KALBARONLINE.com - Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, telah diterima. Namun, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Ketapang belum dapat mengumumkan isi hasil pemeriksaan tersebut kepada publik.
Sebelumnya, ratusan siswa, guru, hingga petugas MBG dilaporkan mengalami gejala mual, muntah dan lemas, setelah mengonsumsi menu MBG. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibagikan pada Rabu, 4 Februari 2026. Meski demikian, gejala baru dirasakan para penerima manfaat pada Kamis, 5 Februari 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, jumlah pasien terus bertambah hingga Jumat, 6 Februari 2026, dengan total mencapai 340 orang.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab langsung diamankan dan dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengujian dilakukan guna mengetahui kandungan dalam makanan serta memastikan ada tidaknya unsur yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
Kepala Satgas MBG Kabupaten Ketapang yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Ketapang, Harto, membenarkan bahwa hasil uji dari BPOM telah diterima. Namun, ia menegaskan belum bisa membeberkan secara rinci hasil tersebut.
“Informasi memang dari dinas kesehatan hasilnya sudah keluar, betul. Hanya saja saya belum bisa mengungkapkan apa hasilnya, belum tahu hasilnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (02/03/2026).
Harto menjelaskan, hasil uji laboratorium tersebut akan dibahas dalam rapat internal bersama tim satgas MBG, dinas kesehatan, serta pihak pelaksana program.
“Nanti dari dinas kesehatan yang lebih tahu di rapat satgas itu. Termasuk kita akan mengundang koordinator wilayah, kemudian Kepala SPPG, kemudian mitra Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, hingga kini belum dapat dipastikan menu mana yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Belum tahu hasilnya, maksudnya di makanan yang mana, itu yang belum kita ketahui,” tegasnya.
Menurutnya, setelah rapat internal digelar dan diperoleh kesimpulan resmi, hasil pemeriksaan sampel makanan akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG ke depan.
Untuk sementara, Satgas MBG Kabupaten Ketapang belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
“Jadi sementara saya belum bisa memberikan jawaban. Saya pun juga belum bisa menyampaikan karena kami belum ada rapat. Jadi kami rapat dulu bari diumumkan” pungkasnya. (Adi LC)
Uji Lab Dugaan Keracunan MBG di Marau Rampung, Satgas Ketapang: Kami Rapat Dulu Baru Diumumkan
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026