KALBARONLINE.com - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home atau WFH) selama satu hari dalam sepekan usai libur Lebaran 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN).
WFH selama sehari dalam seminggu merupakan kebijakan pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), seiring kenaikan harga energi global akibat ketegangan geopolitik yang dipicu konflik Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Menanggapi wacana tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan Pemkot Pontianak belum akan menerapkan sistem kerja empat hari atau bekerja dari mana saja (WFA)
“Kita sementara tidak menerapkan BFA. Kita kerja langsung karena wilayah Pontianak tidak terlalu luas dan ASN juga berdomisili di kota ini,” ujarnya usai memimpin apel perdana pasca libur lebaran idulfitri, di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (25/03/26).
“Jadi saya rasa lebih bagus kita bekerja secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pembelajaran daring, ia menyebut kebijakan tersebut belum menjadi prioritas di Kota Pontianak. Pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dan tidak ada kewajiban untuk menerapkan sistem daring setelah masa libur berakhir. (Lid)
Pemkot Pontianak Tidak Terapkan Aturan WFH ASN 1 Hari Seminggu, Wako Edi: Lebih Baik Kerja Langsung
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026