Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
windy prihastari
Dorong Peran Perempuan dalam Pembangunan, Windy Prihastari Raih Penghargaan Pemprov Kalbar
Dorong Peran Perempuan dalam Pembangunan, Windy Prihastari Raih Penghargaan Pemprov Kalbar
Friday, 30/01/2026

KALBARONLINE.com - Windy Prihastari, kembali menegaskan perannya sebagai salah satu figur penting dalam penguatan pengarusutamaan gender di Kalbar. Atas konsistensi dan kepeduliannya tersebut, Windy menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat pada momentum peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke-69.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Erlina Ria Norsan, sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi nyata Windy dalam mendorong kesetaraan peran perempuan dan laki-laki, khususnya di lingkungan birokrasi dan pembangunan daerah.

Windy dinilai aktif menginisiasi berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan, serta penguatan perspektif gender dalam setiap lini kebijakan dan kegiatan organisasi. Upaya tersebut sejalan dengan agenda pembangunan daerah yang menempatkan keadilan dan inklusivitas sebagai prinsip utama.

Windy menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat atas perhatian dan komitmen yang kuat terhadap pengarusutamaan gender di Kalbar. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program-program kesetaraan gender berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat atas komitmen dan dukungan yang konsisten terhadap pengarusutamaan gender. Dukungan ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus bekerja dan berkontribusi,” ujar Windy.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Windy kepada Ketua TP PKK Kalbar, yang menurutnya memiliki peran strategis dalam memperkuat pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat. Sinergi antara TP PKK dan DWP dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kesetaraan gender secara menyeluruh.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Kalbar yang selama ini terus mendorong peran perempuan melalui pendekatan keluarga dan masyarakat. Sinergi ini sangat berarti dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ungkapnya.

Windy menegaskan, pengarusutamaan gender bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia. DWP Kalbar, kata dia, terus berupaya menghadirkan program-program yang mendorong peningkatan kapasitas perempuan, kemandirian, serta partisipasi aktif dalam berbagai sektor pembangunan.

Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai Kepala BPSDM Kalbar, Windy memastikan, bahwa pengembangan kompetensi aparatur sipil negara juga diarahkan pada penguatan nilai-nilai kepemimpinan yang adil, inklusif, dan berperspektif gender. Ia menilai, ASN yang memiliki pemahaman gender yang baik akan mampu melahirkan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Windy menyebut penghargaan yang diterimanya sebagai bentuk amanah sekaligus motivasi untuk terus menjaga konsistensi dalam mengawal isu pengarusutamaan gender di Kalimantan Barat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan daerah yang adil dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh perempuan yang terus berjuang mengambil peran dalam pembangunan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan setara,” jelas Windy.

Windy dikenal konsisten mendorong agar pengarusutamaan gender tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembangunan.

Ia juga aktif membangun sinergi dengan organisasi perempuan, perangkat daerah, hingga komunitas masyarakat untuk memastikan perempuan memiliki ruang partisipasi yang setara dalam proses pembangunan.

Windy menegaskan komitmennya terhadap pengarusutamaan gender harus terus diperkuat agar pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat yang adil bagi semua.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pengarusutamaan gender. Menurutnya, keberhasilan PUG sangat bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memperjuangkan peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Kalimantan Barat. Kesetaraan gender bukan hanya soal perempuan, tetapi tentang keadilan dan kemajuan bersama,” pungkas Windy. (Lid)

Test 123
Test 123
Saturday, 17/01/2026


ko_1768299981_FCi4Jr2d5A.png
Dandim 1206/Putussibau meninjau progres pembangunan KDKMP di Sibau Hulu untuk memastikan program ekonomi desa berjalan optimal (Foto: istimewa)​

KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.

Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.

“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.

Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.

“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.

Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.

“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)

Bangun Budaya Hidup Sehat, BPSDM Kalbar Dorong ASN Rutin Olahraga 30 Menit Sehari
Bangun Budaya Hidup Sehat, BPSDM Kalbar Dorong ASN Rutin Olahraga 30 Menit Sehari
Friday, 16/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.

Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.

“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.

Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.

“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.

Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.

“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)

BPSDM Kalbar Raih Akreditasi Diklat Ideologi Pancasila, Tegaskan Peran sebagai Kawah Candradimuka ASN
BPSDM Kalbar Raih Akreditasi Diklat Ideologi Pancasila, Tegaskan Peran sebagai Kawah Candradimuka ASN
Monday, 05/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM Provinsi Kalimantan Barat) kembali menorehkan capaian strategis di awal 2026. Lembaga ini resmi meraih penambahan status terakreditasi sebagai penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kalimantan Barat.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 49 Tahun 2025, yang ditetapkan di Jakarta pada 27 November 2025. Dalam lampiran keputusan itu, BPSDM Kalbar tercatat sebagai salah satu lembaga dengan kategori akreditasi istimewa.

