Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
universitas pgri pontianak
Edi Kamtono: Dominasi Mahasiswa dari Luar Daerah Tegaskan Posisi Pontianak sebagai Pusat Pendidikan
Edi Kamtono: Dominasi Mahasiswa dari Luar Daerah Tegaskan Posisi Pontianak sebagai Pusat Pendidikan
Saturday, 03/10/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut tingginya jumlah mahasiswa dari luar daerah yang menempuh pendidikan di Pontianak menjadi salah satu indikator kuatnya posisi kota ini sebagai pusat pendidikan di Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Pontianak, Sabtu (3/10/2026). Tahun ini, sebanyak 1.291 mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Edi mengatakan, sekitar 95 persen mahasiswa baru Universitas PGRI Pontianak berasal dari luar Kota Pontianak. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pontianak tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi masyarakat dari berbagai daerah.

“Dari 1.291 mahasiswa baru, hampir 95 persen merupakan warga dari daerah, bukan ber-KTP Pontianak. Ini menunjukkan bahwa Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi juga menjadi pusat pendidikan,” ujarnya.

Menurut Edi, para mahasiswa yang datang ke Pontianak tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga memiliki kesempatan memperluas wawasan dan membentuk karakter melalui pengalaman selama tinggal dan beraktivitas di lingkungan kota.

Ia berharap para mahasiswa dapat merasa nyaman selama menempuh pendidikan di Pontianak sekaligus memperoleh pengalaman dan pengetahuan sesuai dengan cita-cita mereka.

“Harapan kita mereka bisa betah tinggal di Pontianak dan mendapatkan apa yang mereka cita-citakan,” katanya.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dalam berbagai kegiatan serta penyediaan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah dinilai turut memberi warna bagi kehidupan Kota Pontianak. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga kondisi kota tetap nyaman, aman, dan mendukung aktivitas pendidikan.

“Yang kita harapkan mereka nyaman belajar di Pontianak, berkembang, lalu membawa ilmu dan pengalamannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhamad Firdaus mengatakan, pembekalan mahasiswa baru yang dimulai 3 Oktober 2026 disusun dengan mengacu pada petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, terutama terkait penguatan karakter mahasiswa.

Menurut Firdaus, masa pengenalan kampus tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga membekali mahasiswa agar siap menghadapi perubahan dan berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

“Pembekalan kita sesuaikan dengan juknis dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Salah satu yang ditekankan adalah penguatan karakter,” ujarnya.

Ia mengatakan, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi serta sikap yang mendukung kehidupan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Firdaus menambahkan, rangkaian pembekalan tersebut sejalan dengan visi Universitas PGRI Pontianak untuk menjadi kampus unggul dan berdaya saing tinggi dengan lulusan yang berkarakter serta inovatif.

“Ini sesuai dengan visi kampus, menjadi kampus unggul dan berdaya saing tinggi dengan lulusan yang berkarakter dan inovatif,” tutupnya. (*)

Universitas PGRI Pontianak Masuk Tiga Besar Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi di Kalbar
Universitas PGRI Pontianak Masuk Tiga Besar Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi di Kalbar
Wednesday, 10/06/2026

KALBARONLINE.com – Universitas PGRI Pontianak kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan tinggi Kalimantan Barat. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas PGRI Pontianak berhasil menempati posisi ketiga perguruan tinggi dengan skor SINTA tertinggi di Kalbar.

Dalam data terbaru yang dirilis, Universitas PGRI Pontianak mencatatkan skor SINTA sebesar 59.956. Capaian tersebut menempatkannya di bawah Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Peringkat ini menjadi salah satu indikator meningkatnya produktivitas akademik kampus, mulai dari penelitian, publikasi ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas PGRI Pontianak dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, serta tenaga kependidikan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas akademik kampus.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika yang terus memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa dosen dan seluruh sivitas akademika Universitas PGRI Pontianak terus produktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, Universitas PGRI Pontianak akan terus mendorong penguatan kapasitas dosen, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi internasional, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, kampus juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, instansi pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi lainnya guna meningkatkan kualitas riset yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadikan Universitas PGRI Pontianak sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan berbagai penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.

Firdaus menambahkan, keberhasilan masuk dalam jajaran tiga besar kampus dengan skor SINTA tertinggi di Kalimantan Barat menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan meningkatkan kinerja akademik ke depan.

Ia optimistis, dengan semangat kolaborasi dan komitmen seluruh sivitas akademika, Universitas PGRI Pontianak mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

“Ini bukan garis akhir, tetapi langkah awal untuk terus berkembang. Kami akan terus memperkuat ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada mutu,” tegasnya.

Sebagai informasi, SINTA merupakan sistem yang dikembangkan pemerintah untuk mengukur kinerja perguruan tinggi, dosen, dan peneliti melalui berbagai indikator, mulai dari publikasi ilmiah, sitasi, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Masuknya Universitas PGRI Pontianak dalam posisi tiga besar perguruan tinggi dengan skor SINTA tertinggi di Kalimantan Barat menjadi bukti bahwa kampus tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Bumi Khatulistiwa. (*)