Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 17 September 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) demi menjaga keselamatan personel serta keamanan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut ditunjukkan General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, melalui inspeksi lapangan di sejumlah titik rawan karhutla di Kalimantan Tengah pada 14–15 September 2026.
Didampingi jajaran manajemen Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Riko menempuh perjalanan darat dari Palangkaraya menuju Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di sekitar jaringan transmisi dan aset kelistrikan, sekaligus memastikan kesiapan personel serta peralatan tanggap darurat dalam menghadapi potensi karhutla.
Rangkaian inspeksi difokuskan pada Gardu Induk (GI) Parenggean dan GI Nanga Bulik. Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena berada di wilayah yang memiliki potensi ancaman karhutla.
Selain memantau kondisi lingkungan di sekitar aset, manajemen PLN juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan pendukung penanganan karhutla.
Manager UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa kesiapan personel dan peralatan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran di sekitar aset ketenagalistrikan.
“Kami menyiagakan peralatan khusus dan APD penanganan Karhutla di setiap Gardu Induk. Para personel juga telah dibekali pelatihan tanggap darurat, sehingga siap mengamankan aset kelistrikan sekaligus mendukung penanganan Karhutla bersama tim posko siaga di daerah,” ujar Eko.
Menurutnya, kesiapan tersebut juga didukung pemantauan kondisi di sekitar aset dan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kebakaran yang mendekati infrastruktur PLN, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Inspeksi lapangan itu sekaligus menjadi sarana bagi manajemen untuk mengevaluasi kesiapan PLN menghadapi kondisi karhutla yang dapat berubah dengan cepat. Hasil pemantauan menjadi bahan penguatan mitigasi, terutama untuk memastikan personel memahami perannya dan peralatan siap digunakan saat dibutuhkan.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga kesiapan personel dan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Kesiapan personel, kecukupan peralatan, dan penerapan standar K3 menjadi prioritas dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan memastikan seluruh perangkat dan personel siap, kami ingin setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga aset transmisi tetap terlindungi dan keselamatan petugas tetap menjadi yang utama,” jelas Riko.
Ia juga ingin memastikan bahwa seluruh personel di lapangan benar-benar memahami langkah penanganan dan dapat menjalankan tugas dengan aman, terutama ketika kondisi karhutla dan sebaran asap berubah sewaktu-waktu.
“Bagi kami, kesiapan bukan sekadar soal peralatan yang tersedia, tetapi juga tentang orang-orang yang menggunakannya dan bagaimana mereka bekerja bersama ketika kondisi di lapangan berubah. Karena itu, saya ingin memastikan langsung bahwa rekan-rekan di lapangan memiliki perlengkapan dan dukungan yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan aman,” pungkas Riko.
Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan memastikan personel siap, peralatan tersedia, dan aset terlindungi, PLN berupaya menjaga keberlangsungan pasokan listrik sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) demi menjaga keselamatan personel serta keamanan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut ditunjukkan General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, melalui inspeksi lapangan di sejumlah titik rawan karhutla di Kalimantan Tengah pada 14–15 September 2026.
Didampingi jajaran manajemen Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Riko menempuh perjalanan darat dari Palangkaraya menuju Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di sekitar jaringan transmisi dan aset kelistrikan, sekaligus memastikan kesiapan personel serta peralatan tanggap darurat dalam menghadapi potensi karhutla.
Rangkaian inspeksi difokuskan pada Gardu Induk (GI) Parenggean dan GI Nanga Bulik. Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena berada di wilayah yang memiliki potensi ancaman karhutla.
Selain memantau kondisi lingkungan di sekitar aset, manajemen PLN juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan pendukung penanganan karhutla.
Manager UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa kesiapan personel dan peralatan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran di sekitar aset ketenagalistrikan.
“Kami menyiagakan peralatan khusus dan APD penanganan Karhutla di setiap Gardu Induk. Para personel juga telah dibekali pelatihan tanggap darurat, sehingga siap mengamankan aset kelistrikan sekaligus mendukung penanganan Karhutla bersama tim posko siaga di daerah,” ujar Eko.
Menurutnya, kesiapan tersebut juga didukung pemantauan kondisi di sekitar aset dan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kebakaran yang mendekati infrastruktur PLN, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Inspeksi lapangan itu sekaligus menjadi sarana bagi manajemen untuk mengevaluasi kesiapan PLN menghadapi kondisi karhutla yang dapat berubah dengan cepat. Hasil pemantauan menjadi bahan penguatan mitigasi, terutama untuk memastikan personel memahami perannya dan peralatan siap digunakan saat dibutuhkan.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga kesiapan personel dan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Kesiapan personel, kecukupan peralatan, dan penerapan standar K3 menjadi prioritas dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan memastikan seluruh perangkat dan personel siap, kami ingin setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga aset transmisi tetap terlindungi dan keselamatan petugas tetap menjadi yang utama,” jelas Riko.
Ia juga ingin memastikan bahwa seluruh personel di lapangan benar-benar memahami langkah penanganan dan dapat menjalankan tugas dengan aman, terutama ketika kondisi karhutla dan sebaran asap berubah sewaktu-waktu.
“Bagi kami, kesiapan bukan sekadar soal peralatan yang tersedia, tetapi juga tentang orang-orang yang menggunakannya dan bagaimana mereka bekerja bersama ketika kondisi di lapangan berubah. Karena itu, saya ingin memastikan langsung bahwa rekan-rekan di lapangan memiliki perlengkapan dan dukungan yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan aman,” pungkas Riko.
Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan memastikan personel siap, peralatan tersedia, dan aset terlindungi, PLN berupaya menjaga keberlangsungan pasokan listrik sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini