KALBARONLINE.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan menginstruksikan seluruh jajaran kantor pertanahan (kantah) untuk melakukan transformasi proses bisnis guna menghadirkan layanan yang murah, cepat, namun tetap hati-hati (prudent).
Hal tersebut disampaikan Wamen Ossy saat memberikan pengarahan di Kantah Kabupaten Bandung, Sabtu (24/01/2026). Menurutnya, tantangan administrasi pertanahan pada tahun 2026 akan semakin kompleks seiring meningkatnya volume permohonan dari masyarakat.
"Masyarakat ingin berkasnya cepat selesai tanpa biaya mahal. Dua hal ini yang harus kita terjemahkan: bagaimana menghadirkan pelayanan yang efisien secara biaya namun tetap akurat secara hukum," ujar Ossy.
Ia juga menyoroti perlunya penyederhanaan regulasi lama agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Menurut Ossy, masukan dari petugas di lapangan sangat krusial bagi Kantor Pusat untuk merumuskan kebijakan yang lebih solutif.
"Petugas Kantah adalah garda terdepan yang tahu sumber masalah di lapangan. Inovasi harus dilakukan agar kita tidak hanya bekerja rutin, tapi juga mampu memotong birokrasi yang menghambat," tegasnya didampingi Kakanwil BPN Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar. (Jau/*)