Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
smkn 1 mempawah hilir
Pemprov Kalbar Periksa Dua Oknum Guru SMKN 1 Mempawah Hilir yang Dikaitkan Video Viral
Pemprov Kalbar Periksa Dua Oknum Guru SMKN 1 Mempawah Hilir yang Dikaitkan Video Viral
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan memeriksa dua oknum guru SMK Negeri 1 Mempawah Hilir yang dikaitkan dengan video viral di media sosial dan diduga melakukan pelanggaran disiplin.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan proses pemeriksaan akan diawali dengan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.

“Nanti akan dipanggil dulu oleh Tim Dikbud, BKD, dan Inspektorat Provinsi. Pasti akan ada hukuman disiplin yang dijatuhkan bila dari hasil pemeriksaan terbukti ada pelanggaran disiplin PNS,” kata Harisson, Rabu (5/8/2026) sore.

Harisson menegaskan, seluruh proses penanganan akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan fakta serta mengungkap ada atau tidaknya dugaan pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelumnya, ratusan pelajar SMK Negeri 1 Mempawah Hilir menggelar aksi penyampaian aspirasi menyusul beredarnya video di media sosial yang dikaitkan dengan dua oknum guru di sekolah tersebut.

Dalam aksi yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 09.20 WIB di halaman SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Jalan A. Djelani, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, sekitar 700 pelajar didampingi Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah.

Para pelajar meminta agar dua guru yang disebut dalam video viral tersebut, yakni guru Pendidikan Agama Islam berinisial U dan guru Pendidikan Pancasila berinisial S, tidak lagi menjalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Meski demikian, para pelajar tetap menyampaikan apresiasi atas pengabdian kedua guru tersebut selama mendidik di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir. Namun, mereka berharap persoalan yang tengah menjadi perhatian publik segera ditindaklanjuti sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Selain itu, para pelajar meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat untuk mencari solusi terkait keberlangsungan pembelajaran mata pelajaran yang diampu kedua guru tersebut.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Bambang Sujarwo, mengimbau seluruh pelajar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas sekolah.

Ia meminta seluruh pihak menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada pihak yang berwenang, yakni sekolah, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. (*)

Viral Dugaan Perselingkuhan Oknum Guru, Ratusan Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Gelar Aksi Tuntut Penonaktifan
Viral Dugaan Perselingkuhan Oknum Guru, Ratusan Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Gelar Aksi Tuntut Penonaktifan
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Video viral yang diduga memperlihatkan dua oknum guru SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, memicu aksi ratusan siswa. Sekitar 700 siswa menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8/2026) pagi, menuntut agar kedua oknum guru tersebut dinonaktifkan dari aktivitas belajar mengajar.

Aksi yang dipimpin Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian. Dalam aksi itu, para siswa menyuarakan tuntutan agar kedua oknum guru berinisial US dan SNR tidak lagi mengajar selama persoalan tersebut diproses.

Tuntutan itu muncul setelah video yang diduga memperlihatkan kedua oknum guru berada di salah satu hotel di Sungai Pinyuh beredar luas di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan publik.

Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, meminta para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Ia menegaskan persoalan tersebut akan ditangani bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami harap para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Biarkan permasalahan ini diselesaikan oleh pihak sekolah bersama komite dan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno. Ia meminta seluruh siswa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas sekolah.

“Saya minta agar siswa menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang terkait yakni sekolah bersama Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar, serta Komite Sekolah,” ujarnya.

Bambang juga mengimbau para siswa untuk membubarkan diri dan kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

“Silakan siswa kembali ke kelas untuk kembali belajar seperti biasanya,” pintanya.

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir, IPTU Edi Marwan, yang turun langsung mengamankan jalannya aksi, mengimbau para siswa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain.

“Para siswa lebih tenang, karena permasalahan ini masih dalam tahap pendalaman. Jadi, serahkan semuanya kepada pihak sekolah dan komite sekolah untuk memastikan kebenaran atas permasalahan yang ada,” ujarnya. (*)