KALBARONLINE.com – Istilah "keroyok" menjadi kata kunci Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam upayanya mengejar ketertinggalan sertifikasi tanah wakaf di Provinsi Banten. Nusron mengajak jajaran BPN, Kementerian Agama, hingga ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah untuk berkolaborasi aktif.
Strategi kolaborasi ini langsung diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara seluruh Kantor Pertanahan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Banten.
"Kami ingin proses pendirian rumah ibadah sejalan dengan kecepatan sertifikasinya. Jangan sampai kebutuhan umat berjalan, tapi legalitasnya tertinggal," ujar Nusron.
Kepala Kanwil BPN Banten, Harison Mocodompis menambahkan, bahwa MoU dengan NU merupakan langkah awal. Kedepannya, kerja sama serupa akan dijalin dengan organisasi keagamaan lain guna menyisir sisa 63% lahan rumah ibadah di Banten yang belum terdaftar secara hukum. (Jau/*)
Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf di Banten, Menteri ATR/BPN Ajak Ormas Keagamaan "Keroyok" Target
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026