkan.

Erlina mengaku bersyukur atas kunjungan Ketua Umum Dekranas ke Kalimantan Barat. Menurutnya, perhatian terhadap produk lokal menjadi dorongan besar bagi perkembangan UMKM daerah.

“Alhamdulillah, Ibu Selvi Ananda bersama Seruni Kabinet Merah Putih telah berkunjung ke Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga beliau selalu sehat dan sukses,” ujar Erlina.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberi dampak positif terhadap kemajuan Dekranasda dan UMKM Kalbar ke depan.

“Harapan kami, kunjungan ini bisa mendorong Dekranasda dan UMKM Kalimantan Barat semakin maju, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Yang terpenting adalah mendorong pengerajin dan kerajinan lokal semakin dikenal,” harapnya.

Usai meninjau produk UMKM, Selvi turut menyerahkan bantuan kepada binaan Dekranasda Kalbar. Bantuan tersebut terdiri dari lima unit mesin jahit, 30 unit kompor, 30 unit mixer, dan 20 paket sembako.

Bantuan itu merupakan dukungan dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui Dekranasda sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Lid)