Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Stok Solar Subsidi Langka, Kapal Kelotok Rute Rasau Jaya-Teluk Batang Berhenti Beroperasi
Home > Berita > Politik > Stok Solar Subsidi Langka, Kapal Kelotok...
Kayong Utara

Stok Solar Subsidi Langka, Kapal Kelotok Rute Rasau Jaya-Teluk Batang Berhenti Beroperasi

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Sunday, 17 May 2026 - 20:35 WIB
Stok Solar Subsidi Langka, Kapal Kelotok Rute Rasau Jaya-Teluk Batang Berhenti Beroperasi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

​KALBARONLINE.com – Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi mulai melumpuhkan nadi transportasi air di Kalimantan Barat. Armada kapal kelotok rute Teluk Batang-Rasau Jaya kini terpaksa berhenti beroperasi akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar, meninggalkan dermaga dalam kondisi sepi dan penumpang yang telantar.

​Ketua DPD Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) Kalbar, Agus Tianto mengungkapkan, bahwa situasi ini merupakan hantaman keras bagi sektor transportasi sungai yang menjadi tumpuan utama mobilitas warga.

​Para pemilik kapal mengaku sudah tidak sanggup lagi menutup biaya operasional atau bahkan sekadar menemukan stok solar di pasaran. Dampaknya, jadwal keberangkatan yang biasanya rutin kini menjadi tidak pasti, bahkan banyak yang memilih untuk "parkir" sementara.

​“Sulitnya mendapatkan BBM solar subsidi membuat operasional kapal terganggu. Bahkan ada beberapa armada yang untuk sementara memilih tidak beroperasi karena keterbatasan bahan bakar,” kata Agus saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/05/2026).

​Jalur air yang menghubungkan Teluk Batang dan Rasau Jaya bukan sekadar rute perjalanan, melainkan urat nadi distribusi logistik dan ekonomi masyarakat pesisir. Terhentinya layanan ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak.

​Menyikapi krisis yang berkepanjangan, DPD GAPASDAP Kalbar melayangkan desakan kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk, memastikan ketersediaan stok solar subsidi khusus bagi angkutan sungai rakyat, memperketat pengawasan agar BBM subsidi tepat sasaran dan tidak diselewengkan ke sektor industri, serta segera melakukan intervensi pasar agar mobilitas warga kembali normal.

​Hingga saat ini, para operator kapal hanya bisa menunggu kepastian pasokan agar armada mereka dapat kembali membelah perairan Kalimantan Barat seperti sedia kala. (Sans)​

Tag