Capaian ini menegaskan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas BPSDM Kalbar dalam menjamin mutu, efektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan diklat pembinaan ideologi Pancasila secara sistematis dan berkelanjutan.

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa status akreditasi ini menjadi pijakan penting untuk memperluas peran strategis BPSDM dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM Kalbar harus menjadi kawah candradimuka ASN Kalbar, tempat menempa kompetensi, integritas, dan karakter kebangsaan aparatur. Ideologi Pancasila menjadi fondasi utama dalam membentuk ASN yang profesional, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Windy, kemarin.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan interpersonal sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan ASN. Menurutnya, kompetensi teknis yang baik perlu diimbangi dengan kemampuan membangun relasi kerja yang sehat dan produktif.

“Kemampuan interpersonal adalah kunci membangun hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif. Jika aparatur mampu berkomunikasi dengan baik, saling menghargai, dan bekerja bersama, maka kualitas pelayanan publik akan meningkat signifikan,” jelasnya.

Windy menegaskan, pembinaan ideologi Pancasila melalui diklat tidak berhenti pada pemahaman nilai, tetapi harus terinternalisasi dalam sikap dan perilaku aparatur sehari-hari, termasuk etika pelayanan publik dan sensitivitas sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan keputusan BPIP tersebut, status akreditasi ini berlaku selama empat tahun sejak tanggal penetapan. Dalam periode itu, BPSDM Kalbar berwenang menyelenggarakan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila sesuai pedoman dan standar nasional yang ditetapkan BPIP.

Keberhasilan ini menempatkan BPSDM Kalbar sejajar dengan lembaga pengembangan SDM aparatur tingkat nasional yang dinilai memiliki kapasitas unggul dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ideologi Pancasila.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat rekam jejak kepemimpinan Windy Prihastari dalam mendorong transformasi BPSDM Kalbar menjadi lembaga pembelajaran aparatur yang adaptif, berintegritas, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Barat. (Lid)

BPSDM Kalbar Hadirkan ASN Kalbar Peduli, Perkuat Empati dan Kepemimpinan Aparatur
BPSDM Kalbar Hadirkan ASN Kalbar Peduli, Perkuat Empati dan Kepemimpinan Aparatur
Saturday, 27/12/2025


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan inovasi ASN Kalbar Peduli sebagai gerakan kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai kemanusiaan aparatur. Program ini dilaksanakan pada 24 Desember 2025 sebagai bentuk kehadiran ASN untuk masyarakat yang membutuhkan dukungan.

ASN Kalbar Peduli didorong menjadi ruang untuk menumbuhkan empati, kepekaan sosial, serta rasa tanggung jawab moral aparatur negara. ASN tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Inovasi ini juga sejalan dengan penguatan karakter ASN Kalbar berkarakter leader, khususnya pada nilai empati sebagai kemampuan memahami, merasakan, dan peduli terhadap kondisi orang lain.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa BPSDM merupakan kawah candradimuka bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Karena itu, kami harus menyiapkan berbagai bekal kompetensi bagi ASN Kalimantan Barat agar memiliki kemampuan yang baik, berintegritas, disiplin, serta sejalan dengan nilai dan tagline nasional ASN BerAKHLAK,” ujarnya.

Windy menjelaskan, penguatan kapasitas ASN saat ini difokuskan pada jabatan pimpinan tinggi pratama, sekaligus diperkuat dengan inovasi kepemimpinan berbasis karakter leader. Menurutnya, empati menjadi fondasi penting dalam membentuk kepemimpinan yang kuat.

“Leadership itu diawali dari kepedulian. Ketika kita memahami masalah di sekitar kita, dari situlah inovasi lahir,” tegasnya.

Windy menyebut ASN Kalbar Peduli merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian sosial dapat membentuk pemimpin yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain memperkuat karakter dan empati ASN, BPSDM Kalbar juga terus meningkatkan peran strategisnya, termasuk menyiapkan diri sebagai penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Selama ini, peserta PKN II dari Kalbar harus mengikuti pelatihan di luar daerah.

“Ke depan, BPSDM Kalbar siap menyelenggarakan PKN II secara mandiri dan membuka peluang bagi peserta dari provinsi lain. Ini tentu memberi nilai tambah sekaligus kontribusi bagi PAD,” jelasnya.

Untuk menarik minat peserta luar daerah, BPSDM Kalbar terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi, dan daya saing penyelenggaraan pelatihan.

“Karena itu, kami terus mengajak ASN Kalbar untuk berinovasi, menghadirkan perubahan, dan membiasakan perubahan yang baik dalam birokrasi,” pungkasnya. (Lid)