Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG Dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Marau Ketapang Bertambah Jadi 370 Orang
Home > Berita > Politik > Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG Dapur...
Ketapang

Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG Dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Marau Ketapang Bertambah Jadi 370 Orang

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Friday, 06 February 2026 - 18:17 WIB
Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG Dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Marau Ketapang Bertambah Jadi 370 Orang
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira, menyampaikan, bahwa hingga Kamis 6 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, total korban tercatat sudah mencapai 370 orang.

“Jumlah korban bertambah, saat ini totalnya 370 orang. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 50 orang yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Marau,” ujar Feria.

Ia menjelaskan, sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis. Namun demikian, terdapat dua orang korban yang harus dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang karena kondisinya memerlukan perawatan lanjutan dan tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat puskesmas.

“Dua orang dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam untuk penanganan lebih lanjut, sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik dan telah dibekali obat-obatan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjut Feria, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, khususnya para dokter dan tenaga kesehatan yang telah bekerja maksimal sejak awal kejadian.

“Pemda mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga medis dan pihak terkait yang telah bergerak cepat dan bekerja maksimal dalam menangani para korban,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi korban serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (Adi LC)

Tag