Minimalisir kecelakaan
dan bekali etika lalu lintas kepada pelajar
KalbarOnline, Sekadau
– Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Sekadau akhir-akhir ini
menjadi atensi Polres Sekadau.
Upaya yang dilakukan Polres Sekadau dalam hal ini Satuan
Lalu Lintas untuk menekan angka laka lantas diantaranya upaya preemtif dengan
melakukan patroli, mendata jalan yang rusak dan berlubang, serta koordinasi
dengan instansi terkait.
Yang terakhir upaya preventif dengan memberikan imbauan dan
sosialisasi ke masyarakat dan para pelajar tentang pentingnya mematuhi
peraturan lalu lintas.
Sosialisasi atau penyuluhan ketertiban lalu lintas dan
angkutan jalan juga dilaksanakan langsung oleh Kasat Lantas Polres Sekadau, AKP
Laelan Sukur, saat menjadi pembina upacara di SMA Keling Kumang, Senin
(15/10/2018) pagi.
Kepada seluruh siswa serta dewan guru yang mengikuti
upacara, Kasat Lantas menjelaskan beberapa faktor penyebab kecelakaan lalu
lintas.
Diantaranya faktor manusia (human error), faktor kendaraan,
faktor jalan, faktor alam/cuaca, serta faktor teknologi yakni penggunaan ponsel
saat berkendara. Selain itu, tindakan pelanggaran juga menjadi salah satu
pemicu kecelakaan.
Rambu-rambu yang bersifat peringatan, bersifat larangan,
rambu perintah dan rambu petunjuk juga sudah dipasang sebagai acuan yang harus
diindahkan pengemudi dalam berkendara.
“Dari penjelasan tersebut diharapkan adik-adik pelajar SMK
Keling Kumang Sekadau mengemudi dengan beretika dan menjadi pelopor keselamatan
berlalu lintas dan lebih baik tidak membawa kendaraan jika belum memiliki SIM,”
imbau Kasat Lantas menutup sosialisasi.
Di waktu yang sama, sosialisasi serupa juga disampaikan KBO
Sat Lantas Polres Sekadau Ipda Arisman dengan menjadi pembina upacara di SMAN
Sekadau Hilir.
Upaya sosialisasi ini bertujuan untuk menekan dan
meminimalisir kecelakaan lalu lintas khususnya terhadap para pelajar sekolah.
Selain itu juga membekali para pelajar di Kabupaten Sekadau
dengan pengetahuan etika berlalu lintas sehingga diharapkan menjadi pelopor
keselamatan berlalu lintas di masyarakat. (*/Mus)