Pontianak    

Pesona Lapis Legit Cedaff, Bikin 900 Cetak Saat Lebaran Idul Fitri 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 18 Maret 2026
Pesona Lapis Legit Cedaff, Bikin 900 Cetak Saat Lebaran Idul Fitri 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Keputusan berani diambil Ryan Dwi Sulistiawan untuk resign dari pekerjaannya pada 2023 kini berbuah manis. Usaha rumahan kue lapis legit yang dirintisnya bersama sang istri, Nadya Kartikaningtias (Nia), sukses dibanjiri hingga 900 pesanan menjelang Idul Fitri 2026.

Usaha kue Lapis Legit Cedaff yang berdiri sejak 2018 itu kini menjadi salah satu produk lapis legit yang banyak diminati di Pontianak, bahkan pengirimannya telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Ryan mengungkapkan, pada momen Lebaran tahun ini pihaknya menerima sekitar 900 pesanan kue lapis. Pesanan tersebut datang tidak hanya dari Pontianak, tetapi juga dari luar daerah seperti Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, hingga Balikpapan.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat sekitar 900 cetakan. Kalau dibandingkan tahun lalu memang sedikit turun karena sebelumnya ada pesanan besar dari instansi, tapi untuk pesanan perorangan justru meningkat,” ujarnya.

Untuk memenuhi ratusan pesanan tersebut, produksi dimulai sejak awal Maret 2026. Dalam sehari, ia mampu memproduksi hingga 90 lebih kue lapis, dengan melibatkan sekitar delapan pekerja dari masyarakat sekitar.

Untuk membuat 900 kue lapis legit, Ryan menyebut pihaknya menggunakan hingga 30 ribu butir telur. Ia menegaskan seluruh produknya dibuat dari bahan premium tanpa campuran.

“Kita pakai butter murni dan full kuning telur, tanpa campuran putih telur atau tepung. Jadi memang kualitas yang kita jaga,” jelasnya.

Harga yang dijual pun bervariasi mulai dari Rp 415 ribu hingga Rp 495 ribu untuk ukuran besar, dan Rp 225 ribu hingga Rp 285 ribu untuk ukuran kecil.

Selain varian original dan prunes yang menjadi best seller, Cedaff juga menawarkan berbagai pilihan rasa seperti keju, coklat keju, dairy milk, mocca, hingga coklat hazelnut.

Tak hanya kue lapis, mereka juga menjual lempok durian yang cukup diminati, terutama oleh konsumen luar Kalimantan Barat.

Ryan juga menjelaskan, sistem penjualan yang digunakan masih berbasis pre-order (PO) tanpa toko fisik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus menyesuaikan dengan tingginya biaya produksi.

“Karena bahan baku cukup mahal, kita fokus di pre-order. Paling ready hanya varian original,” katanya.

Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Cedaff juga menghadirkan program tabungan khusus menjelang hari besar seperti Lebaran, Imlek, dan Natal. Program ini memungkinkan pelanggan mencicil pembayaran tanpa tekanan atau denda.

“Kalau tidak bisa setor bulan ini, bisa bulan depan. Yang penting lunas sebelum hari H. Kalau batal pun uang kita kembalikan,” tambahnya.

Ryan menegaskan, di tengah persaingan usaha kue lapis yang semakin ketat, kunci utama bertahan adalah menjaga kualitas rasa dan pelayanan kepada pelanggan.

“Persaingan pasti ada, tapi kita tetap fokus di kualitas rasa dan pelayanan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Wagub Kalbar Krisantus Lepas 1.210 Pemudik Gratis, Doakan Selamat Sampai Tujuan
Rabu, 18 Maret 2026
Artikel Sebelumnya
850 Orang Tinggalkan Kalbar, Arus Mudik di Pelabuhan Dwikora Meningkat
Rabu, 18 Maret 2026

Berita terkait