Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
tenis meja
Edi Kamtono Dorong Kejuaraan Tenis Meja Pelajar Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda Pontianak
Edi Kamtono Dorong Kejuaraan Tenis Meja Pelajar Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda Pontianak
Monday, 08/06/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kompetisi olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk menjaring dan membina atlet berprestasi sejak usia dini. Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Meja Antarpelajar yang digelar Persatuan Tenis Meja Keluarga Kudus Kota Baru (PTM K3) pada 8-9 Juni 2026 di Lapangan Paroki Keluarga Kudus Kotabaru.

Kejuaraan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya itu diikuti 61 peserta dari 11 sekolah dasar (SD) dan 13 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak.

Saat membuka kejuaraan tersebut, Senin (8/6/2026) sore, Edi menegaskan bahwa lahirnya atlet berkualitas tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan proses panjang melalui latihan rutin, pembinaan yang berkelanjutan, serta kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi.

“Setelah adik-adik bermain dan berlatih, di sinilah kemampuan itu dikompetisikan. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet tenis meja yang bisa membawa nama baik sekolah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan mudah-mudahan sampai tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Edi, kejuaraan tenis meja pelajar Pontianak tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit atlet potensial, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara pelajar, pelatih, atlet, orang tua, hingga komunitas pecinta tenis meja.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin PTM K3 maupun Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Pontianak. Pemkot Pontianak, kata dia, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui perangkat daerah terkait, KONI, hingga pengurus cabang olahraga.

“Pemerintah Kota Pontianak memberikan support melalui Disporapar, KONI, termasuk anggaran pembinaan kepada pengcab dan kegiatan-kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah kota, dunia usaha, maupun para pecinta olahraga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Edi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Ia menilai keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh atlet, tetapi juga peran wasit, pelatih, dan pendamping dalam menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dan fair.

Menurutnya, tenis meja merupakan cabang olahraga yang membutuhkan ketekunan, konsentrasi tinggi, refleks cepat, serta latihan yang konsisten sejak usia muda.

“Kalau kita lihat atlet dunia di televisi, luar biasa. Rasanya sulit sekali mematikan bola karena selalu bisa dikembalikan. Itu semua lahir dari latihan sejak kecil. Bahkan dari usia SD dan di bawah 10 tahun, sangat mungkin lahir atlet-atlet berskala nasional bahkan internasional,” katanya.

Edi berharap pembinaan atlet tenis meja Pontianak melalui kompetisi seperti ini dapat terus berkembang sehingga melahirkan atlet-atlet muda yang mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.

“Selamat bertanding. Semoga acaranya berjalan sukses dan dari sini lahir atlet-atlet terbaik yang membanggakan Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Pemkot Pontianak Juara I Eksibisi Tenis Meja HUT ke-79 BPK se-Kalbar
Pemkot Pontianak Juara I Eksibisi Tenis Meja HUT ke-79 BPK se-Kalbar
Monday, 19/01/2026


KALBARONLINE.com – Tim tenis meja Pemerintah Kota Pontianak berhasil keluar sebagai juara satu dalam turnamen eksibisi antarlembaga yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Turnamen berlangsung pada 17–18 Januari 2026 di Aula BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat dan diikuti oleh 14 instansi.

Pada partai final, tim Pemkot Pontianak tampil solid dan mampu menuntaskan perlawanan tim tenis meja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kemenangan tersebut memastikan Pemkot Pontianak meraih posisi juara dalam ajang yang sarat semangat kebersamaan dan sinergi tersebut. Sedang posisi ketiga, direbut tim Universitas Tanjungpura usai mengalahkan tim BPKP Kalbar.

“Prestasi ini membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah terbangunnya silaturahmi dan komunikasi antarlembaga. Lewat olahraga, suasana menjadi cair dan kolaborasi makin kuat,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Minggu (18/1/2026).

Uniknya, para atlet yang bertanding merupakan aparatur sipil negara (ASN) dari masing-masing instansi, termasuk sejumlah kepala perangkat daerah. Sejak babak penyisihan hingga final, pertandingan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Sorak-sorai dukungan mewarnai setiap laga. Turnamen dirancang sebagai eksibisi yang mengedepankan silaturahmi, kebersamaan, dan sportivitas, bukan semata-mata kompetisi.

Edi menilai keterlibatan ASN dan pimpinan perangkat daerah dalam satu arena pertandingan mencerminkan semangat egaliter dan kekompakan. Menurutnya, interaksi informal seperti ini berdampak positif pada kerja-kerja pemerintahan, karena memperkuat rasa saling percaya dan memudahkan koordinasi lintas instansi di kemudian hari. Selain itu, turnamen eksibisi ini juga menjadi sarana menjaga kebugaran jasmani di tengah padatnya aktivitas birokrasi.

"Semoga ajang ini dapat digelar secara berkelanjutan, baik antarinstansi maupun lintas pemangku kepentingan, sebagai bagian dari budaya kerja yang sehat dan kolaboratif," harapnya.

BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat sengaja memilih tenis meja sebagai eksibisi karena memiliki nilai filosofis. Olahraga ini menunjukkan ketangguhan dan kelincahan dalam menghadapi dinamika perubahan. Menuntut refleks cepat, ketepatan, dan kemampuan membaca arah permainan. Selaras dengan tuntutan layanan di tengah dinamika kebijakan dan perubahan yang demikian cepat. (Red)