Pontianak    

Sehari Butuh 50-200 Kantong Darah, PMI Pontianak Ajak Warga Rutin Donor

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 07 October 2026
Sehari Butuh 50-200 Kantong Darah, PMI Pontianak Ajak Warga Rutin Donor
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai sekitar 50 hingga 200 kantong per hari. Tingginya kebutuhan tersebut salah satunya dipengaruhi banyaknya pasien dari berbagai daerah di Kalimantan Barat yang dirujuk ke rumah sakit di Pontianak.

Wakil Ketua Bidang Bantuan dan Bencana PMI Kota Pontianak, AKBP Purnawirawan Syarifah Salbiah, mengatakan salah satu rumah sakit dengan kebutuhan darah cukup tinggi adalah RSUD dr. Soedarso Pontianak.

“Permintaan darah yang paling banyak itu di Rumah Sakit Soedarso. Walaupun mereka sudah ada UDD, mereka belum bisa meng-cover kebutuhan mereka. Mereka masih meminta kebutuhan itu dipenuhi oleh PMI Kota Pontianak,” kata Salbiah saat menghadiri aksi donor darah di Aston Pontianak, Rabu (7/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI Kota Pontianak terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari hotel, organisasi, instansi pemerintah hingga masyarakat diajak rutin menggelar kegiatan donor darah.

“Saat ini Aston, dan biasanya juga ada hotel-hotel lain yang melaksanakan donor darah. Ini sangat membantu untuk pemenuhan kebutuhan darah di Kota Pontianak, khususnya untuk meng-cover pasien-pasien di Provinsi Kalimantan Barat yang dirawat di rumah sakit rujukan, Rumah Sakit Soedarso,” ujarnya.

Salbiah mengatakan kebutuhan 50 hingga 200 kantong darah per hari belum selalu terpenuhi. Dalam kondisi tertentu, stok darah dapat kosong. Namun, PMI berupaya mengatasinya melalui jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Ya, kadang kosong, tapi perlahan-lahan bisa terpenuhi karena berkat kerja sama. Kerja sama dari pihak perhotelan, organisasi, dinas dan instansi, serta masyarakat juga sudah menyadari betapa pentingnya untuk bersama-sama kita berjuang untuk kemanusiaan,” katanya.

PMI juga memiliki mekanisme komunikasi dengan para mitra melalui hotline. Ketika stok darah tertentu kosong dan membutuhkan pendonor, operator akan menghubungi pihak-pihak yang telah bekerja sama.

“Kita ada hotline. Apabila darah kosong, kita cek. Apabila sudah harus berdonor, dari pihak operator kami akan menghubungi dan alhamdulillah bisa terpenuhi sesuai dengan permintaan,” ujar Salbiah.

Dalam kegiatan donor darah, kata Salbiah, PMI tidak hanya mengandalkan pendonor baru. Sebagian besar pendonor yang sudah terdata merupakan pendonor rutin. Namun, pendonor pemula juga tetap berdatangan untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan darah.

Menurut Salbiah, pendonor darah dapat berasal dari usia 18 hingga 65 tahun. Saat ini, pendonor paling banyak berada pada rentang usia sekitar 40 tahun.

Namun, PMI juga mulai melihat semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi pendonor.

“Sekarang sih sudah cukup banyak. Karena kita juga di sekolah ada yang namanya relawan. Kemudian mereka juga memberikan edukasi kepada teman-teman sebayanya,” ujarnya.

Salbiah mengatakan kebutuhan darah saat ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, PMI perlu memperluas jaringan agar ketersediaan darah tetap terjaga.

“Kebutuhan meningkat, jadi untuk pemenuhan juga harus meningkat. Karena kita harus memperluas jaringan kita. Kita membuka diri untuk bekerja sama dengan siapa saja untuk memenuhi kebutuhan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
KAP Law Firm Edukasi Siswa Tanah Pinoh tentang Hukum dan Bahaya Perundungan
Wednesday, 07 October 2026
Artikel Sebelumnya
Sidang Perdana Class Action Karhutla Kalbar, Tergugat Pemerintah Pusat Mangkir
Wednesday, 07 October 2026

Berita terkait