Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
tenggelam
Nekat Menyeberang Sungai, Pria Asal Jawa Tengah Diduga Tenggelam di Kapuas Hulu
Nekat Menyeberang Sungai, Pria Asal Jawa Tengah Diduga Tenggelam di Kapuas Hulu
Friday, 24/07/2026

KALBARONLINE.com – Seorang pria bernama Rasidin (50), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Batang Bunut, Dusun Penemur I, Desa Teluk Geruguk, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (23/07/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, menjelaskan berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bersama tiga rekannya, yakni Daono, Iman, dan Darius, berangkat ke Sungai Batang Bunut untuk menjala ikan.

Sesampainya di lokasi, perahu yang akan digunakan berada di seberang sungai. Iman dan Darius kemudian menyeberang dengan berenang mengikuti arus sungai. Daono yang hendak menyusul sempat mengingatkan Rasidin agar tidak ikut menyeberang dan tetap menunggu di tepi sungai. Namun korban mengaku sudah terbiasa berenang.

"Setelah Iman dan Darius tiba di seberang sungai untuk mengambil perahu, mereka melihat ke arah lokasi awal penyeberangan dan mendapati korban sudah tidak terlihat. Korban diduga tenggelam di aliran Sungai Batang Bunut," ujar Iptu Jamali.

Saat terakhir terlihat, korban mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam dan celana training berwarna hitam.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Boyan Tanjung bersama masyarakat dan pihak terkait langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Batang Bunut di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan hingga pukul 22.15 WIB, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Boyan Tanjung memastikan proses pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan personel kepolisian, instansi terkait, serta masyarakat setempat. Jika diperlukan, koordinasi dengan tim pencarian dan pertolongan juga akan dilakukan untuk memperluas area pencarian.

Polres Kapuas Hulu melalui Kasi Humas mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama ketika arus sedang deras.

Masyarakat juga diminta tidak menyeberangi sungai dengan berenang apabila terdapat risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Hingga berita ini diterbitkan, Rasidin masih dalam proses pencarian. Situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. (Haq)

ABK yang Terjun dari KM Naga Mas II di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia
ABK yang Terjun dari KM Naga Mas II di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia
Saturday, 27/06/2026

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan terjun dari KM Naga Mas II di perairan Sungai Kapuas, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (27/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian dan penyelaman oleh tim SAR.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 10.47 WIB dari pelapor bernama Achen terkait insiden seorang ABK yang terjun ke Sungai Kapuas dari KM Naga Mas II.

Korban diketahui bernama Madi (27), warga Dusun Dara Itam IV, Desa Dara Itam I, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Senian Panji dan Rohimin, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya mendengar suara keras dari luar kapal. Saat diperiksa, korban diketahui telah terjun ke Sungai Kapuas. Rekan korban bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil.

"Setelah menerima laporan, pada pukul 11.04 WIB kami langsung memberangkatkan satu tim Rescue menggunakan kendaraan D-Max yang dilengkapi rubber boat, peralatan selam, peralatan evakuasi, medis, dan komunikasi untuk melakukan operasi pencarian," ujar I Made Junetra.

Tim Rescue Kantor SAR Pontianak tiba di lokasi pada pukul 11.38 WIB dan langsung berkoordinasi serta melakukan briefing sebelum memulai pencarian menggunakan metode penyelaman.

Penyelaman pertama dilakukan pada pukul 12.32 WIB, namun belum membuahkan hasil. Tim kemudian melanjutkan penyelaman kedua pada pukul 12.53 WIB.

