Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Seminar Hutan Adat dan Rakor, DAD: Tambah Wawasan Temenggung se-Kabupaten Sekadau
Home > Berita > Politik > Seminar Hutan Adat dan Rakor, DAD: Tamba...
Sekadau

Seminar Hutan Adat dan Rakor, DAD: Tambah Wawasan Temenggung se-Kabupaten Sekadau

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Saturday, 24 November 2018 - 21:48 WIB
Seminar Hutan Adat dan Rakor, DAD: Tambah Wawasan Temenggung se-Kabupaten Sekadau
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Sekadau

– Dewan Adat Dayak Sekadau melaksanakan salah satu agenda tahunan yaitu

Seminar Hutan Adat dan Rakor Ketemenggungan di Gedung Kateketik, Sekadau, Jumat

(23/11/2018).

Ketua Panitia Seminar Hutan Adat dan Rakor Ketemenggungan

Kabupaten Sekadau 2018, Frans Dawal menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan

menambah wawasan bagi para peserta.

“Kegiatan ini sifatnya pemberdayaan, menambah pengetahuan,

itu jelas. Karena di pemerintah regulasi juga terus berkembang. Peserta yang

datang ini kan Temenggung. Jadi merekalah yang biasanya yang mengurus masalah

terkait adat istiadat, masalah hutan adat,” ujarnya.

Di samping memberikan seminar terkait adat dan istiadat

kepada para Temenggung, dalam kesempatan ini Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau

juga mengadakan rakor tahunan.

“Kalau Rakornya berkaitan dengan kepengurusannya. Temenggung

ini kan dilantik Desa, jadi mungkin ada beberapa Temenggung yang baru di

desa-desa yang belum begitu paham strukturnya bagaimana, tugas fungsinya apa,

jadi kita tinjau lagi,” sambungnya.

Disebutkan Frans Dawal, peserta yang hadir pada Seminar ini

berasal dari seluruh daerah di Kabupaten Sekadau.

“Kita undang pengurus DAD Kecamatan dan Sekretaris, dan

seluruh Temenggung yang berjumlah 101 orang,” tutupnya.

Sementara Alius Apong, salah seorang Temenggung peserta seminar

yang berasal dari Desa Tembesuk, kecamatan Nanga Mahap menjelaskan kegiatan ini

sangat membantu mereka.

“Kegiatan ini sangatlah penting dalam menambah wawasan dan

kinerja bagi para Temenggung. Kami meluangkan waktu, tenaga dan biaya dalam

menempuh perjalanan ke tempat pertemuan yang lumayan jauh ini. Namun kita

mendahulukan kepentingan masyarakat, adat dan budaya,” tukasnya. (Mus)

Tag