Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
PGRI Sambut Baik Anggaran POP untuk Bantu Guru
Home > Berita > Politik > PGRI Sambut Baik Anggaran POP untuk Bant...
Nasional

PGRI Sambut Baik Anggaran POP untuk Bantu Guru

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 27 August 2020 - 14:40 WIB
PGRI Sambut Baik Anggaran POP untuk Bantu Guru
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) resmi mengumumkan bahwa anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) akan dialokasikan untuk membantu para guru dalam penyediaan pulsa atau kuota data di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menanggapi itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mengatakan, pihaknya menyambut baik hal tersebut. Namun, ada baiknya juga jika guru honorer juga diberikan relaksasi bantuan.

“PGRI memberikan apresiasi apabila dana POP diberikan untuk membantu pulsa guru. Jangan hanya guru yang PNS tapi guru honorer negeri dan swasta mohon diperhatiakan. Itulah sebaiknya uang negara diberikan untuk yang membutuhkan demi pembelajaran yang lebih baik,” terangnya kepada KalbarOnline.com, Kamis (27/8).

Unifah juga meminta agar ada pelatihan bagi para guru. Pasalnya, masih ada kendala terkait guru yang belum memahami menjalankan PJJ secara baik.

“Latih para guru dengan bekreja sama berbagai piihak agar memiliki kemammpuan meaksanakan PJJ (daring), blended, maupun luring dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Nadiem menuturkan bahwa anggaran POP tahun 2020 akan direalokasikan untuk subsidi pulsa para guru dan dosen. Pasalnya, Kemendikbud sendiri juga telah menunda POP hingga 2021.

“Jadi anggaran program POP tahun ini kita dedikasikan untuk guru. Kami umumkan bahwa dana yang digunakan tahun ini akan direalokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa di masa pembelajaran jarak hauh (PJJ),” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara daring, Kamis (27/8).

Adapun, anggaran POP untuk tahun ini sebesar Rp 595 miliar. Alokasi ini juga diharapkan dapat membantu para guru yang ekonominya terdampak. “Jadi kami akan merealokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru yaitu pulsa yang juga dampak ekonominya besar bagi guru,” kata dia.

Tag