Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
sman 1 pontianak
Hari Pertama SPMB, Pendaftar Jalur Domisili SMAN 1 Pontianak Tembus 297 Orang, Kuota Hanya 145 Kursi
Hari Pertama SPMB, Pendaftar Jalur Domisili SMAN 1 Pontianak Tembus 297 Orang, Kuota Hanya 145 Kursi
Wednesday, 01/07/2026

KALBARONLINE.com – Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 jenjang SMA Negeri di Kalimantan Barat terlihat tinggi. Memasuki hari pertama pendaftaran Jalur Domisili, Selasa (30/6/2026), jumlah pendaftar di SMAN 1 Pontianak sudah jauh melampaui kuota yang tersedia.

Hingga pukul 11.45 WIB, sebanyak 297 calon peserta didik tercatat telah mendaftar melalui Jalur Domisili SMAN 1 Pontianak, sementara kuota yang disediakan hanya sekitar 145 kursi.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengatakan sekolah juga membuka posko layanan pengaduan untuk membantu calon peserta didik maupun orang tua yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.

"Untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 kami telah melaksanakan pendaftaran jalur mutasi orang tua, afirmasi, dan disabilitas. Hari ini merupakan hari pertama pembukaan Jalur Domisili yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026," kata Indang.

Ia menjelaskan, sejumlah petugas disiagakan di meja pelayanan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari konsultasi hingga membantu mengatasi persoalan teknis selama proses pendaftaran.

"Animo masyarakat luar biasa. Sampai siang ini pukul 11.45 WIB sudah ada 297 siswa yang terdaftar di sistem untuk Jalur Domisili," ujarnya.

Indang mengungkapkan, daya tampung SMAN 1 Pontianak pada Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 432 siswa yang terbagi ke dalam 12 rombongan belajar.

Dari jumlah tersebut, enam kursi dialokasikan untuk Program ADEM 3T dan empat kursi bagi anak guru. Dengan demikian, kuota yang diperebutkan melalui jalur reguler berjumlah 422 siswa.

Sesuai ketentuan SPMB 2026/2027, kuota penerimaan dibagi menjadi 30 persen Jalur Afirmasi, 5 persen Jalur Mutasi Orang Tua, 35 persen Jalur Domisili, dan 30 persen Jalur Prestasi.

"Untuk Jalur Domisili, kuotanya sebesar 35 persen atau sekitar 145 siswa," jelasnya.

Indang juga mengungkapkan kuota Jalur Afirmasi di SMAN 1 Pontianak belum terpenuhi. Dari total alokasi yang tersedia, baru 91 siswa yang mendaftar sehingga masih tersisa sekitar 35 kursi.

Sesuai mekanisme SPMB, sisa kuota tersebut nantinya akan otomatis dialihkan ke Jalur Prestasi.

"Kalau kuota Jalur Afirmasi tidak terpenuhi, sistem otomatis mengalihkan sisa kuota ke Jalur Prestasi. Hal yang sama juga berlaku apabila nantinya kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi," katanya.

Sementara itu, salah seorang orang tua calon peserta didik, Martina, mengaku mendatangi posko layanan karena mengalami kendala saat mengakses akun SPMB milik putrinya, Aprilia.

Ia mengatakan anaknya memilih SMAN 1 Pontianak sebagai pilihan pertama, kemudian SMAN 7 Pontianak dan SMAN 10 Pontianak sebagai pilihan berikutnya.

"Kendalanya akun anak saya belum aktif karena ada salah ketik saat membuat akun. Sekarang sedang dibantu petugas untuk memperbaikinya. Selain itu tidak ada kendala," ujar Martina.

Pendaftaran Jalur Domisili SPMB 2026/2027 berlangsung hingga 2 Juli 2026. Selanjutnya akan memasuki masa sanggah pada 3–6 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 7 Juli, serta daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos pada 8–9 Juli. (Lid)

Ocha dan Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa ke China, Masih Pertimbangkan Tawaran
Ocha dan Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa ke China, Masih Pertimbangkan Tawaran
Friday, 26/06/2026

KALBARONLINE.com – Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang sempat menjadi sorotan usai tampil pada final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke China. Kesempatan tersebut juga diberikan kepada seluruh anggota Tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Pontianak.

Program beasiswa itu diserahkan dalam rangkaian penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026).

Selain kesempatan menempuh pendidikan di China, program tersebut juga menawarkan peluang bekerja melalui jaringan industri yang bekerja sama dengan kampus tersebut.

Meski demikian, Ocha mengaku belum memutuskan apakah akan menerima tawaran beasiswa tersebut. Ia mengatakan, pihak penyelenggara masih memberikan waktu kepada seluruh penerima beasiswa untuk berdiskusi dan mempertimbangkan pilihan bersama keluarga.

