Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar Sebagian Besar Kawasan Tertinggal
Home > Berita > Politik > Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar...
Pontianak

Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar Sebagian Besar Kawasan Tertinggal

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Wednesday, 16 February 2022 - 16:17 WIB
Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar Sebagian Besar Kawasan Tertinggal
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Pontianak – Hingga kini, sebagian besar wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan kawasan tertinggal.

Dengan panjang perbatasan mencapai 972 Kilometer, terdapat 40 desa dalam 14 kecamatan di 5 kabupaten di Kalbar, yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu.

“Sepanjang garis perbatasan tersebut terdapat 50 jalur jalan setapak yang menghubungkan 55 desa di wilayah perbatasan Kalbar dengan 32 kampung di Sarawak, Malaysia,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Harisson, kemarin.

Sarana dan prasarana, baik sosial maupun ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar tersebut masih sangat terbatas.

“Untuk itu, Pemprov Kalbar berkomitmen untuk mempercepat pembangunan wilayah perbatasan sesuai dengan apa yang sudah tertuang dalam RPJMD Kalbar 2018-2023," kata Harisson.

Percepatan pembangunan tersebut dilakukan karena wilayah perbatasan memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional dan kedaulatan negara.

Pembangunan kawasan perbatasan juga merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Harisson berharap, kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar bisa maju dan masyarakat sejahtera melalui tahapan-tahapan yang telah direncanakan.

Harisson menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan tata kelola pemerintahan harus terus dilakukan untuk mencapai visi pembangunan Kalimantan Barat yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kalbar.

"Harapan kita untuk menjadikan kawasan perbatasan yang maju dan sejahtera sebagai cerminan wilayah Indonesia di mata Internasional dapat terwujud sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan," pungkas Harisson. (*)

Tag