Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
uip3b kalimantan
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Thursday, 08/01/2026


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat peran dalam percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang dengan memastikan kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik di seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor melalui penyediaan prasarana dasar yang layak.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang dikebut dalam waktu singkat. Ia menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat terdampak. Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya ditempati warga.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan sejak awal. Hingga 1 Januari 2026, progresnya menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat di lapangan, meski dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian yang layak,” jelas Rosan.

Ia menegaskan, pembangunan Huntara tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi merupakan bagian dari tahapan pemulihan jangka menengah menuju hunian permanen dan kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Huntara ini adalah jembatan menuju fase pemulihan yang lebih luas. Karena itu, kualitas bangunan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, serta dukungan layanan kesehatan. Ketersediaan listrik menjadi prioritas pemerintah melalui Danantara Indonesia agar hunian dapat langsung ditempati secara aman dan nyaman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang andal di seluruh unit.

“PLN siap menjalankan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara yang selesai dibangun kami pastikan sudah tersambung listrik, sehingga masyarakat bisa langsung menempatinya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di seluruh hunian. Jaringan listrik bahkan telah tersambung sepenuhnya dan dinyatakan cukup untuk melayani kebutuhan hunian serta fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Darmawan Prasodjo, turun langsung mengawal progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, keandalan listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.

“Kami memahami bahwa warga terdampak tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN menghadirkan listrik yang prima agar masyarakat bisa kembali beraktivitas, anak-anak belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menekankan bahwa keandalan sistem penyaluran dan pengaturan beban listrik menjadi kunci agar seluruh hunian dan fasilitas umum di kawasan Huntara beroperasi optimal sejak hari pertama.

“PLN memastikan sistem kelistrikan penopang Huntara berada dalam kondisi andal dan siap beroperasi penuh. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi kebutuhan dasar yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Riko.

Ia menambahkan, kesiapan listrik di Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud komitmen PLN dalam mendampingi masyarakat bangkit dari bencana secara berkelanjutan.

“Kami ingin sejak hari pertama hunian ditempati, warga tidak lagi dibebani persoalan listrik. Dengan pasokan yang andal, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manusiawi,” tegasnya. (Jau)

PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru 2026
PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru 2026
Wednesday, 31/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan pasokan listrik tetap andal selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026). Melalui program Siaga Nataru, PLN menyiapkan pengamanan sistem kelistrikan selama 24 jam penuh mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Manager PLN UP2B Kalbar, Ahmad Edy, menyampaikan bahwa seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari kesiapan personel, pengaturan beban, hingga pengamanan infrastruktur kelistrikan.

“PLN UP2B Kalbar berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masa Siaga Nataru 2026. Pengaturan beban dilakukan secara real time selama 24 jam untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, aman, dan stabil bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan, keandalan listrik menjadi prioritas utama mengingat periode Nataru merupakan momentum penting bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh sistem transmisi dan pengaturan beban di Kalimantan Barat saat ini berada dalam kondisi terkendali dengan pengawasan berlapis.

Riko menjelaskan, PLN juga memperkuat koordinasi lintas unit serta menyiapkan personel siaga di titik-titik strategis guna memastikan operasional berjalan optimal. Setiap potensi risiko telah dipetakan sejak dini sehingga langkah mitigasi bisa dilakukan cepat dan terukur.

“PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan berada dalam kondisi optimal dengan pengawasan intensif selama 24 jam. Personel kami siaga penuh agar masyarakat dapat beraktivitas, beribadah, dan merayakan Hari Raya serta pergantian tahun dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan PLN bukan hanya soal teknis, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjamin layanan kelistrikan yang andal dan berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil proyeksi sistem, beban puncak pada Hari Natal 25 Desember 2025 diperkirakan mencapai 596 MW. Sementara pada perayaan Tahun Baru 1 Januari 2026, beban puncak diperkirakan mencapai 579 MW. PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Selama periode siaga, PLN UP2B Kalbar akan melakukan pemantauan intensif melalui pusat pengatur beban, memperkuat koordinasi lintas unit, serta menyiapkan tim teknis yang siap merespons cepat apabila terjadi gangguan.

