Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dekranasda pontianak
Pontianak Promosikan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Indonesia City Expo 2026, Bidik Peluang Investasi
Pontianak Promosikan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Indonesia City Expo 2026, Bidik Peluang Investasi
Thursday, 02/07/2026

KALBARONLINE.com – Kehadiran Kota Pontianak dalam Indonesia City Expo (ICE) 2026 tak sekadar mengikuti pameran. Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan itu untuk memperkenalkan potensi daerah, mendorong promosi UMKM, serta membuka peluang investasi dan kerja sama.

Di balik setiap produk UMKM yang dipamerkan dan karya ekonomi kreatif yang ditampilkan, tersimpan harapan agar Pontianak semakin dikenal di tingkat nasional. Semakin luas potensi kota diperkenalkan, semakin besar pula peluang terbukanya pasar, investasi, dan kolaborasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Indonesia City Expo menjadi momentum strategis untuk mempromosikan keunggulan Kota Pontianak sekaligus memperluas jejaring dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha.

"Kita ingin potensi Kota Pontianak semakin dikenal luas. Ketika investasi bertambah, UMKM berkembang, dan kerja sama antardaerah semakin kuat, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui tumbuhnya perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan," ujarnya saat mengunjungi stan Pemerintah Kota Pontianak di ICE 2026, Rabu (1/7/2026).

Menurut Edi, Indonesia City Expo juga menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah. Berbagai inovasi pelayanan publik, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi dipertemukan dalam satu forum yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai keberhasilan sebuah pameran bukan diukur dari kemegahan stan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

"Ketika produk lokal semakin diminati, investasi mulai berdatangan, dan inovasi pelayanan terus berkembang, di situlah sebuah pameran menjadi awal lahirnya peluang baru bagi Kota Pontianak dan warganya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan pihaknya mengajak perajin akar keladi air untuk mempromosikan produk unggulan Kota Pontianak di ICE 2026. Beragam produk kerajinan khas daerah turut dipamerkan kepada para pengunjung.

"Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana pembuatan produk dari keladi air di stan Kota Pontianak sembari menikmati kopi khas Pontianak dan makanan ringan saat berkunjung," ujarnya.

Yanieta berharap seluruh produk yang dibawa ke pameran dapat terjual habis sehingga mampu meningkatkan semangat para perajin untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk-produk baru.

"Melihat antusiasme pengunjung pada ICE 2026, saya optimistis produk Kota Pontianak akan semakin diminati sehingga peluang repeat order semakin terbuka luas," pungkasnya. (*)

Dekranasda Toraja Utara Kunjungi Pontianak, Ini yang Bikin Mereka Terkesan
Dekranasda Toraja Utara Kunjungi Pontianak, Ini yang Bikin Mereka Terkesan
Thursday, 04/06/2026

KALBARONLINE.com — Rombongan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Toraja Utara melakukan kunjungan ke UMKM Center Dekranasda Kota Pontianak, Kamis (4/6/2026). Kunjungan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus inspirasi dalam pengembangan produk kerajinan berbasis kearifan lokal.

Ketua Dekranasda Kabupaten Toraja Utara, Damayanti Batti Palimbong, mengaku terkesan dengan berbagai produk unggulan yang dipamerkan di UMKM Center Dekranasda Kota Pontianak. Menurutnya, kualitas produk UMKM di Pontianak bisa menjadi referensi penting bagi pengembangan kerajinan di daerahnya.

“Saya sangat bersyukur bisa mengunjungi Kota Pontianak. Dekranasda Kota Pontianak sangat menginspirasi, terutama dari kualitas produk-produk yang ditampilkan sehingga dapat menjadi referensi bagi kami di Toraja Utara,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan kearifan lokal yang diterapkan Dekranasda Kota Pontianak tidak hanya terlihat dari produk yang dipamerkan, tetapi juga dari konsep bangunan serta identitas daerah yang dihadirkan di UMKM Center tersebut.

“Dari kunjungan ini kami mendapatkan banyak ide, terutama bagaimana kearifan lokal dapat diwujudkan tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga pada konsep gedung Dekranasda serta diversifikasi hasil kerajinan yang ditampilkan,” katanya.

Salah satu yang menarik perhatian Damayanti adalah batik bercorak khas Pontianak yang digunakan sebagai seragam pelajar, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP. Menurutnya, inovasi ini mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap produk lokal.

“Saya sangat kagum melihat adanya batik dengan motif khas Pontianak yang digunakan oleh anak-anak sekolah. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan motif khas Toraja Utara agar dapat diterapkan secara luas,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Damayanti juga menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Pontianak dan Dekranasda Kota Pontianak kepada rombongannya. Ia berharap kerja sama dan pertukaran pengalaman antar daerah dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif dapat terus berlanjut.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang hangat di Kota Pontianak. Ke depan, kami juga siap menyambut kunjungan balasan dari Dekranasda Kota Pontianak ke Toraja Utara,” tuturnya. (*)

Kurasi dan AI Jadi Senjata UMKM Pontianak Naik Kelas, Omzet Ditarget Naik 3 Kali Lipat
Kurasi dan AI Jadi Senjata UMKM Pontianak Naik Kelas, Omzet Ditarget Naik 3 Kali Lipat
Wednesday, 13/05/2026

KALBARONLINE.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pontianak didorong untuk mulai menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekaligus memperkuat kurasi produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga ekspor.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menilai, kombinasi antara pemanfaatan AI dan kurasi produk yang ketat menjadi kunci penting agar UMKM lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Menurutnya, masih banyak perajin dan pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi AI secara maksimal. Padahal, perkembangan AI saat ini dinilai sangat membantu proses bisnis, mulai dari membuat desain motif, menyusun deskripsi produk, membuat konten promosi, hingga membaca tren pasar hanya dalam hitungan menit.