"Kami mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur sekali atas dukungan yang diberikan kepada kami, terutama Pak Rifki selaku Ketua Komisi II DPR RI dan inisiator beasiswa ini, sehingga dapat menghantarkan kami mendapatkan peluang besar untuk pendidikan kami," kata Ocha.

Ia menegaskan keputusan terkait beasiswa akan dipikirkan secara matang.

"Untuk pengambilan beasiswa ini akan kami putuskan nanti. Kami diberikan waktu untuk memilih sesuai jalan kami masing-masing. Jadi jawabannya nanti," ujarnya.

Menurut Ocha, kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh terhadap keputusan apa pun yang nantinya akan diambil.

"Orang tua kami sangat mendukung sekali, apa pun keputusan kami," ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota Tim LCC lainnya, Almira Khairunnisa. Ia mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak sekaligus penggagas program beasiswa tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Bang Rifki yang juga alumni SMANSA. Beasiswa ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin. Namun, pilihan itu tetap dikembalikan kepada kami, sehingga nanti akan kami koordinasikan lagi sebelum mengambil keputusan," kata Almira.

Menurut Almira, salah satu alasan beasiswa tersebut menarik karena Yangzhou Polytechnic Institute memiliki kerja sama dengan berbagai perusahaan di China maupun Indonesia sehingga membuka peluang karier setelah lulus.

"Kami tertarik dengan beasiswa ini karena Yangzhou memiliki kerja sama dengan berbagai industri di China bahkan Indonesia. Jurusan yang ada di kampus itu juga sesuai dengan hobi dan minat saya. Itu yang akan kami pertimbangkan bersama orang tua sebelum mengambil keputusan," tuturnya. (Lid)

SMAN 1 Pontianak Jadi Sekolah Induk PJJ, Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan di Daerah 3T
SMAN 1 Pontianak Jadi Sekolah Induk PJJ, Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan di Daerah 3T
Friday, 26/06/2026

KALBARONLINE.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di Kalimantan Barat, SMAN 1 Pontianak resmi ditunjuk sebagai sekolah induk PJJ untuk melayani peserta didik yang berada di wilayah dengan akses pendidikan terbatas akibat kondisi geografis.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah saat ini menjalankan lima strategi untuk memastikan seluruh anak Indonesia tetap memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu, termasuk mereka yang tinggal di daerah sulit dijangkau.

Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti usai kunjungan kerjanya ke Kalimantan Barat sekaligus meresmikan program PJJ di SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026).

"Komitmen kami adalah pendidikan bermutu untuk semua, menjangkau yang tidak terjangkau," katanya.

Abdul Mu'ti menjelaskan, lima strategi tersebut meliputi pembangunan sekolah satu atap, penyelenggaraan sekolah terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pendidikan kesetaraan yang sebelumnya dikenal sebagai Kejar Paket, serta pendidikan berbasis komunitas melalui kursus dan program yang diselenggarakan masyarakat.

Menurutnya, tantangan terbesar di Kalimantan Barat adalah kondisi geografis yang menyebabkan sebagian wilayah masih sulit dijangkau layanan pendidikan secara langsung.

Karena itu, Kemendikdasmen memperkuat pelaksanaan PJJ dengan menunjuk SMAN 1 Pontianak sebagai sekolah induk yang membina peserta didik di berbagai daerah terpencil di Kalimantan Barat.

"SMAN 1 ini menjadi induk dari PJJ di Kalimantan Barat untuk mereka yang memang secara geografis sulit dijangkau," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar dilakukan secara daring dengan dukungan jaringan internet. Pemerintah juga menyediakan perangkat internet satelit Starlink untuk membantu sekolah-sekolah di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet memadai.

Selain penyediaan infrastruktur, Kemendikdasmen turut memberikan pelatihan kepada para guru serta menyiapkan kurikulum khusus agar pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh berjalan lebih efektif.

"Kami fasilitasi sekolahnya, kami latih gurunya, dan juga kami berikan kurikulumnya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi agar semua anak Indonesia memperoleh kesempatan pendidikan," tutup Abdul Mu'ti. (Lid)

Pemprov Kalbar Teken MoU Beasiswa ke China, 10 Siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Kuliah Gratis
Pemprov Kalbar Teken MoU Beasiswa ke China, 10 Siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Kuliah Gratis
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) program beasiswa pendidikan ke China bagi 10 siswa Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Kalbar, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Semen Conch Indonesia.

Penandatanganan MoU sekaligus penyerahan simbolis beasiswa berlangsung di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026). Program tersebut tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan bekerja setelah para penerima menyelesaikan studi.