Langkah siaga ini menjadi komitmen PLN dalam memberikan layanan listrik terbaik bagi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya suasana perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan khidmat di Kalimantan Barat. (Jau)

PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers
PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers
Tuesday, 30/12/2025


KALBARONLINE.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda) PWI Kalimantan Tengah di Hotel Alltrue Palangkaraya. Dalam agenda tersebut, PWI Kalteng memberikan apresiasi Peduli Pers kepada sejumlah mitra, termasuk PLN UPT Palangkaraya, serta menganugerahkan Anggota Kehormatan Pers PWI kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Kalteng Berkah, dan Mars PWI, dilanjutkan doa bersama, sambutan Ketua PWI Kalteng, sambutan Ketua Umum PWI Pusat, penyerahan penghargaan Peduli Pers, pemberian anugerah kehormatan kepada Gubernur, hingga sambutan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sekaligus membuka Konferda secara resmi.

Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Zainal, menyampaikan bahwa sepanjang 2024–2025, PWI Kalteng terus memperkuat profesionalisme wartawan melalui empat kali Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dua di antaranya terlaksana berkat dukungan PLN UPT Palangkaraya. Hingga kini, 387 wartawan di Kalteng telah dinyatakan kompeten dan tersertifikasi. Ia menegaskan, PWI bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang belajar, menjaga marwah profesi, dan memastikan wartawan tetap konsisten pada kode etik jurnalistik.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan PWI memiliki DNA perjuangan bangsa dan terus hadir menjaga nilai kebangsaan serta marwah pers. Ia juga menyoroti tantangan dunia pers saat ini, terutama degradasi profesionalisme akibat maraknya wartawan yang tidak kompeten. Menurutnya, wartawan punya tugas mulia meluruskan yang salah melalui karya jurnalistik yang beretika dan kredibel.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi atas peran PWI dalam menjaga kualitas pers di daerah serta menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan insan pers.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PWI atas penghargaan ini. Semoga sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjaga dalam menyajikan informasi yang sehat, berimbang, dan membangun untuk masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, PLN UPT Palangkaraya menerima penghargaan Peduli Pers atas dukungannya terhadap pelaksanaan UKW. Manager PLN UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen PLN dalam mendukung penguatan kapasitas wartawan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan itu, General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa dukungan PLN terhadap peningkatan kompetensi wartawan bukan sekadar kemitraan, tetapi komitmen nyata memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan penyampai informasi kredibel bagi masyarakat. Menurutnya, pers yang profesional akan berdampak langsung pada kualitas informasi publik, termasuk informasi kelistrikan.

“Bagi kami, insan pers adalah mitra strategis. PLN tidak hanya bertugas menjaga keandalan listrik, tetapi juga memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dukungan terhadap UKW ini adalah wujud komitmen kami untuk memperkuat kompetensi wartawan sehingga kepercayaan publik dapat terus terjaga,” tegas Riko.

Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat sinergi dengan PWI dan insan pers sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami ingin terus berjalan bersama insan pers. Dengan kompetensi yang kuat, pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan, membentuk opini positif, dan mengedukasi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat PLN dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran pengurus PWI Kalteng, serta perwakilan PWI dari 13 kabupaten/kota. (Jau)

Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Kembali Normal, PLN Fokus Salurkan Hingga ke Masyarakat
Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Kembali Normal, PLN Fokus Salurkan Hingga ke Masyarakat
Wednesday, 24/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Seluruh 20 Gardu Induk (GI) kini kembali beroperasi normal sehingga sistem kelistrikan utama Aceh dipastikan stabil.

Pemulihan sistem ini ditopang berfungsinya kembali seluruh pembangkit dan jalur transmisi. Salah satu tonggak penting pemulihan adalah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang memastikan suplai listrik ke seluruh GI kembali optimal.

