Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
virus nipah
Meski Belum Ada Kasus, Dinkes Pontianak Tetap Perkuat Pengawasan Virus Nipah
Meski Belum Ada Kasus, Dinkes Pontianak Tetap Perkuat Pengawasan Virus Nipah
Wednesday, 04/02/2026

KALBARONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko memastikan, kalau sampai saat ini belum ditemukan kasus penularan virus nipah di wilayah Kota Pontianak. Meski demikian, pihaknya tetap memperkuat langkah pengawasan dan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Sampai hari ini kami memastikan belum ada temuan kasus virus nipah di Kota Pontianak. Namun kami tidak lengah dan tetap meningkatkan pengawasan di semua fasilitas kesehatan,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).

Ia mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik kesehatan untuk lebih waspada, khususnya terhadap pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan.

“Isu virus nipah ini memang menjadi perhatian publik. Karena itu kami sudah melakukan pengamatan ketat terhadap kasus infeksi saluran pernapasan di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas,” jelasnya.

Selain pengawasan medis, Dinkes Pontianak juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat. Tenaga kesehatan diminta memberikan penjelasan langsung kepada pasien dan pengunjung fasilitas kesehatan terkait risiko penularan dan gejala penyakit.

“Kami juga mengedukasi masyarakat agar memahami apa itu virus Nipah, bagaimana cara penularannya, serta gejala awal yang perlu diwaspadai,” kata Saptiko.

Ia menjelaskan, virus nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan air liur atau urin kelelawar yang terkontaminasi.

“Setelah manusia terinfeksi, virus ini bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur, droplet, maupun batuk, sehingga kewaspadaan sangat penting,” ungkapnya.

Saptiko menambahkan, gejala awal virus Nipah umumnya menyerupai flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi radang otak dan gangguan pernapasan serius.

“Jika mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran, kami minta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi isu virus Nipah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi tersebut,” tutup Saptiko. (Jau)

Kenali Sejak Dini Virus Nipah dan Langkah Pencegahannya
Kenali Sejak Dini Virus Nipah dan Langkah Pencegahannya
Tuesday, 03/02/2026

KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus nipah, Selasa (03/02/2026).

Virus ini merupakan jenis virus zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

Gita Risti Novianti, selaku Dokter Umum RSUD SSMA Pontianak mengatakan, virus nipah dibawa oleh kelelawar buah, yang memang sebagai reserver alami atau zoonotic emerging. Kelelawar buah ini dia biasanya bisa langsung menularkan ke manusia dan juga ke buah-buahan, salah satunya adalah buah nira atau buah aren.

Ia menyebut, orang yang terkena virus ini memiliki gejala awal yang mirip dengan flu biasa, sehingga masyarakat seringkali sulit membedakan infeksi virus nipah dengan penyakit umum lainnya. Namun demikian, virus ini tidak boleh dianggap sepele, pasalnya berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

“Demam, nyeri otot, kemudian ada batuk, ada pilek, dan yang lebih parahnya lagi mungkin bisa saja terjadi kejang merupakan gejala adanya infeksi virus Nipah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pencegahan merupakan langkah satu-satunya yang dapat dilakukan, mengingat belum adanya vaksin khusus untuk manusia maupun obat antivirus yang terbukti efektif membunuh virus Nipah ini.

Sebagai langkah preventif, Gita memberikan tips kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau tinggal di area yang dekat dengan habitat kelelawar.

“Hindari kontak langsung dengan pasien terinfeksi, gunakan masker jika harus pergi keluar negeri, lebih selektif dalam memilih buah yang akan dikonsumsi pastikan benar-benar bersih tidak ada bekas gigitan hewan yang duga adalah kelelawar,” jelasnya.

Saat ini, untuk di Pontianak sendiri belum ditemukan penyakit yang disebabkan virus nipah, bahkan di Indonesia sekalipun. Namun demikian, Gita berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Mari jaga kesehatan mulai dari diri kita, keluarga kita, pencegahan dini lebih baik agar tidak terjadi penyakit virus Nipah di Indonesia. (Jau)