“Dengan memanfaatkan AI, analisa usaha menjadi lebih terarah, promosi produk lebih menarik, dan laporan keuangan juga bisa dikelola lebih profesional,” ujarnya saat mendampingi Ketua Dekranas, Selvi Ananda bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih meninjau Workshop Kurator Mentor dan AI di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pontianak, Selasa (12/5/2026).

Workshop yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM Pontianak itu juga menekankan pentingnya kurasi produk untuk menjaga kualitas dan reputasi di mata konsumen. Produk yang lolos proses kurasi dinilai lebih siap masuk ke pasar premium, seperti marketplace resmi, hotel hingga galeri.

“Kurasi menjaga kualitas, AI memaksimalkan proses bisnis. Penerapan AI dan kurasi ini sudah terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk,” jelas Yanieta.

Ia menambahkan, tujuan workshop tersebut bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu memproduksi barang lebih cepat, menjaga kualitas tetap konsisten, serta memiliki nilai jual tinggi.

Menurutnya, target peningkatan omzet penjualan hingga tiga kali lipat sangat mungkin dicapai apabila pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan memahami segmentasi pasar.

“Teknologi dan sentuhan lokal harus berjalan beriringan. Dengan begitu, produk UMKM Pontianak bisa lebih tepat sasaran dan nilai penjualannya meningkat,” katanya.

Salah satu peserta workshop, Ani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selama ini, ia masih menjalankan promosi dan pemasaran produk secara konvensional.

Ia mengatakan, materi AI membuka pemahamannya tentang cara membuat desain produk, promosi, hingga analisa pasar secara lebih efektif.

“Workshop ini membuka wawasan kami. Ternyata membuat produk bagus saja tidak cukup. Harus ada analisa pasar supaya target penjualan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ani juga menilai sesi kurasi produk memberi pemahaman penting terkait standar kualitas produk yang layak dipasarkan lebih luas.

“Dengan dibekali dua keterampilan ini, saya semakin optimis penjualan meningkat dan laporan keuangan juga bisa lebih tertata,” pungkasnya. (*)

Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat
Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat
Wednesday, 13/05/2026

KALBARONLINE.com – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Siti Jubaidah (65). Pengrajin caping asal Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara itu sumringah saat rumahnya dikunjungi Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Di tengah aktivitasnya merangkai daun mengkuang, tali, dan rotan menjadi caping khas Pontianak, Jubaidah sejenak menghentikan pekerjaannya demi menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum hangat.

Selvi datang bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih atau Solidaritas Perempuan untuk Indonesia. Dalam kunjungan itu, Selvi turut didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Erlina Ria Norsan dan Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa. Selain memberikan perhatian kepada para pengrajin lokal, rombongan juga membawa bantuan dan dukungan moral agar para pelaku UMKM serta pengrajin tradisional tetap semangat berkarya dan terus berinovasi.

Jubaidah mengaku sudah menjadi pengrajin caping sejak masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat tepian Sungai Kapuas.

“Awalnya, mengambil upah dengan ikut orang, dan terus sampai sekarang,” ceritanya.

Namun kini, jumlah pengrajin caping di kawasan tersebut semakin sedikit. Dari yang dulunya cukup banyak, saat ini hanya tersisa belasan rumah yang masih aktif memproduksi caping secara rutin.

Dalam sehari, Jubaidah bersama suaminya paling banyak hanya mampu membuat lima caping. Faktor usia membuat gerakan tangan dan penglihatannya tak lagi secepat dulu. Meski begitu, caping tetap menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.

Biasanya, caping hasil produksi dijual ke pengepul di Pasar Kapuas Besar. Untuk caping polos dihargai sekitar Rp10 ribu per buah, sedangkan caping berwarna dijual sekitar Rp15 ribu.

Jubaidah biasanya menjual caping setelah terkumpul beberapa kodi. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi sekitar dua kodi atau 20 buah caping.

Untuk satu kodi caping, ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp35 ribu hanya untuk membeli daun mengkuang. Belum termasuk biaya rotan, tali rafia, dan kebutuhan lainnya.

Karena itu, bantuan dan perhatian dari Selvi Ananda disambut penuh syukur. Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak yang terus mempromosikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi budaya dan UMKM di Kota Pontianak.

Selain mengunjungi rumah Jubaidah, Selvi bersama rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pelaku UMKM, pengrajin turunan caping, hingga masyarakat di Rumah Budaya Kampung Caping.

Tak hanya itu, rombongan turut meninjau pelatihan Kurator Penggiat UMKM serta pelatihan Pengembangan Talenta Industri Kreatif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar yang digelar Dekranasda Pontianak bersama sejumlah mitra.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengungkapkan, Selvi menitipkan pesan khusus kepada para pengrajin dan pelaku UMKM Kalbar agar terus menjaga semangat berkarya.

“Pesan beliau, terus semangat, terus melakukan inovasi, dan kami dari Dekranasda Kota juga terus memberikan bimbingan untuk memajukan UMKM Kota Pontianak,” ujar Yanieta.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk terus berkembang di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha saat ini.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Pontianak.

Ia menilai, kehadiran rombongan Seruni Kabinet Merah Putih yang terdiri dari para pendamping menteri memiliki arti penting karena dapat membuka peluang perhatian lebih luas terhadap potensi daerah.

“Yang hadir ini kan ibu-ibu menteri, pasti dia akan cerita kepada suami-suaminya para menteri, dan tentu ada hal-hal yang dianggapnya bisa membantu dan bermanfaat untuk Kota Pontianak,” tutupnya. (*)