Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bunda paud pontianak
20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
20 Tahun PAUD PKK Pontianak, Terus Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
Thursday, 13/08/2026

KALBARONLINE.com – Memasuki usia 20 tahun, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PKK Kota Pontianak terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Pontianak sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, saat peringatan Milad 20 Tahun PAUD PKK Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (13/8/2026).

Menurut Yanieta, perjalanan PAUD PKK selama dua dekade bukan waktu yang singkat. Program tersebut sejak awal dibangun dengan semangat memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak.

Yanieta menuturkan, PAUD PKK Kota Pontianak berdiri pada 2006, pada masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak Buchary Abdurrachman. Program tersebut diinisiasi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak kala itu, Sri Astuti Buchary Abdurrachman.

“20 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. PAUD PKK ini berdiri pada tahun 2006 dan sejak awal memiliki cita-cita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan pendirian PAUD PKK berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak tanpa membedakan latar belakang keluarga. Setiap anak dinilai memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dari gagasan tersebut, PAUD PKK kemudian berkembang dan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pontianak. Salah satu PAUD PKK yang pertama kali diresmikan berada di wilayah Kelurahan Batu Layang.

Saat ini, PAUD PKK telah berkembang menjadi 30 lembaga yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Keberadaan puluhan lembaga tersebut didukung para tutor yang berperan langsung dalam proses pendidikan anak usia dini.

Yanieta menekankan pentingnya memastikan peserta didik PAUD PKK benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan. Hal ini dinilai penting karena di Kota Pontianak juga terdapat PAUD mandiri yang masih membutuhkan peserta didik.

“Kami tidak menerima semua. Ada persyaratannya, salah satunya surat keterangan tidak mampu dari lurah,” jelasnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Yanieta mengajak para lurah, Pokja Bunda PAUD serta pihak terkait bersama-sama melakukan verifikasi terhadap calon peserta didik PAUD PKK.

Menurutnya, proses verifikasi diperlukan agar program PAUD PKK benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran utamanya.

“Mari kita sama-sama melakukan verifikasi terhadap anak-anak yang ingin masuk PAUD PKK, karena PAUD mandiri juga masih membutuhkan murid,” katanya.

Yanieta berharap sinergi antara Bunda PAUD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, para tutor serta orang tua dapat terus diperkuat.

Dengan kolaborasi tersebut, keberadaan PAUD PKK diharapkan semakin mampu memberikan fondasi pendidikan yang baik bagi anak-anak sekaligus membuka akses pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan.

Peringatan 20 tahun PAUD PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut sekaligus melanjutkan perjuangan yang telah dibangun selama dua dekade dalam menyiapkan generasi penerus Kota Pontianak. (*)

Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Tinjau MPLS di Tiga Sekolah, Bunda PAUD Pontianak Tekankan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Bullying
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga sekolah di Kota Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Ketiga sekolah yang dikunjungi yakni SDN 34 Pontianak Kota, TK Adicita Mulia, dan SDN 31 Pontianak Barat.

Dalam kunjungannya, Yanieta menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahap awal yang sangat penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman, serta suasana belajar yang baru.

"Banyak manfaat dari kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah. Peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, teman, dan guru-gurunya. Sekolah ini merupakan rumah kedua bagi mereka," ujarnya.

Menurut Yanieta, kesan pertama yang menyenangkan akan membuat anak lebih nyaman dan bersemangat mengikuti proses belajar. Karena itu, ia mengajak guru maupun orang tua mendampingi anak dengan penuh kesabaran dan keramahan.

"Lakukan prosesnya dengan senyum dan ramah. Kesan pertama masuk sekolah akan menjadi awal tumbuhnya simpati dan kenyamanan anak," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Yanieta berharap tidak ada praktik diskriminasi maupun perundungan (bullying) yang dialami peserta didik.

"Banyak hal baru yang akan ditemui di sekolah, guru baru, teman baru. Saya berharap tidak ada diskriminasi dan perundungan. Ajarkan anak dengan kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, sopan santun, disiplin, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah," pesannya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SDN 31 Pontianak Barat juga menggelar pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para siswa.

Yanieta mengatakan KIA merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar anak sekaligus dokumen penting yang memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan publik.

"Kartu Identitas Anak ini sangat penting. Bukan hanya sekadar kartu, tetapi ini adalah pemenuhan hak anak," katanya.

Ia menjelaskan, KIA dapat dimanfaatkan sebagai persyaratan pendaftaran sekolah, akses layanan kesehatan, pembukaan rekening tabungan anak, hingga memperoleh berbagai fasilitas dan potongan harga di tempat rekreasi maupun toko buku yang bekerja sama dengan pemerintah.

"Dengan KIA, anak akan mendapatkan haknya dalam pelayanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Bagi orang tua yang anaknya belum memiliki Kartu Identitas Anak, segera diurus," pungkasnya. (*)

Bunda PAUD Pontianak Dorong Penerapan PAUD Holistik Integratif untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Bunda PAUD Pontianak Dorong Penerapan PAUD Holistik Integratif untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan pentingnya penerapan PAUD Holistik Integratif sebagai upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Edukasi Masyarakat dan Survei Publik bertema Urgensi dan Konsep Pembelajaran PAUD Holistik Integratif yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (14/7/2026).

Menurut Yanieta, pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga stimulasi pendidikan yang berkualitas, juga harus menjadi perhatian utama.

"PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan yang memastikan seluruh kebutuhan esensial anak terpenuhi secara terpadu. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, ceria, serta memiliki karakter yang kuat sebagai bekal di masa depan," ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penerapan PAUD Holistik Integratif di Pontianak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga orang tua. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Yanieta juga mengapresiasi pelaksanaan edukasi masyarakat dan survei publik tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya layanan PAUD yang terintegrasi.

Selain itu, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk pengembangan pendidikan anak usia dini.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi pada pendidikan anak usia dini semakin meningkat. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dipersiapkan sejak dini melalui layanan yang berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Ia berharap konsep PAUD Holistik Integratif dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan PAUD di Kota Pontianak sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)

Bunda PAUD Pontianak Lepas Anak Didik PAUD PKK Percontohan, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Bunda PAUD Pontianak Lepas Anak Didik PAUD PKK Percontohan, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Thursday, 11/06/2026

KALBARONLINE.com – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menghadiri kegiatan pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Rumah Budaya Kampung Caping, Kamis (11/6/2026).

Momen pelepasan ini dihadiri para orang tua, guru, pengurus PKK, serta anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan siap melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.

Dalam sambutannya, Yanieta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang selama ini berperan aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak selama menempuh pendidikan di PAUD PKK Percontohan.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting sebagai fondasi dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan sosial anak sejak usia dini.

“Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi momentum untuk mengapresiasi proses belajar yang telah dilalui anak-anak. Kami berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan semangat belajar yang tinggi dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Yanieta juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Pada kesempatan tersebut, para anak didik turut menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas yang berhasil memukau para tamu undangan. Penampilan itu menjadi gambaran hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama mengikuti pendidikan di PAUD.

Melalui kegiatan pelepasan ini, diharapkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga. Dengan demikian, PAUD dapat menjadi ruang tumbuh yang mampu melahirkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Yanieta. (*)