Dengan sistem utama pulih dan GI sudah normal, PLN kini memfokuskan percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik ke pelanggan, termasuk di wilayah yang memiliki akses sulit dan tantangan geografis.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penormalan dilakukan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Sesuai instruksi Presiden dan arahan Menteri ESDM, kami terus mempercepat pemulihan kelistrikan Aceh dengan dukungan berbagai pihak. Alhamdulillah, seluruh gardu induk sudah normal, pembangkit dan transmisi kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar listrik ke masyarakat stabil,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, PLN lebih dulu menormalkan PLTU Nagan Raya yang disokong cadangan sistem memadai. Transmisi Nagan–Sigli juga dipastikan kembali berfungsi sebagai bagian penting sistem kelistrikan Aceh.

PLN juga berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang sempat terdampak banjir dan longsor dan merupakan tulang punggung interkoneksi Sumatra–Aceh.

Dengan sistem utama yang telah aman, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi.

“Kami memastikan proses distribusi dilakukan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan nyaman,” tegas Darmawan.

PLN juga memastikan terus mendampingi masyarakat hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik normal.

“Bagi pelanggan yang belum menyala, kami pastikan instalasi aman sebelum listrik disalurkan kembali,” tambahnya.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyebut keberhasilan pemulihan kelistrikan Aceh merupakan hasil kerja kolaboratif lintas unit PLN. Menurutnya, kesiapan transmisi dan gardu induk menjadi kunci utama stabilitas pasokan listrik.

“Pemulihan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan dedikasi insan PLN dalam menjaga sistem ketenagalistrikan nasional. Dari sisi transmisi dan GI, seluruh peralatan dipastikan aman dan normal sebagai fondasi distribusi ke pelanggan,” ujar Riko.

PLN UIP3B Kalimantan juga memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi teknis agar proses penormalan sesuai standar keselamatan dan keandalan.

“PLN akan terus hadir bersama masyarakat, memastikan listrik tidak hanya kembali menyala, tetapi juga andal agar aktivitas ekonomi dan sosial bisa pulih,” tutupnya. (Jau)

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Monday, 22/12/2025


KALBARONLINE.com – Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah pada Jumat (19/12/2025). Kehadiran mereka memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, masjid, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya aman dan siap kembali digunakan pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, yang meninjau Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, menegaskan bahwa pemulihan pasokan listrik dilakukan bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah aman. Tidak bisa langsung dihidupkan begitu saja karena masih banyak titik genangan air,” ujarnya.

Dony juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim PLN yang terus siaga di lapangan meski menghadapi medan dan situasi yang tidak mudah.

Peninjauan tersebut turut dirangkai dengan penyerahan bantuan melalui program BUMN Peduli. PLN menyalurkan logistik berupa 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, hingga perlengkapan ibadah bagi masyarakat terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN mengerahkan personel teknis hingga jajaran direksi untuk memastikan pemulihan berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Kami pastikan pasokan listrik dipulihkan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari proses pemulihan, PLN melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pengecekan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar.

Di Aceh Tamiang, kegiatan difokuskan di Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia yang dipimpin langsung Komisaris Independen PLN Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Human Capital Management PLN Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri.

Sementara di Langsa, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto serta Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo memastikan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk kembali dialiri listrik.

Di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan EBT PLN Suroso Isnandar bersama Direktur Manajemen Risiko PLN Adi Lumakso memimpin peninjauan di Masjid Baitul Quddus Mendale dan SDN 9 Kebayakan.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan bahwa pemulihan listrik tidak hanya fokus pada percepatan, tetapi juga pada standar keselamatan.

“Keselamatan masyarakat dan petugas adalah prioritas utama. Setiap proses energize dilakukan setelah pengecekan menyeluruh,” ujarnya.

Riko juga mengapresiasi soliditas seluruh insan PLN dari berbagai unit yang bergerak cepat membantu masyarakat Aceh bangkit.

