Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Pemkot Pontianak Kebut Program SPALD-T, Libatkan Gender dan Partisipasi Warga
Home > Berita > Politik > Pemkot Pontianak Kebut Program SPALD-T,...
Pontianak

Pemkot Pontianak Kebut Program SPALD-T, Libatkan Gender dan Partisipasi Warga

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 05 May 2026 - 14:00 WIB
Pemkot Pontianak Kebut Program SPALD-T, Libatkan Gender dan Partisipasi Warga
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Workshop Pelatihan Gender dan Safeguards Citywide Inclusive Sanitation Project (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus mematangkan pelaksanaan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sanitasi kota. Lewat workshop dan pelatihan, Pemkot menekankan pentingnya perspektif gender serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan program.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait, mulai dari pelaksanaan proyek hingga dampak lingkungan dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama agar program SPALD-T dapat berjalan dengan baik, mulai dari pelaksanaan hingga pemanfaatannya di tingkat rumah tangga,” ujarnya usai membuka workshop di Hotel Golden Tulip, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bahasan, program SPALD-T Pontianak telah melalui kajian komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Hal ini diharapkan mampu meminimalkan kendala saat implementasi di lapangan sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Saat ini, proyek SPALD-T sudah memasuki tahap awal konstruksi setelah penandatanganan kontrak. Namun, Pemkot Pontianak juga mengantisipasi potensi dampak sementara seperti gangguan arus lalu lintas di sejumlah titik selama proses pembangunan berlangsung.

“Ini perlu kita sosialisasikan secara menyeluruh agar masyarakat memahami dan mendukung program ini,” tambahnya.

Pada tahap awal, pembangunan SPALD-T difokuskan di kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Program ini didukung anggaran sekitar Rp1,5 triliun dengan masa pengerjaan selama lima tahun, ditargetkan rampung pada 2029 dan mulai dimanfaatkan pada 2030.

Sistem ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 12.000 meter kubik per hari dan diproyeksikan melayani sekitar 16.000 rumah tangga di Kota Pontianak.

Terkait skema pembiayaan, Bahasan menyebutkan bahwa tarif layanan masih dalam tahap penyusunan. Pemerintah akan menerapkan sistem berklaster, di mana sektor usaha berpotensi memiliki kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum akan difasilitasi dengan skema yang tetap terjangkau.

“Kita ingin program SPALD-T ini mempermudah masyarakat, bukan menambah beban. Prinsipnya, layanan ini harus bisa diakses dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan gender menjadi salah satu kunci keberhasilan program SPALD-T. Hingga saat ini, proses sosialisasi berjalan lancar tanpa adanya penolakan signifikan dari masyarakat.

Ke depan, keberadaan SPALD-T Pontianak diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi, menjaga lingkungan tetap sehat, serta mendorong standar kota menuju kategori kota besar yang lebih modern dan layak huni.

“Sanitasi yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya. (*)