Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
KPAID Kubu Raya Akui Desa Kapur Rawan Kenakalan Remaja
Home > Berita > Politik > KPAID Kubu Raya Akui Desa Kapur Rawan Ke...
Kubu Raya

KPAID Kubu Raya Akui Desa Kapur Rawan Kenakalan Remaja

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Tuesday, 08 January 2019 - 06:59 WIB
KPAID Kubu Raya Akui Desa Kapur Rawan Kenakalan Remaja
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Kubu Raya – Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Daerah (KPAID) Kubu Raya mengaku miris dengan kejadian tertangkapnya enam anak

di bawah umur yang sedang asyik ngelem oleh warga perumahan Kota Raya, Desa

Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (6/1/2019)

kemarin.

Ketua KPAID Kubu Raya, Diah Savitri

mengatakan kenakalan melalui zat adiktif pada media lem bukan hal yang pertama

kali di daerah Kubu Raya. Sanksi terhadap kejahatan lem juga tidak seberat

terhadap zat psikotropika pada narkoba.

“Bisa saja tahap awal dari lem bisa jadi ke

narkoba, walaupun kita ketahui zat yang ada pada lem hanya zat adiktif saja,

bukan termasuk dari narkotika. Sehingga belum ada aturan yang mengatur sanksi

terhadap para penggunanya,” ujarnya kepada KalbarOnline, Senin (7/1/2019)

siang.

Dalam menangani hal tersebut dikatakanya

pihaknya lebih dekat dengan koordinasi kepada sejumlah SKPD terkait, Kepolisian

juga Kejaksaan.

“Berkenaan dengan teknis dalam penanganan

kasus ini menjadi tugas bersama khususnya Dinas Sosial yang harus lebih gencar

mensosialisasikan berkenaan Perlindungan Anak. Apa lagi di daerah Desa Kapur

sendiri memang termasuk rawan terhadap kenakalan remaja,” jelasnya.

Selain itu ditambahkannya, Pemerintah

Kabupaten Kubu Raya juga belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai

seperti Shelter untuk menampung anak jalanan maupun rumah aman terhadap korban

kekerasan terhadap anak.

“Sehingga setiap pelaporan saat ini masih

bersifat koordinasi dulu, melihat alurnya ada di pihak mana. Misalnya ada

korban, terus hamil apabila ada masalah dalam persalinan maka tugas kami yang

akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (ian)

Tag