Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Jumat, 31 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mencatat capaian strategis dalam tata ruang nasional pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, nilai investasi yang bersumber dari produk persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang menjadi kewenangan pusat mencapai Rp 357,17 triliun.
Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut membuktikan bahwa kebijakan penataan ruang telah menjadi penggerak ekonomi nasional dan bukan hanya dokumen administrasi.
“Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan penataan ruang tidak lagi berhenti di atas meja perencanaan, tapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi nasional. Tata ruang kini menjadi fondasi strategis dalam memastikan arah pembangunan yang terukur, efisien, dan berkeadilan,” ujar Menteri Nusron.
Produk KKPR berfungsi sebagai instrumen penting dalam memastikan setiap rencana investasi telah sesuai dengan rencana tata ruang sebelum mendapatkan perizinan usaha. Dengan adanya kepastian ruang, investor memiliki dasar hukum yang kuat dalam menentukan lokasi kegiatan usaha.
Menteri Nusron menegaskan, bahwa meningkatnya nilai investasi dari KKPR mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap tata kelola ruang di Indonesia yang semakin transparan, terukur, dan berbasis data.
“Investor kini tidak lagi ragu untuk menanamkan modal karena mereka melihat adanya transparansi, prediktabilitas, dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid. Semua dimulai dari kepastian ruang,” tegasnya.
Capaian tersebut diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan iklim investasi yang sehat, menciptakan pemerataan pembangunan, serta mendukung strategi pemerintah dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Jau/*)
KALBARONLINE.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mencatat capaian strategis dalam tata ruang nasional pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, nilai investasi yang bersumber dari produk persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang menjadi kewenangan pusat mencapai Rp 357,17 triliun.
Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut membuktikan bahwa kebijakan penataan ruang telah menjadi penggerak ekonomi nasional dan bukan hanya dokumen administrasi.
“Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan penataan ruang tidak lagi berhenti di atas meja perencanaan, tapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi nasional. Tata ruang kini menjadi fondasi strategis dalam memastikan arah pembangunan yang terukur, efisien, dan berkeadilan,” ujar Menteri Nusron.
Produk KKPR berfungsi sebagai instrumen penting dalam memastikan setiap rencana investasi telah sesuai dengan rencana tata ruang sebelum mendapatkan perizinan usaha. Dengan adanya kepastian ruang, investor memiliki dasar hukum yang kuat dalam menentukan lokasi kegiatan usaha.
Menteri Nusron menegaskan, bahwa meningkatnya nilai investasi dari KKPR mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap tata kelola ruang di Indonesia yang semakin transparan, terukur, dan berbasis data.
“Investor kini tidak lagi ragu untuk menanamkan modal karena mereka melihat adanya transparansi, prediktabilitas, dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid. Semua dimulai dari kepastian ruang,” tegasnya.
Capaian tersebut diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan iklim investasi yang sehat, menciptakan pemerataan pembangunan, serta mendukung strategi pemerintah dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Jau/*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini