Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
yanieta arbiastutie kamtono
Kunjungi TK Adhyaksa XI, Bunda PAUD Dorong Pendidikan Ramah Anak
Kunjungi TK Adhyaksa XI, Bunda PAUD Dorong Pendidikan Ramah Anak
Thursday, 15/01/2026


KALBARONLINE.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, melakukan kunjungan ke Taman Kanak-kanak (TK) Adhyaksa XI, Kamis (15/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pontianak memastikan layanan pendidikan anak usia dini berjalan optimal, aman, dan berkualitas.

Dalam kunjungannya, Yanieta menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan kepribadian anak. Karena itu, seluruh satuan PAUD didorong untuk menghadirkan proses belajar yang menyenangkan sekaligus ramah anak.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Kami terus mendorong satuan PAUD, termasuk TK Adhyaksa XI, agar memberikan layanan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan ramah anak,” ujarnya.

Yanieta juga mengapresiasi peran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Pontianak bersama para tenaga pendidik yang konsisten mendukung penyelenggaraan PAUD di Kota Pontianak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua perlu terus diperkuat agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.

“Kami melihat TK Adhyaksa XI memiliki komitmen yang baik dalam pengembangan karakter dan kreativitas anak. Kolaborasi semua pihak harus terus dijaga agar tujuan pendidikan tercapai,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan berkelanjutan meningkatkan kualitas PAUD melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pendidik dan peserta didik, sekaligus mempererat kerja sama Pemkot Pontianak dengan Kejaksaan Negeri Pontianak dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.

Sementara itu, Ketua IAD Daerah Pontianak, Atik Eko Purnomo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bunda PAUD Kota Pontianak ke TK Adhyaksa XI. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan anak usia dini.

“Atas nama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Pontianak, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini,” ucapnya.

Atik menjelaskan, TK Adhyaksa XI merupakan wujud komitmen Kejaksaan Republik Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Berdiri sejak 1975, TK Adhyaksa XI saat ini telah terakreditasi A dengan jumlah peserta didik sebanyak 52 anak.

Selain kegiatan belajar utama, TK Adhyaksa XI juga dilengkapi berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti menari, TPA, angklung, dan marching band sebagai sarana pengembangan bakat, karakter, dan kreativitas anak.

Menurut Atik, pendidikan anak usia dini berperan penting sebagai fondasi pembentukan kepribadian generasi penerus bangsa. Karena itu, sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Daerah, tenaga pendidik, dan orang tua menjadi kunci agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

“Kunjungan Ibu Wali Kota selaku Bunda PAUD menjadi motivasi dan penyemangat bagi guru serta anak-anak TK Adhyaksa XI. Ini menunjukkan perhatian besar Pemkot Pontianak terhadap pembinaan generasi muda sejak usia dini,” pungkasnya. (Red)

Lenggak-lenggok Cerite Kote II Pukau Rombongan Dharma Wanita Kemenag Kalbar
Lenggak-lenggok Cerite Kote II Pukau Rombongan Dharma Wanita Kemenag Kalbar
Wednesday, 14/01/2026


KALBARONLINE.com – Satu per satu model melangkah ke panggung, membawa kisah yang dijahit rapi dalam balutan busana. Cerite Kote II, peragaan busana yang merangkum identitas Kota Pontianak, tampil memukau di hadapan rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat saat berkunjung ke Dekranasda Kota Pontianak, Rabu (14/1/2026).

Melalui lenggak-lenggok yang anggun, Cerite Kote II menghadirkan ikon-ikon Pontianak, mulai dari bangunan bersejarah, denyut Sungai Kapuas, motif corak insang dan kalengkang, hingga warna-warna keberagaman etnis yang hidup di Kota Khatulistiwa. Setiap busana seolah berbicara, merangkai cerita tentang kota, budaya, dan kerja kolektif para perajin lokal.

Di bangku penonton, rombongan Dharma Wanita Kemenag Kalbar menyimak dengan penuh antusias. Senyum, decak kagum, hingga sorakan kecil terdengar, menyertai setiap tampilan busana yang merepresentasikan kekayaan kriya dan fesyen lokal Pontianak.

