KALBARONLINE.com –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus mendatang. Sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, diperkirakan berpotensi mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.
Menanggapi prediksi tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengaku telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi menghadapi kemungkinan kemarau panjang.
“Saya sudah sampaikan kepada jajaran pemerintah kota, OPD terkait seperti BPBD, PU termasuk PDAM untuk kita mitigasi kalau seandainya terjadi kemarau yang panjang,” ujar Edi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, salah satu langkah penting yang disiapkan adalah memastikan fungsi waduk penampung air tetap optimal sebagai cadangan air tawar bagi masyarakat.
Edi meminta Perumda Tirta Khatulistiwa atau PDAM Pontianak melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kapasitas waduk hingga sistem distribusi air bersih.
“Untuk PDAM, cek waduk penampung sebagai cadangan air tawar kita, apakah itu berfungsi, daya tampungnya seperti apa, dan bagaimana sistem distribusinya. Nanti kita akan simulasi,” katanya.
Selain langkah teknis dari pemerintah, Edi juga mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air apabila musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.
Ia meminta warga menyiapkan tempat penampungan air bersih sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari, terutama untuk air minum.
“Untuk masyarakat tentunya, kalau kemarau itu sudah terjadi hemat air, terus bikin penampungan yang bisa tampung air bersih, air minum terutama,” tuturnya. (Lid)