Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bulog kalbar
Bulog Kalbar Perkuat Stok Beras Premium Sesuai HET, Antisipasi Beras Oplosan
Bulog Kalbar Perkuat Stok Beras Premium Sesuai HET, Antisipasi Beras Oplosan
Tuesday, 22/09/2026

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat pasokan beras premium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ke pasar sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.

Langkah tersebut dilakukan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) melalui dukungan biaya angkutan. Dengan demikian, beras premium yang dipasarkan Bulog diharapkan tetap dapat dijual sesuai HET meskipun terjadi kenaikan biaya bahan baku dan distribusi.

Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar Rasiwan mengatakan dukungan tersebut diperlukan agar harga beras yang dipasarkan Bulog tetap terjangkau masyarakat.

“Untuk beras yang kami jual, kami sudah bekerja sama dengan BI melalui dukungan biaya angkutan agar beras premium yang dipasarkan dapat tetap dijual sesuai HET meskipun terdapat tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi,” kata Rasiwan di Pontianak, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku turut berdampak terhadap harga gabah yang kemudian berpengaruh terhadap harga beras di pasar.

Di sisi lain, kondisi El Nino ekstrem juga disebut berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan produksi berkurang dan masa tanam berpotensi mundur.

Rasiwan mengatakan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperpanjang program bantuan pangan hingga Desember 2026.

Terkait dugaan peredaran beras premium yang tidak sesuai dengan klaim mutu atau beras oplosan, Rasiwan menegaskan pengawasan terhadap persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan Bulog.

“Pengawasannya dari Satgas Pangan. Satgas Pangan yang memiliki kewajiban untuk mengawal hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Rasiwan, masyarakat juga tidak dapat dengan mudah memastikan kualitas beras premium hanya berdasarkan tampilan secara visual. Pemeriksaan mutu membutuhkan petugas yang memiliki kemampuan untuk menganalisis kualitas beras.

Ia menyebut Satgas Pangan secara berkala melakukan pengecekan dan pemantauan di pasar maupun toko untuk mengawasi peredaran berbagai komoditas pangan, termasuk beras.

Sementara itu, Bulog Kalbar tetap menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga beras melalui program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penguatan pasokan beras premium sesuai HET. (Lid)

Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman, Capai 18 Ribu Ton hingga Semester I 2026
Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman, Capai 18 Ribu Ton hingga Semester I 2026
Thursday, 02/07/2026

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah tersebut dalam kondisi aman. Hingga semester pertama 2026, ketersediaan beras mencapai sekitar 18 ribu ton dan dinilai mencukupi untuk memenuhi berbagai program pemerintah.

Stok tersebut dipastikan mampu mendukung penyaluran bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga kebutuhan cadangan untuk penanganan bencana.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, mengatakan stok itu terdiri dari sekitar 9.200 ton beras yang telah tersimpan di gudang Bulog serta sekitar 9.000 ton yang masih dalam proses pengadaan.

"Masih ada rencana tambahan perpindahan stok sekitar 9.000 ton. Dengan kondisi tersebut, kami memastikan stok pangan di Kalimantan Barat sangat aman dan mencukupi untuk seluruh penugasan pemerintah, baik bantuan pangan, SPHP, Gerakan Pangan Murah maupun cadangan untuk penanggulangan bencana," kata Rasiwan, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Bulog terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga pangan. Di sisi lain, Bulog juga memperluas jaringan distribusi agar masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Dari sisi pengadaan, Bulog Kalbar telah merealisasikan sekitar 70 persen target penyerapan gabah dan beras sebanyak 5.100 ton pada semester pertama 2026. Hingga saat ini, sekitar 3.500 ton telah berhasil diserap.

"Realisasi pengadaan sudah mencapai sekitar 70 persen. Sisanya akan kami selesaikan pada Juli hingga Agustus bersamaan dengan musim panen kedua. Momentum ini akan kami maksimalkan untuk menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani," ujarnya.