“Semangat gotong royong PLN menjadi kekuatan utama dalam percepatan pemulihan ini. Kami berharap kehadiran PLN memberi rasa aman dan membantu masyarakat kembali pulih,” tutupnya. (Jau)

Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT PLN (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut secara resmi dilepas melalui Apel Pelepasan Relawan BUMN Peduli pada Jumat (19/12) di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak di Aceh.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi kepada ribuan karyawan BUMN yang turun langsung sebagai relawan. Ia menegaskan, kehadiran BUMN di tengah situasi darurat merupakan bentuk tanggung jawab moral karena BUMN adalah milik rakyat.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban,” tegas Dony.

Di bawah koordinasi Danantara, bantuan yang disalurkan mencakup 109 armada truk berisi berbagai kebutuhan dasar tanggap darurat. Selain itu, sebanyak 1.066 relawan turut diterjunkan untuk mempercepat pemulihan, khususnya di wilayah Aceh.

Dony juga menekankan bahwa aksi kemanusiaan ini benar-benar dilakukan secara nyata di lapangan, bukan sekadar simbolis. Ia mengapresiasi relawan yang bekerja berdampingan dengan masyarakat, sekaligus perusahaan BUMN yang tetap memastikan layanan dasar berjalan, termasuk PLN.

“Untuk teman-teman di PLN, saya melihat langsung bagaimana mereka berjibaku tanpa henti. Prioritas kita hari ini adalah bagaimana menyediakan solusi listrik bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini, PLN menyalurkan berbagai bantuan berupa 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, hingga perlengkapan ibadah. Selain itu, PLN juga terus memastikan penanganan kelistrikan berjalan paralel dengan proses pemulihan sosial masyarakat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keterlibatan PLN tidak hanya sebatas pemulihan listrik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Selain mengupayakan penormalan listrik secepatnya, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, dapur umum, air bersih, serta dukungan lainnya agar masyarakat Aceh dapat segera bangkit,” ujarnya.

Sejak bencana terjadi, PLN telah menyalurkan bantuan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan bayi, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga water purifier, perahu karet, dan pembukaan 24 titik dapur umum.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menambahkan bahwa keterlibatan PLN dalam aksi kemanusiaan ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan keandalan kelistrikan sekaligus mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.

“Dalam kondisi bencana, listrik menjadi kebutuhan vital yang mendukung berbagai aktivitas pemulihan. Karena itu PLN hadir tidak hanya dengan tenaga teknis, tetapi juga dengan bantuan kemanusiaan,” ujar Riko.

Kolaborasi lintas BUMN yang dikomandoi Danantara ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Aceh dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak. (Red)

Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung
Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Dengan tersambungnya kembali jalur ini, interkoneksi sistem kelistrikan Aceh yang sebelumnya terisolasi kini kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatra. Pemulihan tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik di Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut, jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan penopang utama interkoneksi Sumatra–Aceh sehingga pemulihannya menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujarnya di Aceh Tamiang.

Pemulihan dilakukan melalui pembangunan sejumlah tower darurat pada titik-titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor sehingga jalur kembali dapat difungsikan dengan aman.

“Pembangunan tower darurat dilakukan di tengah kondisi lapangan yang cukup menantang, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur medan labil pascabencana, hingga curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan air dan lumpur ekstrem,” jelas Darmawan.

Setelah interkoneksi tersambung, PLN mulai memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit, khususnya PLTU Nagan Raya. Tahapan ini membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk proses pemanasan, sinkronisasi, dan pengujian agar sistem benar-benar stabil sebelum kembali dibebani penuh.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan andal,” tegasnya.

Selanjutnya, pasokan listrik akan disalurkan bertahap melalui 20 gardu induk, 558 penyulang, dan 15.717 gardu distribusi yang melayani masyarakat Aceh. Lebih dari 1.600 personel PLN juga masih bersiaga hingga seluruh pemulihan tuntas.

Darmawan menyampaikan penghargaan atas semangat masyarakat Aceh sekaligus memohon dukungan dalam proses pemulihan ini.

“Kami belajar dari semangat masyarakat Aceh yang tidak pernah padam. Kami mohon doa dan dukungan agar seluruh tahapan pemulihan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan interkoneksi ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas unit PLN. UIP3B Kalimantan juga menurunkan 15 personel Emergency Restoration System (ERS) untuk membantu percepatan perbaikan tower dan jaringan transmisi di area terdampak.

