KALBARONLINE.com – Sebanyak delapan korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil diidentifikasi.
Dari delapan korban tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Malaysia, satu orang berasal dari Kabupaten Melawi, sementara sisanya diduga berasal dari luar Kalimantan Barat.
Seluruh jenazah telah dievakuasi dan tiba di RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat untuk menjalani pemeriksaan oleh tim medis dan forensik. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Sejak pagi, suasana duka tampak di sekitar kamar jenazah. Sejumlah keluarga korban terlihat menunggu dengan harap cemas proses identifikasi yang masih berlangsung.
Salah satu keluarga korban, Markinus, yang merupakan paman dari korban bernama Charles, warga asal Melawi, mengungkapkan bahwa pihak keluarga pertama kali menerima kabar hilangnya helikopter pada siang hari.
“Sekitar jam 10 siang kami pertama kali dengar kabar helikopter hilang. Setelah itu kami menunggu informasi lanjutan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kabar mengenai ditemukannya helikopter baru diterima pada sore hari di hari yang sama.
“Kabar ditemukan itu sekitar jam 4 sore. Setelah itu kami langsung berangkat,” tambahnya.
Markinus menjelaskan, setibanya di Pontianak, pihak keluarga langsung menuju penginapan sebelum mengikuti proses ante mortem di rumah sakit.
“Waktu di ante mortem, kami hanya diminta keterangan terkait hubungan keluarga dengan korban,” jelasnya.
Terkait rencana pemakaman, ia mengatakan bahwa jenazah Charles akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Melawi setelah seluruh proses selesai.
“Nanti dimakamkan di Melawi, setelah semua proses selesai,” pungkasnya. (Lid)