Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
tips kesehatan
Jangan Remehkan Karies, Gigi Berlubang Bukan Sekedar Nyeri
Jangan Remehkan Karies, Gigi Berlubang Bukan Sekedar Nyeri
Monday, 02/02/2026

KALHARONLINE.com - Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dihubungkan dengan rasa nyeri sesaat, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mulut.

Menyikapi hal tersebut, dokter gigi Zhafirah Maulidya Sardi menjelaskan, bahwa karies gigi terjadi akibat kerusakan lapisan gigi yang disebabkan oleh bakteri sisa makanan, terutama yang mengandung gula.

"Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang," ujarnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Senin, (02/02/2026).

Pada tahap awal, karies sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi giginya sudah bermasalah.

Ia menambahkan, seiring waktu, lubang gigi dapat membesar dan mencapai lapisan dalam gigi menyebabkan rasa ngilu, nyeri hebat hingga infeksi.

Jika dibiarkan, karies dapat memicu abses gigi, pembengkakan, bau mulut bahkan berisiko menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lain.

"Pada anak-anak karies gigi juga dapat menganggu proses makan, bicara dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi," terangnya.

Ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perawatan gigi sejak dini. Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berflouride, menjaga pola makan sehat serta pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan.

Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran sejak dini, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan. Karies gigi bukan hanya soal rasa sakit, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

"Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut." tuturnya. (Jau)

RSUD SSMA Pontianak Ulas Dampak Karhutla Bagi Kesehatan
RSUD SSMA Pontianak Ulas Dampak Karhutla Bagi Kesehatan
Tuesday, 27/01/2026

KALBARONLINE.com - Nihayatus Solikhah dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak turut mengulas tentang dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi kesehatan.

Dalam sosialisasi yang digelar kepada 100 pasien rumah sakit, Selasa (27/01/2026), Nihayatus menyebut, bahwa asap pekat bercampur debu akibat lahan yang terbakar bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama jika terhirup dalam waktu lama. Karena dalam kandungan asap yang dihasilkan, terdapat partikel halus dan zat berbahaya.

"Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit jantung, dan paru-paru menjadi kelompok yang paling rentan terdampak," ungkapnya.

Nihayatus menjelaskan, selain gangguan pernapasan, asap kebakaran juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti iritasi mata, pilek, batuk, hingga penurunan daya tahan tubuh jika terpapar dalam jangka waktu lama.

“Kabut asap ini membawa partikel-partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan. Dampaknya bisa berupa iritasi mata, batuk, pilek, dan keluhan kesehatan lainnya, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini RSUD SSMA belum mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap. Menurutnya, sebagian besar pasien dengan keluhan ringan biasanya lebih dulu mendapatkan penanganan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas.

“Data di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nihayatus juga mengimbau masyarakat Kota Pontianak untuk meningkatkan kewaspadaan saat kabut asap mulai muncul. Ia menyarankan warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu mendesak.

“Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” pungkasnya. (Jau)

RSUD SSMA Pontianak Kembangkan Aplikasi "Simponi Cinta", Guna Permudah Layanan Pasien
RSUD SSMA Pontianak Kembangkan Aplikasi "Simponi Cinta", Guna Permudah Layanan Pasien
Friday, 23/01/2026

KALBARONLINE.com – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas dan kemudahan layanan kepada masyarakat melalui pengembangan aplikasi "Simponi Cinta".

Aplikasi ini kini menyediakan layanan pendaftaran online yang memungkinkan pasien melakukan pendaftaran layanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Demikian hal itu disampaikan Pranata Komputer di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rian Sugisman, ketika memberikan sosialisasi ke pasien dan pengunjung, Kamis (22/01/2026).

Selain pendaftaran online, RSUD SSMA Kota Pontianak juga menambahkan sejumlah fitur pada aplikasi tersebut, di antaranya fitur antrean farmasi yang membantu pasien memantau dan mengatur waktu pengambilan obat tanpa harus menunggu lama di lokasi.

“Fitur ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean serta meningkatkan kenyamanan pasien.” lanjutnya.

Tak hanya itu, aplikasi Simponi Cinta kata Rian, juga sudah dilengkapi dengan layanan informasi dan pengaduan pada update terbarunya. Layanan ini akan membantu pasien maupun keluarga pasien untuk memperoleh informasi seputar layanan rumah sakit serta menyampaikan saran, masukan, atau pengaduan secara langsung melalui aplikasi.

Dengan adanya pengembangan fitur-fitur tersebut, RSUD SSMA Kota Pontianak berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

“Pemanfaatan teknologi digital ini menjadi salah satu langkah nyata rumah sakit dalam mendukung pelayanan publik yang prima dan berkelanjutan,” tuturnya. (Jau)