“Personel ERS kami diterjunkan untuk memperkuat pekerjaan pembangunan tower darurat, khususnya di area dengan tingkat kesulitan medan tinggi. Ini wujud komitmen PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional,” tegasnya.

Menurut Riko, semangat gotong royong antarsatuan kerja PLN menjadi kunci pemulihan. Ia berharap, dengan pulihnya interkoneksi dan berjalannya tahapan pengoperasian pembangkit, keandalan listrik Aceh dapat segera kembali normal.

“PLN akan terus hadir dan bekerja tanpa henti hingga sistem kelistrikan Aceh benar-benar pulih menyeluruh. Ini tanggung jawab kami agar listrik tetap menjadi penggerak kehidupan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Jau)

PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh
PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi salah satu kunci utama untuk memulihkan sistem kelistrikan Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi secara maksimal. Ia menegaskan, percepatan pemulihan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meski di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat atas dukungan penuh sehingga progres perbaikan berjalan baik,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.

Untuk mendukung recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit PLN se-Indonesia. Mereka diperbantukan untuk mempercepat perbaikan tower transmisi, pemulihan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menegaskan, pekerjaan dilakukan non stop dengan sistem shift agar pemulihan lebih cepat.

“Saat ini tim di lokasi terus bekerja 24 jam membangun tower darurat dan melakukan modifikasi perbaikan pada tower yang rusak,” ujarnya.

PLN juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan, yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau.

“Prioritas utama kami memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa dukungan tim lintas unit, termasuk dari Kalimantan, menunjukkan komitmen PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, terutama saat kondisi darurat.

Menurutnya, pengerahan personel dari berbagai wilayah merupakan langkah strategis agar pemulihan sistem kelistrikan Aceh berjalan cepat dan terukur.

“PLN bergerak sebagai satu kesatuan sistem. Saat satu wilayah terdampak, unit lain siap mendukung penuh. Tim kami bekerja dengan standar keselamatan tertinggi, tetapi tetap mengedepankan kecepatan agar pasokan listrik masyarakat Aceh segera pulih,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja siang dan malam yang dilakukan para personel mencerminkan dedikasi PLN dalam menjaga transmisi sebagai tulang punggung sistem kelistrikan.

“Medan berat dan cuaca ekstrem tidak menyurutkan semangat tim. Ini wujud tanggung jawab PLN untuk hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tutup Riko. (Jau)

PLN UPT Pontianak Pulihkan Jaringan Terdampak Pohon Tumbang pada Line 2 Tayan–Ngabang
PLN UPT Pontianak Pulihkan Jaringan Terdampak Pohon Tumbang pada Line 2 Tayan–Ngabang
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak bergerak cepat memulihkan gangguan jaringan transmisi akibat pohon tumbang yang menimpa konduktor pada Span 26–27 Line 2 Tayan–Ngabang, Kamis (20/11). Gangguan tersebut dipicu hujan deras disertai cuaca buruk yang melanda wilayah sekitar.

Proses pemulihan dilakukan melalui kerja kolaboratif lintas tim guna memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga. Namun di lapangan, tim harus menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari medan licin, minim penerangan karena lokasi berada di tengah hutan, hingga potensi keberadaan hewan liar. Selain itu, keberadaan makam tua di dekat lokasi penebangan membuat tim bekerja dengan kehati-hatian ekstra sekaligus tetap menghormati nilai sosial dan budaya setempat.

Manager PLN UPT Pontianak, Darul Irfan, menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan pekerjaan.

“Keselamatan personel dan masyarakat merupakan prioritas utama. Seluruh proses pemulihan kami laksanakan sesuai SOP K3 PLN agar pekerjaan berjalan aman tanpa mengabaikan keandalan sistem kelistrikan,” ujarnya.

