Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Batu Ampar Resmi Dihentikan, Tim SAR: Akan Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk
Home > Berita > Politik > Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya d...
Kubu Raya

Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Batu Ampar Resmi Dihentikan, Tim SAR: Akan Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 30 June 2026 - 14:30 WIB
Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Batu Ampar Resmi Dihentikan, Tim SAR: Akan Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk
Tim SAR menghentikan pencarian korban diduga diterkam buaya di Batu Ampar setelah tujuh hari operasi tanpa hasil (Dok. SAR Pontianak)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Sulyadi (41), korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (30/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak I Made Junetra mengatakan, pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian sejak pukul 06.00 WIB. Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan sungai hingga radius enam mil laut dari lokasi kejadian.

"Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, tim telah berupaya maksimal melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan," ujar I Made Junetra.

Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak keluarga serta seluruh unsur SAR yang terlibat, pada pukul 16.00 WIB disepakati untuk menghentikan operasi pencarian. Hingga operasi ditutup, korban belum ditemukan dan dinyatakan hilang.

"Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR akan dibuka kembali," tambahnya.

Selanjutnya, pada pukul 16.30 WIB, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh personel dari unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Meski operasi resmi dihentikan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak memastikan akan kembali membuka operasi SAR apabila di kemudian hari muncul informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan korban. (*)