MoU ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Kepala Yangzhou Polytechnic Institute, Ni Yong Hong, serta Direktur PT Semen Conch Indonesia, Wang Hai Wing.

Kegiatan itu turut disaksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda selaku penggagas program beasiswa, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Indahmawan Alkadri, serta jajaran guru dan siswa.

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam terwujudnya program tersebut. Menurutnya, beasiswa ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional.

"Melalui MoU antara Yangzhou Polytechnic Institute, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan PT Semen Conch Indonesia, terbuka jalan baru bagi putra-putri Kalbar untuk memperoleh akses pendidikan bertaraf internasional dengan dukungan dunia usaha dan mitra global," kata Norsan.

Ia menilai kerja sama tersebut bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi pendidikan yang mempererat hubungan Indonesia dan China.

Norsan juga memberikan apresiasi kepada Rifqinizamy Karsayuda, alumni SMAN 1 Pontianak yang menjadi inisiator lahirnya program beasiswa tersebut.

"Kami berharap semakin banyak alumni yang mengikuti jejak Pak Rifqi dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan," ujarnya.

Kepada para penerima beasiswa, Norsan berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan pengalaman sebelum kembali membangun Kalimantan Barat.

Adapun 10 siswa penerima beasiswa tersebut adalah Josepha Alexander, Almira, Khasandra, Ahmad, Louisa, Ansella, Khansa, Rajiq, Naurah, dan Zerlinda.

Program beasiswa ini bermula dari polemik LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang sempat menjadi perhatian publik. Saat itu, Tim Grup C SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan dewan juri terkait penilaian salah satu jawaban pada babak final.

Dalam momen tersebut, Josepha Alexander atau Ocha menyampaikan keberatan secara santun kepada dewan juri. Sikapnya kemudian mendapat apresiasi luas, termasuk dari Rifqinizamy Karsayuda yang saat itu berjanji memberikan beasiswa kepada para siswa.

Polemik tersebut kini telah berakhir setelah SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar tingkat nasional 2026. Sementara itu, SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan dan menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperoleh penjelasan atas proses penilaian, bukan membatalkan hasil kompetisi.

SMAN 1 Pontianak juga menyatakan menolak opsi pertandingan ulang dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. (Lid)

Tak Hanya Ocha, Seluruh Tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
Tak Hanya Ocha, Seluruh Tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, merealisasikan janjinya untuk memberikan beasiswa kuliah ke China kepada Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang sempat menjadi sorotan publik saat mengikuti Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Namun, beasiswa tersebut tidak hanya diberikan kepada Ocha. Seluruh anggota Tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Pontianak juga mendapat kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan di Tiongkok.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan program beasiswa yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Rifqinizamy mengungkapkan bahwa awalnya beasiswa tersebut diberikan secara spontan kepada Ocha setelah momen yang viral di media sosial saat Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar.

"Terjadi dinamika pada saat final Lomba Cerdas Cermat MPR RI tingkat Provinsi Kalbar. Saat itu, karena dorongan media sosial yang sangat viral, saya secara spontan menawarkan beasiswa kepada salah satu peserta untuk belajar ke negeri China," ujarnya.

Namun setelah dipertimbangkan kembali, ia menilai kesempatan tersebut akan lebih adil jika diberikan kepada seluruh anggota tim.

"Belakangan saya pikir-pikir, kalau cuma satu orang tidak adil. Tidak mungkin mereka bisa sampai ke lomba itu tanpa kerja keras secara kolektif. Karena itu, ketika saya ke China, saya melakukan negosiasi dengan pemerintah China dan hari ini kita memberikan 10 beasiswa kepada anak-anak," katanya.

Rifqinizamy menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok yang setiap tahun menyediakan sekitar 1.000 kuota beasiswa. Kalimantan Barat juga akan memperoleh alokasi tersendiri di luar kuota khusus yang diberikan kepada 10 siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak.

"Ini adalah realisasi dari komitmen kami sebelumnya untuk memberikan beasiswa kepada adik-adik SMA Negeri 1 Pontianak, terutama yang kemarin menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat dua skema beasiswa yang ditawarkan. Pertama, beasiswa pendidikan penuh yang mencakup biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh pendidikan di China. Kedua, beasiswa ikatan kerja yang memberikan kesempatan kepada penerima untuk bekerja di perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia setelah lulus.

"Ada 10 orang yang akan mendapatkan beasiswa yang terdiri dari dua skema. Pertama beasiswa studi penuh, termasuk biaya hidup selama sekolah di China. Kedua, mereka juga diberikan beasiswa ikatan kerja oleh perusahaan-perusahaan China yang ada di Indonesia," jelasnya.