Cerite Kote II menjadi penanda bahwa ekonomi kreatif dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Bahwa sebuah kota bisa dikenang melalui busana, dan produk kriya lokal mampu tampil percaya diri di panggungnya sendiri. Sajian ini sekaligus mencerminkan peran Dekranasda Kota Pontianak dalam mengembangkan UMKM Center dan Galeri Dekranasda sebagai ruang pembinaan, kurasi, dan pemasaran produk UMKM.

“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen,” ujar Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.

Yanieta menjelaskan, harga produk yang dipasarkan di Dekranasda tidak dinaikkan dan tetap mengikuti harga yang ditetapkan pengrajin. Sejak diresmikan, UMKM Center juga aktif menjadi pusat pelatihan dan pendampingan yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta organisasi perempuan. Ia pun membuka peluang kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar.

“Perempuan punya peran strategis. Melalui kolaborasi, kita bisa membina lebih banyak perempuan hebat, meningkatkan kompetensi, memperluas pasar, dan menggerakkan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Kalbar, Salbia Muhajirin, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Dekranasda Kota Pontianak. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, sekaligus menjadi ajang pembelajaran ekonomi bagi anggota Dharma Wanita.

Ia menuturkan, Dharma Wanita Persatuan memiliki program di bidang ekonomi keluarga. Karena itu, kunjungan ke UMKM Center dan Galeri Dekranasda menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung potensi produk lokal Kalimantan Barat yang selama ini belum sepenuhnya dikenal oleh semua anggota.

“Kami datang bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga belajar. Ternyata di Kota Pontianak ini banyak sekali produk lokal yang berkualitas dan layak dibanggakan. Selama ini kadang kita lebih tertarik pada produk luar, padahal produk daerah kita tidak kalah bagus,” ujarnya.

Salbia juga menceritakan pengalaman Kementerian Agama yang telah memiliki batik khas sebagai seragam ASN Kemenag, serta kerap mengangkat kekayaan lokal melalui peragaan busana dalam peringatan HAB di berbagai daerah.

Sebagai sosok yang berasal dari Gorontalo, ia mengaku terkesan dengan keragaman kriya dan fesyen Kalimantan Barat. Menurutnya, setiap daerah memiliki ciri khas kuat, mulai dari corak insang Pontianak, tenun Melawi dan Sintang, hingga berbagai produk unggulan dari Ketapang dan kabupaten lainnya.

“Kalimantan Barat ini luar biasa. Setiap kabupaten dan kota punya identitas sendiri. Saya pribadi senang menggunakan dan memperkenalkan produk Kalimantan Barat, bahkan ketika pulang ke daerah asal saya,” ungkapnya.

Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap Dekranasda dapat menjadi narasumber dan mitra pelatihan bagi anggota Dharma Wanita di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Insya Allah, ke depan kami ingin mengundang Dekranasda Kota Pontianak untuk berbagi ilmu dan pengalaman, agar ibu-ibu Dharma Wanita semakin berdaya secara ekonomi dan semakin mencintai produk lokal,” pungkasnya. (Red)

Bangun SDM Sejak Usia Dini, TP PKK Pontianak Perkuat PAUD dan Kapasitas Perempuan
Bangun SDM Sejak Usia Dini, TP PKK Pontianak Perkuat PAUD dan Kapasitas Perempuan
Tuesday, 30/12/2025


KALBARONLINE.com – TP PKK Kota Pontianak terus memantapkan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sejak dini melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pemberdayaan perempuan. Komitmen ini diwujudkan melalui pertemuan rutin yang dirangkai dengan lokakarya pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Indonesia Emas, yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Senin (29/12/2025).

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono mengatakan, peningkatan kualitas perempuan dan penguatan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan. Dalam kegiatan tersebut, TP PKK menggandeng Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo sebagai mitra strategis untuk memperkuat program ke depan.

“Selain pertemuan rutin, hari ini kami juga melaksanakan lokakarya bersama PPSW Borneo. Ke depan, kami akan berkolaborasi untuk mengadakan kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya kader PKK di Kota Pontianak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Pontianak juga menyerahkan tali asih dan penghargaan kepada sejumlah guru PAUD yang telah purnatugas. Para pendidik ini merupakan sosok yang telah mengabdikan diri sejak awal berdirinya PAUD binaan PKK Kota Pontianak.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada guru-guru PAUD yang telah mengabdi selama kurang lebih 19 tahun, sejak tahun 2006 hingga sekarang,” jelasnya.