"Pada pukul 13.07 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°0'32.94''S - 109°19'27.30''T atau sekitar 60 meter ke arah timur laut dari lokasi kejadian," kata I Made Junetra.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi. Pada pukul 13.25 WIB, jenazah dibawa ke Dokkes Polda Kalimantan Barat menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, pada pukul 13.55 WIB, On Scene Coordinator (OSC) melaksanakan debriefing di lokasi bersama seluruh unsur SAR yang terlibat. Operasi SAR kemudian diusulkan untuk ditutup pada pukul 14.30 WIB setelah korban berhasil ditemukan. (*)

Hari Kelima Pencarian, Warga yang Hilang Saat Memancing di Batu Ampar Belum Ditemukan
Hari Kelima Pencarian, Warga yang Hilang Saat Memancing di Batu Ampar Belum Ditemukan
Friday, 26/06/2026

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Batu Ampar dan warga setempat terus mengintensifkan pencarian terhadap Sulyadi (41), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Memasuki hari kelima pencarian, tim gabungan masih menyisir kawasan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya muara. Hingga Jumat (26/6/2026), korban belum berhasil ditemukan.

Sulyadi dilaporkan hilang beberapa hari lalu tanpa jejak. Lokasi kejadian diketahui merupakan kawasan yang rawan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya muara. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya korban masih dalam proses pencarian dan penyelidikan.

Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan pihak kepolisian bersama Tim SAR Gabungan dan masyarakat terus berupaya memaksimalkan pencarian meski harus menghadapi medan yang berat dan berisiko.

"Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas," ujarnya.

Ade menjelaskan, operasi pencarian dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah titik strategis guna memaksimalkan penyisiran, baik di permukaan perairan maupun di sepanjang tepian sungai yang dipenuhi vegetasi lebat.

Selain melakukan pencarian, Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan Sungai Batu Ampar yang merupakan habitat alami buaya muara.

"Kami memohon dan mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang kerap beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya," kata Ade.

Ia berharap masyarakat dapat mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi yang dapat membantu proses pencarian korban. (*)

Pemuda 18 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray Pontianak
Pemuda 18 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray Pontianak
Wednesday, 17/12/2025


KALBARONLINE.com – Seorang pemuda berusia 18 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray, Kota Pontianak, Senin (15/12/2025) sore. Korban diketahui merupakan pelajar kelas XII SMA yang tengah mengikuti kegiatan rekreasi bersama jemaat pemuda gereja.

Kasi Humas Polresta Pontianak, Wagitri, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan kejadian terjadi sekitar pukul 15.13 WIB.

“Korban bernama Manuel Fedri, pelajar kelas XII SMA, yang merupakan bagian dari rombongan jemaat pemuda Gereja Kristus Yesus (GKY) Jalan Arteri Supadio,” kata Wagitri dalam keterangan tertulisnya.

Menurut penjelasan kepolisian, rombongan jemaat pemuda GKY berjumlah sekitar 30 orang. Rinciannya, 26 pemuda dari tingkat SMP dan SMA, serta empat orang tokoh rohaniawan sebagai pendamping. Mereka tiba di lokasi kolam renang sekitar pukul 14.50 WIB dengan kendaraan pribadi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekaman CCTV, Manuel mulai berenang di kolam besar sekitar pukul 15.05 WIB. Korban berenang dengan gaya dada menuju area tangga lompat antara nomor 6 dan 7.

Beberapa menit berselang, korban tampak lemas dan sempat tenggelam sebelum muncul kembali ke permukaan sambil melambaikan tangan, yang diduga sebagai isyarat meminta pertolongan, sekitar pukul 15.08 WIB.

Namun pada rekaman CCTV selanjutnya, sekitar pukul 15.12 WIB, korban terlihat telah tenggelam di dasar kolam. Upaya penyelamatan oleh salah satu saksi baru dilakukan sekitar pukul 15.18 WIB. Saat diangkat, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar kolam dengan kedalaman sekitar 1,8 meter.

Hasil visum menunjukkan tanda-tanda khas korban tenggelam, di antaranya lebam mayat, kaku mayat, bibir dan jari tangan membiru, serta terdapat cairan busa pada hidung. Petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban, yang diwakili adik kandung korban Kriskandri dan paman korban Tjhai Sing, telah menandatangani berita acara penolakan autopsi sekaligus berita acara penyerahan jenazah.

Hingga berita ini diturunkan, Polresta Pontianak masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Kepolisian juga mengingatkan pihak pengelola kolam renang agar meningkatkan pengawasan serta aspek keselamatan pengunjung guna mencegah kejadian serupa terulang. (Lid)