Pemulihan jaringan dilaksanakan secara kolaboratif oleh Tim HAR dan PDKB PLN UPT Pontianak bersama Tim HAR ULTG Sanggau. Mempertimbangkan kondisi lapangan dan faktor keselamatan, pekerjaan dilanjutkan keesokan harinya dan berhasil diselesaikan hingga pukul 22.00 WIB. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan induksi pada kedua sisi Gardu Induk (GI) telah kembali berada di batas aman, sehingga jaringan siap dinormalkan kembali.

General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, memberikan apresiasi atas respons cepat tim di lapangan.

“Saya mengapresiasi ketanggapan dan profesionalisme tim PLN UPT Pontianak. Respons cepat di tengah medan berat menunjukkan komitmen kuat PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PLN UIP3B Kalimantan akan terus memperkuat mitigasi risiko melalui patroli rutin, pemangkasan vegetasi di jalur transmisi, hingga pemantauan berkala aset jaringan. Langkah proaktif ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Sebagai upaya pencegahan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk tidak menanam pohon tinggi di bawah atau terlalu dekat dengan jaringan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 yang siaga 24 jam.

PLN UPT Pontianak menegaskan komitmennya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal melalui kesiapsiagaan, koordinasi, dan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di lapangan. (Red)

PLN Hadir untuk Sahabat Disabilitas, Dorong Kemandirian Wirausaha Lewat Art Therapy
PLN Hadir untuk Sahabat Disabilitas, Dorong Kemandirian Wirausaha Lewat Art Therapy
Wednesday, 10/12/2025


KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya pada inklusivitas dan pemberdayaan sosial melalui program PLN untuk Rakyat. Kali ini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru berkolaborasi dengan Sentra Budi Luhur menggelar kegiatan Art Therapy dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025.

Kegiatan yang diikuti 50 anak penyandang disabilitas beserta orang tua dari Banjarbaru dan Banjarmasin ini mengusung tema “Art Therapy Membangun Bisnis Kreatif untuk Anak Penyandang Disabilitas”. Tujuannya jelas, membekali anak-anak dengan keterampilan kreatif sebagai modal menuju kemandirian wirausaha.

Sesi utama dipandu oleh Dr. Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn., akademisi dan aktivis inklusi yang selama ini aktif mengembangkan pendidikan seni berbasis pemberdayaan. Peserta diajak menyalurkan ekspresi seni menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari menggambar di atas topi dan kertas, hingga mengolah karya menjadi desain digital yang diaplikasikan ke pakaian melalui teknik setrika dan sablon manual.

Pendekatan ini memberi pemahaman langsung bahwa karya seni anak penyandang disabilitas tidak sekadar ekspresi, tetapi juga memiliki nilai jual dan potensi sebagai sumber penghasilan mandiri.

Selain pengembangan keterampilan, suasana kegiatan dibuat lebih cair melalui kuis interaktif. Anak-anak diberi ruang untuk bercerita tentang aktivitas keseharian mereka di hadapan peserta lain. Langkah ini bertujuan menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi.

Manager Konstruksi dan Penyaluran PLN UPT Banjarbaru, Dwi Ary Wibowo, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial PLN terhadap kelompok rentan.

“Inilah wujud PLN untuk Rakyat, tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara inklusif. Kami percaya setiap anak punya potensi untuk berdaya, dan Art Therapy ini menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN dalam memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“PLN hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kegiatan seperti ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan mandiri secara ekonomi. Inilah makna PLN untuk Rakyat yang sesungguhnya,” tegas Riko.

Perwakilan Srikandi PLN, Lilia Oktavia, juga menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para peserta. Menurutnya, hasil karya anak-anak tidak berhenti sebagai pajangan semata, tetapi diharapkan bisa berkembang menjadi produk bisnis kreatif berkelanjutan.

“Kami bangga melihat semangat anak-anak spesial hari ini. Srikandi PLN akan terus menjadi penggerak dalam mendukung kelompok disabilitas agar benar-benar berdaya,” katanya.

Melalui kegiatan Art Therapy ini, PLN berharap dapat membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk tumbuh mandiri secara ekonomi, sekaligus menegaskan bahwa semangat PLN untuk Rakyat menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa kecuali. (Jau)