Yanieta menegaskan, dedikasi para guru PAUD berperan besar dalam membangun pondasi pendidikan usia dini di Kota Pontianak. Peran mereka tidak hanya sebatas mengajar, tetapi ikut membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

Saat ini terdapat 274 lembaga PAUD yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Kota Pontianak. Keberadaan ratusan PAUD ini diharapkan mampu menjamin pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak.

“Dengan PAUD yang sudah menjangkau seluruh kecamatan dan kelurahan, kami berharap tidak ada lagi anak di Kota Pontianak yang tidak mengenyam pendidikan PAUD. Semua anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang sama dan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta juga terus menggaungkan program wajib belajar 13 tahun, salah satunya dengan mewajibkan anak mengikuti pendidikan PAUD minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar.

“PAUD kini menjadi syarat penting bagi anak usia 5 sampai 6 tahun sebelum masuk SD. Ini bagian dari upaya menyiapkan anak secara mental, sosial, dan akademik,” katanya.

Ia menambahkan, PAUD memiliki peran strategis sebagai fondasi pembentukan karakter, kemampuan sosial, bahasa, hingga kognitif anak. Dengan konsep belajar sambil bermain, anak dinilai lebih siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

“PAUD adalah fondasi utama. Dari sini karakter, mental, kemampuan sosial, kognitif, dan bahasa anak dibentuk. Fondasi kuat sejak dini akan menentukan kualitas generasi kita ke depan,” pungkasnya. (*)

Enam Perempuan Hebat Pontianak Jadi Inspirasi di Hari Ibu, Dapat Bantuan Sepeda
Enam Perempuan Hebat Pontianak Jadi Inspirasi di Hari Ibu, Dapat Bantuan Sepeda
Wednesday, 24/12/2025


KALBARONLINE.com – Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Kota Pontianak tahun ini terasa lebih bermakna. Enam perempuan hebat yang dinilai inspiratif meski hidup dalam keterbatasan, menerima bantuan sepeda sebagai bentuk apresiasi. Mereka adalah Yuliana Lili, Parni, Linda, Wahiden, Ade Nia Damayanti, dan Linda Fardini.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan agar semakin berdaya dan naik level.

“Mereka adalah perempuan yang tetap tegar dan kuat menghadapi tantangan tidak mudah,” ujarnya usai Peringatan Hari Ibu Ke-97 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Rabu (24/12/2025).

Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2025’. Yanieta mengajak seluruh perempuan, baik di pemerintahan maupun masyarakat, untuk berkontribusi maksimal sesuai perannya.

“Ke depan seorang ibu punya tugas penting di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perempuan, sembari mengapresiasi berbagai program Pemkot Pontianak yang telah berjalan.

Perayaan digelar sederhana namun hangat. Selain penyerahan bantuan, juga dilakukan peluncuran busana bermotif corak insang oleh Dekranasda Kota Pontianak, pemotongan tumpeng, pengumuman lomba video anak, hingga pembacaan sejarah singkat Hari Ibu.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Norsan yang turut hadir, menilai langkah Kota Pontianak mengangkat figur perempuan hebat sebagai inspirasi adalah langkah tepat.

“Para ibu harus terus semangat. Kuatnya seorang ibu adalah tiang keluarga. Saya apresiasi kegiatan ini, dan berharap bisa dicontoh daerah lain,” ujarnya. Ia bahkan mendorong agar ke depan ada usulan program bedah rumah bagi enam sosok penerima apresiasi.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa kontribusi perempuan sangat besar dalam pembangunan kota. Berdasarkan data per 31 Juli 2025, jumlah penduduk Kota Pontianak mencapai 691.444 jiwa, dengan jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

“Peran perempuan di Kota Pontianak sangat besar, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam menyiapkan masa depan kota,” kata Edi.

Ia mengakui masih ada tantangan sosial, termasuk kondisi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun menurutnya, perempuan justru memainkan peran penting dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Hal itu terlihat dari keberhasilan program pembiayaan masyarakat yang sebagian besar dikelola ibu-ibu, dengan tingkat pengembalian mencapai 96,8 persen.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, akan terus memperkuat program pemberdayaan perempuan, mulai dari dukungan UMKM, Sekolah Rakyat untuk anak keluarga kurang mampu, hingga program makan bergizi gratis yang juga membuka lapangan kerja bagi perempuan.

