Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
yuni kartika
Naik ke Level Super 100, Yuni Kartika Sebut Indonesia Masters Jadi Tantangan Baru Pontianak
Naik ke Level Super 100, Yuni Kartika Sebut Indonesia Masters Jadi Tantangan Baru Pontianak
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menyebut peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di Hotel Aston Pontianak, Senin (31/8/2026).

Setelah sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak kembali menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berlangsung 1-6 September 2026.

Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tersebut memiliki level kompetisi lebih tinggi karena masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, peningkatan level turnamen menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara. Namun, pengalaman menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi bekal penting untuk kembali menghadirkan pertandingan bulu tangkis internasional di Pontianak.

Ia juga menyoroti antusiasme masyarakat pada Polytron Pontianak International Challenge 2026. Menurutnya, dukungan penonton pada turnamen sebelumnya sangat luar biasa dan diharapkan kembali hadir pada Indonesia Masters 2026.

Yuni bahkan berharap atmosfer pertandingan kali ini dapat berlangsung lebih meriah dengan semakin banyak masyarakat yang datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani.

“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, penyelenggara ingin semakin banyak Badminton Lovers datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional,” katanya.

Harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 sendiri tetap dipatok Rp20.000. Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026 sebelumnya.

Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak.

Menurut Yuni, harga tiket yang terjangkau diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis internasional secara langsung.

Apalagi, Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 menghadirkan persaingan yang lebih tinggi dengan status sebagai bagian dari BWF World Tour Super 100.

Turnamen tersebut diikuti 356 atlet dari 17 negara. Selain Indonesia, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.

Yuni berharap antusiasme masyarakat tidak hanya menjadi kemeriahan di tribun, tetapi juga memberikan energi tambahan bagi para atlet yang bertanding.

Ia menilai kehadiran penonton menjadi bagian penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan internasional di Pontianak.

Penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi kelanjutan dari rangkaian turnamen internasional yang digelar di Kota Khatulistiwa.

Sebelumnya, Polytron Pontianak International Challenge 2026 berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dengan pengalaman tersebut, Yuni berharap penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 dapat berlangsung lancar sekaligus semakin memperkuat posisi Pontianak sebagai salah satu kota yang mampu menggelar event bulu tangkis internasional.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami, tetapi kami juga bangga karena masyarakat Pontianak bisa kembali menyaksikan pertandingan internasional dengan persaingan yang lebih ketat,” pungkasnya.

Antusiasme Warga Kalbar Bikin Panitia Polytron International Challenge Kaget
Antusiasme Warga Kalbar Bikin Panitia Polytron International Challenge Kaget
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com – Antusiasme warga Kalimantan Barat menyaksikan Polytron Pontianak International Challenge 2026 ternyata di luar dugaan panitia. Hingga memasuki hari ketiga, turnamen bulutangkis internasional yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak itu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Ketua Panitia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan pelaksanaan turnamen hingga hari ketiga berjalan dengan baik. Namun, salah satu hal yang paling mendapat perhatian panitia adalah tingginya jumlah penonton yang hadir langsung ke arena pertandingan.

“Luar biasa. Bagi kami sebagai panitia penyelenggara, antusiasme penonton di luar dugaan,” ungkap Yuni.

Menurutnya, GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak memiliki kapasitas sekitar 1.700 penonton. Melihat antusiasme yang sudah terlihat sejak babak awal, panitia memperkirakan jumlah penonton akan semakin meningkat ketika turnamen memasuki babak semifinal dan final.

“Kalau mereka datang, kami berharap stadion bisa penuh pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat positif terhadap bulu tangkis Indonesia dan BWF,” kata Yuni.

Antusiasme masyarakat tersebut juga terlihat dari penjualan tiket. Panitia berharap masyarakat yang telah membeli tiket dapat hadir langsung ke GOR untuk memberikan dukungan kepada para pemain yang bertanding.

Dukungan penonton dinilai dapat menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih meriah sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para atlet yang tampil di Pontianak.

Di sisi lain, Yuni mengatakan Polytron Pontianak International Challenge 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi pemain Indonesia, terutama atlet muda, untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.

“Saya melihat sejauh ini sangat baik. Yang kami prioritaskan adalah bagaimana pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda, bisa mendapatkan pengalaman dan berprestasi,” ujar Yuni.

Menurutnya, sejumlah pemain senior juga memanfaatkan turnamen di Pontianak untuk mencoba sektor permainan yang berbeda. Ia mencontohkan Apri dan Bagas yang tampil di sektor ganda campuran.

Bagi PBSI, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding sekaligus membantu pemain muda mengumpulkan poin ranking internasional.

“Bagi PBSI, turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi pemain muda untuk meraih poin ranking internasional, meningkatkan peringkat, dan nantinya bisa bertanding di level yang lebih tinggi,” katanya.

Hingga hari ketiga, sejumlah wakil Indonesia masih mampu melangkah di tengah persaingan ketat. Para pemain harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari sejumlah negara Asia, di antaranya Malaysia, Thailand, China Taipei dan Jepang.

Yuni berharap para atlet Indonesia dapat memanfaatkan turnamen tersebut untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang di level internasional.

“Harapannya, mereka mendapatkan pengalaman dan jam terbang, sekaligus bisa mengukur kemampuan mereka dibandingkan pemain dari negara lain. Kami tentunya ingin sebanyak mungkin wakil Indonesia tampil di lima partai final nanti,” ujarnya.

Dengan persaingan yang semakin mengerucut menuju babak akhir, panitia berharap dukungan masyarakat Kalimantan Barat terus meningkat. Kehadiran penonton diharapkan tidak hanya memeriahkan pertandingan, tetapi juga menunjukkan bahwa Pontianak mampu menghadirkan atmosfer kompetisi bulutangkis bertaraf internasional.