Rasiwan optimistis target pengadaan tersebut dapat tercapai pada Agustus 2026. Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen, Bulog akan melakukan evaluasi bersama petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, mitra penggilingan, serta Dinas Pertanian, terutama di Kabupaten Sambas yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Barat.

Selain memastikan stok beras aman, Bulog juga telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 pada akhir Juni. Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada semester kedua dan mulai disalurkan pada Juli.

Pada tahap berikutnya, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 10 kilogram beras. Berbeda dari penyaluran sebelumnya, bantuan minyak goreng tidak lagi menjadi bagian dari paket bantuan.

"Harapan kami, penyaluran bantuan pangan bersama program SPHP dan Gerakan Pangan Murah dapat menjaga stabilitas harga beras sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat," katanya.

Bulog Kalbar juga memastikan kapasitas gudangnya masih sangat mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki kapasitas penyimpanan hingga 47.500 ton yang tersebar di 10 kompleks pergudangan pada lima kantor cabang di Kalimantan Barat, sementara stok yang tersimpan baru sekitar 18 ribu ton. (Lid)

Distribusi Minyakita Tembus 1 Juta Liter, Bulog Kalbar Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Distribusi Minyakita Tembus 1 Juta Liter, Bulog Kalbar Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Wednesday, 06/05/2026

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kalimantan Barat memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras SPHP dan Minyakita, dalam kondisi aman dan stabil. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Kalbar, Rasiwan, usai meninjau sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di Pasar Kemuning, Pontianak, Rabu (6/5/2026).

Dalam upaya menjaga stabilitas pangan di Kalbar, Bulog mencatat distribusi Minyakita di Kalbar telah menembus lebih dari 1 juta liter sepanjang Januari hingga April 2026. Angka ini menjadi indikator bahwa pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut terus mengalir ke masyarakat.

“Untuk Minyakita, dari Januari sampai April sudah tersalurkan kurang lebih 1 juta liter. Stok yang tersedia saat ini sekitar 287 ribu liter di Kalbar,” ujar Rasiwan.

Ia menjelaskan, stok Minyakita tersebut telah tersebar di berbagai wilayah di Kalbar. Untuk menjaga ketersediaan tetap aman, Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan dalam waktu dekat.

“Dalam minggu depan akan ada penambahan stok sekitar 168 ribu liter,” tambahnya.

Tak hanya soal ketersediaan, Bulog Kalbar juga memastikan harga bahan pokok tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah. Hal ini penting agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan harga yang tinggi, terutama di tengah dinamika pasar.

“Beras SPHP dan Minyakita tersedia cukup, harga tetap sesuai ketentuan. Ini menjadi kepastian agar masyarakat Kalbar bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Rasiwan menegaskan, kelancaran distribusi Minyakita dan beras SPHP akan terus dijaga, baik di pasar tradisional maupun dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).

Dengan langkah ini, Bulog berharap stabilitas pasokan dan harga pangan di Kalimantan Barat tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.

“Semoga stok tetap terjaga dan pasokan lancar, baik di pasar tradisional maupun pasar SP2KP,” pungkasnya. (Lid)

Viral Dugaan Beras SPHP Oplosan, Bulog Kalbar Tegaskan Siap Ganti Jika Tak Sesuai Standar
Viral Dugaan Beras SPHP Oplosan, Bulog Kalbar Tegaskan Siap Ganti Jika Tak Sesuai Standar
Monday, 02/02/2026

KALBARONLINE.com - Viral, warga mengunggah video yang memperlihatkan diduga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog Kalimantan Barat (Kalbar) yang diduga oplos atau palsu.

Dari unggahan tersebut, tampak kondisi beras SPHP berwarna kuning dan hitam, pecah, dan jika dimasak beras tersebut cepat basi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar, Rasiwan menuturkan, bahwa pihaknya selalu melakukan pengecekan kualitas sebelum beras SPHP disalurkan ke masyarakat.

“Dalam mekanisme kami, sebelum komoditas keluar selalu dicek oleh petugas untuk memastikan kualitasnya. Namun dari ribuan kemasan yang disalurkan, tidak menutup kemungkinan ada yang lolos,” ujar Rasiwan.