“Selamat Hari Ibu 2025. Semoga para ibu terus diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan peran mulianya,” tutupnya. (Red)

Dari Sarasehan Nasional, Yanieta Paparkan Peran Strategis Istri Wali Kota dalam Branding Daerah
Dari Sarasehan Nasional, Yanieta Paparkan Peran Strategis Istri Wali Kota dalam Branding Daerah
Saturday, 20/12/2025


KALBARONLINE.com – Upaya memperkuat citra dan identitas daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran strategis Ketua TP PKK dan Dekranasda. Hal itu mengemuka dalam Sarasehan Istri Wali Kota se-Indonesia yang digelar di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan yang diikuti istri wali kota dari berbagai daerah ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mempererat silaturahmi. Para peserta saling bertukar gagasan, berdiskusi, hingga menyampaikan aspirasi terkait peran pendamping kepala daerah dalam mendukung pembangunan nonformal.

Sarasehan ini mengusung tema Peran Ketua Dekranasda dan TP PKK dalam Interpersonal Branding dan Promosi Identitas Kota. Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan personal dalam memperkenalkan potensi, budaya, serta keunikan daerah kepada publik yang lebih luas.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, turut hadir sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyoroti peran Ketua Dekranasda dan TP PKK sebagai “duta daerah” yang mampu membangun citra positif kota melalui komunikasi interpersonal dan promosi identitas lokal.

“Forum ini membahas bagaimana peran Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK di daerah masing-masing dapat memperkuat branding kota melalui pendekatan personal dan promosi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Yanieta, sinergi antara TP PKK dan Dekranasda menjadi kunci dalam mengenalkan potensi daerah, khususnya produk kerajinan dan kearifan lokal, agar memiliki daya saing dan nilai tambah di tingkat nasional hingga global.

Ia berharap sarasehan nasional tersebut menjadi bekal, inspirasi, sekaligus penguat peran para Ketua TP PKK dan Dekranasda dalam mendukung pembangunan daerah.

“Semoga kegiatan ini memberi manfaat dan wawasan bagi kita semua dalam mengemban amanah sebagai Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK di daerah,” pungkas Yanieta yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kota Pontianak. (Red)

Yanieta Dianugerahi Penghargaan Gender Champion atas Dukungan Pengarusutamaan Gender
Yanieta Dianugerahi Penghargaan Gender Champion atas Dukungan Pengarusutamaan Gender
Friday, 05/12/2025


KALBARONLINE.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, dianugerahi Penghargaan Gender Champion oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan pada peringatan Hari Ibu ke-97 di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (4/12/2025).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Yanieta dalam mendukung dan memperkuat pengarusutamaan gender (PUG) di Kota Pontianak, termasuk mendorong pemerataan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

Yanieta menyebut penghargaan ini bukan pencapaian pribadi, tapi hasil kerja kolektif bersama kader dan relawan PKK yang selama ini bergerak membantu perempuan rentan, perempuan kepala keluarga, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Anugerah ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua yang berkomitmen mendampingi perempuan rentan, perempuan kepala keluarga, dan anak-anak agar mendapatkan perlindungan dan keadilan sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen TP PKK Kota Pontianak untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar berkembang dan mandiri melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, penguatan kapasitas, hingga peningkatan partisipasi perempuan dalam masyarakat.

“Kami ingin memastikan mereka mendapat kesempatan setara sehingga dapat mandiri dan berdaya,” terang Yanieta.

Ia juga menyoroti peran perempuan kepala keluarga, perempuan rentan, guru PAUD dan kader PKK sebagai bagian penting dalam gerakan pemberdayaan perempuan di Kota Pontianak.

“Banyak perempuan di Kota Pontianak yang kini memiliki kesempatan untuk berperan lebih luas. Termasuk guru PAUD dan kader PKK yang terus kami dorong berdaya dan mandiri,” tuturnya.

Yanieta berharap Penghargaan Gender Champion menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus berkarya dan aktif berkontribusi dalam keluarga serta masyarakat.

“Insyaallah, perempuan-perempuan ini akan menjadi sosok yang berdaya tidak hanya untuk dirinya, tapi juga bagi keluarganya,” pungkasnya. (Humas.pkk-pontianak)