Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Sekda Pontianak Minta Pejabat Kuasai E-Katalog Versi 6 untuk Percepat Belanja APBD
Home > Berita > Politik > Sekda Pontianak Minta Pejabat Kuasai E-K...
Pontianak

Sekda Pontianak Minta Pejabat Kuasai E-Katalog Versi 6 untuk Percepat Belanja APBD

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 03 September 2026 - 14:15 WIB
Sekda Pontianak Minta Pejabat Kuasai E-Katalog Versi 6 untuk Percepat Belanja APBD
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah meminta pejabat dan aparatur yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa memahami serta menguasai penggunaan e-katalog versi 6.

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa saat ini tidak lagi sekadar urusan administratif atau proses penyerapan anggaran. Pengadaan menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap rupiah APBD digunakan secara tepat, transparan, akuntabel dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

“Smart spending bukan hanya sekadar membelanjakan anggaran hingga habis, melainkan bagaimana setiap rupiah APBD dialokasikan secara tepat, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah,” ujar Amirullah usai sosialisasi pengadaan di Hotel Novotel, Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan transformasi pengadaan juga ditandai dengan pemanfaatan sistem digital melalui e-katalog versi 6. Pembaruan sistem tersebut diharapkan memperkuat proses e-purchasing, mempercepat administrasi, memperjelas transaksi dan mendukung integrasi data belanja pemerintah.

“Ini bagian dari perkembangan dan perubahan terkait e-katalog versi 6. Saya minta betul-betul dipelajari dan dikuasai,” tegasnya.

Amirullah berharap peserta sosialisasi tidak hanya hadir sebagai penerima informasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan di perangkat daerah masing-masing.

Penguasaan sistem digital dalam pengadaan dinilai penting agar proses belanja pemerintah dapat berlangsung lebih tertib dan cepat.

Ia juga menyoroti penyerapan anggaran, terutama belanja modal, yang sangat dipengaruhi kualitas administrasi pengadaan. Jika proses administrasi berjalan lambat, pelaksanaan kegiatan pembangunan juga berpotensi tertunda.

“Belanja modal ini menjadi penggerak ekonomi dari investasi pemerintah. Saya harapkan kegiatan seperti ini dapat memperlancar pengadministrasian dan penyerapan, terutama belanja modal,” pungkasnya. (*)