Ia mengatakan, hingga saat ini Bulog Kalbar belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan beras bermasalah tersebut. Informasi yang diterima baru sebatas dari unggahan di media sosial dan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi pihak yang bersangkutan.

“Secara resmi belum ada laporan, baru kami ketahui lewat media. Kami sudah konfirmasi langsung dan meminta agar dilaporkan ke Bulog supaya bisa segera kami ganti,” jelasnya.

Rasiwan mengungkapkan, beras SPHP yang beredar tersebut merupakan stok tahun 2024 jenis Vietnam. Menurutnya, meskipun telah melalui proses sortir dan pengemasan, faktor human error tetap bisa terjadi.

“Pekerja tidak bisa menjamin 100 persen semua sesuai standar, tapi kami terus berupaya meningkatkan pengawasan. Tim di masing-masing gudang kami maksimalkan agar barang yang keluar benar-benar sesuai standar,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan seluruh jaringan Bulog, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) dan toko penyalur, untuk ikut memantau kualitas beras saat pengambilan. Jika ditemukan beras yang tidak sesuai, masyarakat diminta segera melapor.

“Bisa lapor ke jaringan, RPK, atau toko terdekat karena ada kontak personnya. Kami siap menukar atau mengganti beras yang tidak sesuai standar,” tegas Rasiwan.

Terkait dugaan pengoplosan, Rasiwan menyebut hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum untuk menganalisis lebih lanjut.

“Soal oplosan atau tidak, itu wilayah aparat. Prinsipnya, kami memastikan tim Bulog mengawal komoditas yang disalurkan agar kualitasnya tetap terjaga,” pungkasnya. (Lid)

Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman Jelang Imlek, Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri
Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman Jelang Imlek, Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri
Monday, 02/02/2026

‎KALBARONLINE.com - Bulog Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan, bahwa stok beras tetap aman menjelang Tahun Baru Imlek, bulan Ramadan hingga lebaran Idul fitri.

Hal itu disampaikan ‎Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Kalbar, Rasiwan, usai melakukan pengecekan di gudang Bulog yang berada di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (01/02/2026).

‎Rasiwan menyampaikan, saat ini stok beras yang ada di Bulog Kalbar mencapai 12.000 Ton dan merupakan stok dari tahun-tahun sebelumnya.

‎"Untuk stok beras pemerintah khusunya di Kalimantan Barat tahun 2026 ini cukup karena mencapai 12.000 Ton," kata dia.

Dengan demikian, Rasiwan meminta agar masyarakat agar tidak melakukan "panic buying", lantaran stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.

‎"Sebentar lagi kita akan menghadapi hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan dan Idul Fitri, dan alhamdulillah stok kita tersedia, dan diperkuat dengan tambahan dari Sulawesi dan Jawa Barat," ucapnya.

‎Tak hanya itu, Rasiwan juga menyampaikan bahwa, pengawasan juga terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas beras yang disalurkan.

‎"Tentu di sini kami juga memastikan kualitas dari beras yang disalurkan ke masyarakat, maka jika ada beras yang tidak sesuai standar untuk segera dilaporkan kepada kami, dan akan kami ganti," tambahnya.

‎Rasiwan juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya juga terus berusaha menjaga kualitas dan mutu beras yang ada di Gudang.

‎"Kami telah berupaya untuk terus menjaga mutu dan kualitas, namun juga perlu bantuan dari seluruh mitra bulog untuk membantu memonitor kualitas beras saat pengambilan dari gudang," ujarnya.

‎Dikatakanya lagi, bahwa saat ini beras yang ada di Gudang seperti jenis SPHP juga turut menjadi produk yang disalurkan kepada masyarakat, maka pihaknya akan memastikan beras yang sampai kepada masyarakat memiliki mutu dan kualitas yang standar.

‎‎"Bulog berkomitmen untuk memastikan beras yang keluar sesuai standar dan juga terus melakukan evaluasi rutin terhadap produk beras," pungkasnya. (Lid)