Menurut Rifqinizamy, program tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama pendidikan yang lebih luas antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan mitra internasional.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat dan menjadi pembuka bagi kerja sama yang lebih baik. Kami tentu akan berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Kemendikdasmen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," katanya.

Tak berhenti di SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy juga berencana memperluas program beasiswa bagi siswa berprestasi dari sekolah lain di Kalimantan Barat mulai tahun ajaran 2027.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk memberikan beasiswa kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat. Insya Allah akan mulai kita launching bersama pada tahun ajaran 2027," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan para siswa masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Keputusan akhir akan ditentukan sekitar enam bulan sebelum kelulusan setelah seluruh informasi mengenai program studi dan persyaratan disampaikan.

"Karena tidak ada beasiswa yang bebas dari syarat. Jika mereka berkenan dengan syarat-syarat tersebut, kita lanjutkan. Kalau tidak, tidak ada paksaan. Kuota yang tidak diambil nantinya akan diberikan kepada siswa berprestasi lainnya di Kalimantan Barat," tutupnya. (Lid)

Sempat Dihujat Netizen, SMAN 1 Sambas Tetap Maju Wakili Kalbar di LCC MPR RI Nasional
Sempat Dihujat Netizen, SMAN 1 Sambas Tetap Maju Wakili Kalbar di LCC MPR RI Nasional
Tuesday, 19/05/2026

KALBARONLINE.com – SMAN 1 Sambas memastikan tetap maju sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) tingkat nasional.

Keputusan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Sambas, Syafarudin, saat bertemu Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, dan Sekjen MPR RI, Siti Fauziah, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Selasa (19/5/2026).

Syafarudin mengungkapkan, pihak sekolah sempat mengalami keraguan usai polemik final LCC antara SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, banyak komentar negatif yang menyerang siswa maupun guru.

“Kita itu ada perasaan senang dan sedih. Setelah membawa pulang piala, banyak komentar di internet yang meminta kami mengembalikan piala. Akun pribadi murid dan guru juga banyak mendapat hujatan, itu yang membuat ragu untuk maju,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan dari media sosial sempat memengaruhi kondisi psikologis para siswa peserta LCC. Mereka bahkan memilih menghindari komentar-komentar di internet untuk sementara waktu.

“Kami sempat vakum selama empat hari,” katanya.

Meski begitu, setelah melakukan komunikasi dengan pihak MPR RI dan Dinas Pendidikan Kalbar, pihak sekolah kembali membangun semangat para siswa untuk tetap melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.

“Sebelum berangkat ke Pontianak ini saya tanyakan lagi kepada anak-anak apakah yakin untuk maju, dan anak-anak yakin,” ungkapnya.

Syafarudin menegaskan, keputusan tetap maju juga dilandasi keinginan menjaga nama baik Kalimantan Barat di tingkat nasional. Terlebih, SMAN 1 Pontianak sebelumnya telah menolak opsi pertandingan ulang dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar.

“Kalau kami tidak maju sementara SMAN 1 Pontianak juga sudah menolak maju dan mendukung kami, lalu bagaimana dengan Kalbar? Itu yang kami pikirkan,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi para siswa saat ini mulai membaik dan kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional yang akan digelar di Jakarta.

“Alhamdulillah anak-anak masih tegar, sudah mulai semangat lagi, dan orang tua mereka juga tetap mendukung,” tuturnya. (Lid)

Berani Protes Keputusan Juri LCC 4 Pilar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke China
Berani Protes Keputusan Juri LCC 4 Pilar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke China
Tuesday, 12/05/2026

KALBARONLINE.com – Keberanian siswi SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra dalam menyuarakan protes terhadap keputusan juri pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat akhirnya mendapat perhatian luas.

Tak tanggung-tanggung, Josepha mendapat tawaran beasiswa kuliah S1 gratis ke China lengkap dengan peluang ikatan kerja setelah lulus kuliah.

Tawaran tersebut disampaikan langsung Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda melalui panggilan video pada Selasa (12/5/2026) siang.

“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tau orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan diberikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China,” ujar Rifqi dalam sambungan video tersebut.

Nama Josepha sebelumnya menjadi sorotan publik usai videonya mempertanyakan keputusan juri dalam Final LCC Empat Pilar MPR RI viral di media sosial.

Dalam video itu, Josepha dinilai berani menyampaikan keberatan terhadap penilaian juri yang dianggap tidak adil. Sikapnya tersebut kemudian menuai simpati luas dari masyarakat, termasuk tokoh publik dan pejabat nasional.

Selain mendapatkan tawaran beasiswa ke China, Josepha juga mendapat undangan khusus dari pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk berangkat ke Jakarta.

Dalam perjalanan tersebut, Josepha didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indah. Turut mendampingi pula Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Rio serta guru pembimbing, Heni. (Lid)