Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
water bombing
Karhutla Kian Meluas, Melawi Butuh Bantuan Water Bombing
Karhutla Kian Meluas, Melawi Butuh Bantuan Water Bombing
Saturday, 08/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi kian meluas. Hingga Jumat (7/8/2026), berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Melawi, kebakaran telah melanda delapan desa dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 757 hektare.

Sejumlah titik masih mengalami kebakaran, sementara sebagian lokasi lainnya telah berhasil dipadamkan. Kondisi tersebut membuat BPBD Kabupaten Melawi membutuhkan dukungan Satgas Udara melalui operasi water bombing, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari jalur darat.

Delapan wilayah yang terdampak yakni Desa Nusa Kenyikap dan Desa Batu Ampar di Kecamatan Belimbing, Desa Tebing Karangan dan Desa Nanga Kayan di Kecamatan Nanga Pinoh, Desa Pelempai Jaya di Kecamatan Ella Hilir, Desa Pelinggang di Kecamatan Pinoh Selatan, Desa Kebebu di Kecamatan Nanga Pinoh, serta Desa Bloyang di Kecamatan Belimbing Hulu.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kondisi karhutla saat ini cukup mengkhawatirkan karena masih terdapat sejumlah titik api yang aktif, terutama di kawasan perkebunan, semak belukar, hutan, dan lahan gambut.

"Karhutla saat ini sudah semakin meluas. Berdasarkan laporan yang kami terima, total luasan lahan yang terbakar di delapan desa mencapai sekitar 757 hektare. Beberapa lokasi sudah berhasil dipadamkan, tetapi di sejumlah titik api masih menyala dan terus membutuhkan penanganan," ujar Rahmad Mauludin.

Ia merinci, Desa Nusa Kenyikap menjadi salah satu lokasi dengan dampak cukup luas, yakni sekitar 135 hektare. Sekitar 2 hektare telah berhasil dipadamkan, namun masih mengeluarkan asap dari sisa bara.

Di Desa Tebing Karangan, lahan terbakar diperkirakan mencapai 55 hektare dan api telah padam. Sementara di Desa Batu Ampar, luas lahan terbakar tercatat sekitar 7 hektare dan juga telah berhasil dipadamkan.

Di Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Hilir, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 150 hektare dan api dilaporkan telah padam. Sedangkan di Desa Pelinggang, Kecamatan Pinoh Selatan, sekitar 10 hektare lahan terbakar dan api masih terus melebar memasuki kawasan perkebunan warga.

Kondisi cukup serius juga terjadi di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, dengan luas lahan terbakar sekitar 100 hektare. Api masih menyala karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.

Sementara itu, di Desa Bloyang, Kecamatan Belimbing Hulu, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 200 hektare. Api masih menyala dan telah membakar kawasan perkebunan warga.

Adapun di Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 100 hektare.

Rahmad mengatakan, penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC-PB BPBD Melawi, Manggala Agni PONJA Melawi, Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, KPH Melawi, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

"Tim di lapangan terus melakukan pemadaman, monitoring, dan penjagaan, terutama di daerah yang berdekatan dengan permukiman penduduk. Kami berupaya agar api tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat," katanya.

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Jarak lokasi yang cukup jauh dari pusat kabupaten, kondisi wilayah berupa perbukitan, minimnya sumber air, serta medan yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat membuat penanganan dari darat menjadi tidak mudah.

"Kendala utama di lapangan adalah akses yang cukup jauh, medan yang berat, terutama di daerah perbukitan dan lahan gambut, serta keterbatasan sumber air. Karena itu, kebutuhan dukungan untuk penanganan karhutla semakin mendesak," ungkap Rahmad.

BPBD Kabupaten Melawi berharap dukungan Satgas Udara segera diberikan untuk membantu pemadaman melalui operasi water bombing, terutama pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, diperlukan sarana dan prasarana pemadaman tambahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

"Kami sangat berharap dukungan Satgas Udara untuk membantu pemadaman dari udara, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Water bombing sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran semakin meluas," tegas Rahmad.

Hingga laporan ini disampaikan, tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut. BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang api masih aktif.

Rahmad juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, kecamatan, maupun pihak kepolisian agar dapat segera ditangani. Pemerintah desa dan kecamatan juga diharapkan menyiapkan sarana pemadaman sebagai langkah antisipasi awal," pungkasnya. (*)

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla di Ketapang
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla di Ketapang
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing, Jumat (7/8/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara di sejumlah titik yang masih dilanda kebakaran.

Helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut merupakan jenis UH-60L dengan registrasi VH-L6T milik Elang Dhirgantara Candracanta. Helikopter dijadwalkan melaksanakan penerbangan atau sortie pertama mulai pukul 08.00 WIB.

Operasi penerbangan dipimpin Pilot in Command (PIC) Remy Oliver Lewis, didampingi Second in Command (SIC) Jacob Anthony Laba, serta Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Susanto.

Target pemadaman difokuskan pada kawasan terdampak karhutla di Sinar Kuri berdasarkan hasil finalisasi briefing dan permintaan Tim Satgas Darat BNPB.

Untuk menunjang operasi, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah titik pengambilan air (water source) dan lokasi penjatuhan air (water drop). Pengerahan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman, terutama di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di wilayahnya.

"Saya harap operasi udara tersebut dapat mempercepat pemadaman titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Menurut Alex, pemerintah daerah terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.

Ia mengatakan, pengerahan helikopter water bombing merupakan bagian dari penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta berbagai unsur terkait.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ketapang itu menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan tingginya risiko karhutla.

"Karena pencegahan merupakan langkah paling efektif menghindari meluasnya bencana," pungkasnya. (Adi LC)

Bupati Ketapang Minta BNPB Turunkan Helikopter Water Bombing untuk Atasi Karhutla
Bupati Ketapang Minta BNPB Turunkan Helikopter Water Bombing untuk Atasi Karhutla
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di tengah musim kemarau.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk pengerahan helikopter water bombing, untuk mempercepat proses pemadaman.

Permintaan tersebut disampaikan Alexander Wilyo saat menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8/2026) petang.

Alexander mengungkapkan, Kabupaten Ketapang saat ini mengalami musim kemarau terpanjang di Kalimantan Barat. Selama 38 hari terakhir tidak terjadi hujan sehingga kondisi lahan, khususnya lahan gambut, menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

"Ketapang menjadi daerah dengan periode kemarau terlama di Kalimantan Barat. Sudah 38 hari tidak turun hujan sehingga kondisi lahan sangat kering. Apalagi kebakaran banyak terjadi di lahan gambut yang jauh lebih sulit ditangani," ujar Alexander Wilyo.

Ia menjelaskan, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Selain sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran, akses menuju titik api juga cukup sulit karena minimnya jalan, ditambah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki tim pemadam.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengusulkan sejumlah dukungan kepada BNPB guna memperkuat penanganan karhutla.

Usulan tersebut meliputi penambahan peralatan pemadam kebakaran, mobil tangki air, pembangunan sumur bor di kawasan rawan karhutla, pengerahan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.

"Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif, mengingat potensi kebakaran masih tinggi selama musim kemarau," katanya.

Alexander juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta bergotong royong dalam upaya penanggulangan karhutla demi keselamatan kita bersama," pungkasnya. (Adi LC)