Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
edi rusdi kamtomo
Pontianak Tambah Titik Air Tawar Gratis, Warga Bisa Ambil hingga Malam
Pontianak Tambah Titik Air Tawar Gratis, Warga Bisa Ambil hingga Malam
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Perumda Tirta Khatulistiwa menambah titik pengambilan air tawar gratis bagi warga Kota Pontianak. Selain Booster Perumnas III di Pontianak Timur, warga kini dapat mengambil air di Booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan langkah ini dilakukan untuk membantu warga di tengah terganggunya kualitas air baku akibat musim kemarau dan intrusi air asin, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Edi juga meminta Perumda Tirta Khatulistiwa menyuplai air tawar ke titik-titik masyarakat yang membutuhkan. Namun, ia mengakui distribusi air melalui mobil tangki masih menghadapi kendala karena keterbatasan armada.

Untuk memperkuat distribusi, Pemkot Pontianak melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan mobil tangki berasal dari PMI, pemadam kebakaran, dan kepolisian, hingga kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon air.

Pemerintah berupaya agar ketersediaan air tawar tetap terjaga sehingga warga tidak lagi menggunakan air galon untuk keperluan mandi, cuci, kakus. Edi memahami dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebutuhan air, termasuk antrean pembelian air galon di sejumlah tempat.

“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” katanya.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan masyarakat dapat mengambil air menggunakan jeriken atau wadah masing-masing. Perumda telah menyiapkan keran-keran pengambilan air dan layanan tersebut sudah berjalan sejak Rabu lalu.

Abdullah memastikan layanan air bersih tersebut tidak dipungut biaya. Kualitas air yang disediakan dapat digunakan untuk konsumsi. Namun, masyarakat tetap diimbau memasak air terlebih dahulu sebelum diminum.

“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk kapasitas, Abdullah menjelaskan stok air di Perumnas III saat ini sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso. Sementara untuk Imam Bonjol, kapasitas akan menyesuaikan kondisi distribusi air baku dari Penepat.

“Stok kita di Perumnas III kurang lebih 500 kubik. Di Wonoyoso hampir sama, sekitar 500 kubik. Untuk Imam Bonjol kondisional,” jelasnya.

Ia memastikan penyediaan titik pengambilan air bersih gratis ini tidak mengganggu operasional rutin layanan perpipaan kepada pelanggan. Seluruh instalasi tetap dioperasikan maksimal, terutama ketika kadar air baku mulai menurun.

“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.

Abdullah menyebut saat ini kualitas air baku di Sungai Kapuas mulai menunjukkan penurunan kadar garam hingga di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi tersebut juga terjadi di Parit Mayor, sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.

Terkait penyaluran air bersih, Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari dinas, kecamatan, kelurahan, hingga unsur lain yang membantu distribusi kepada masyarakat.

“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dinas, kecamatan, maupun kelurahan,” ujarnya.

Perumda akan terus mengevaluasi stok air tawar dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika diperlukan, titik pengambilan air dapat ditambah menyesuaikan permintaan warga.

Selain layanan untuk masyarakat umum, Perumda Tirta Khatulistiwa juga memprioritaskan suplai air bersih untuk fasilitas kesehatan, di antaranya rumah sakit yang melayani pasien cuci darah.

“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (*)

Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Hari Pertama Sekolah di Pontianak, Para Ayah Luangkan Waktu Dampingi Anak Ikuti MPLS
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen spesial bagi anak, orang tua, dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran para orang tua, khususnya ayah, mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Salah satu yang merasakan momen tersebut adalah Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia tetap menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.

"Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan," ujarnya.

Indra mengatakan, putrinya sangat antusias menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan belajar yang baru.

"Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah," katanya.

Hal serupa dilakukan Efprizan, ayah dari Abi yang baru masuk kelas VII SMPN 1 Pontianak. Bersama istrinya, ia berbagi tugas mengantar anak-anak mereka yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.

"Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah," ujarnya.

Menurut Efprizan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting tumbuh kembang anak.

Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu cara membangun kedekatan sekaligus memberikan dukungan emosional.

"Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.

"Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan," tuturnya.

Menurut Edi, kehadiran orang tua memberi kesempatan untuk melihat langsung lingkungan belajar anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga suasana pendidikan yang akan dijalani.

"Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa," katanya.

Ia berharap keterlibatan orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah.

"Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, hal itu menjadi awal yang baik dalam membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.

"Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah," ungkapnya.

Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah, juga mengapresiasi antusiasme para orang tua yang menyambut baik ajakan tersebut. Sejak pagi, sekolah dipenuhi orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum bekerja.

"Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar," ucapnya.

Titi menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai aktivitas telah disiapkan, seperti pagi ceria, permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.

"MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat," tutupnya. (*)

PKK Jadi Mitra Strategis Pemkot Pontianak Percepat Kesejahteraan Keluarga
PKK Jadi Mitra Strategis Pemkot Pontianak Percepat Kesejahteraan Keluarga
Tuesday, 19/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat kesejahteraan keluarga di Kota Pontianak.

Menurutnya, PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi bagian penting dari pembangunan daerah karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga, dasawisma, dan posyandu.

“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).

Edi mengatakan, upaya memajukan Kota Pontianak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada organisasi perangkat daerah (OPD). Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif TP PKK yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia menilai, kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, kebahagiaan, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.

Menurut Edi, berbagai target pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga peningkatan daya saing masyarakat hanya bisa dicapai melalui kerja sama semua pihak.

Karena itu, ia meminta program kerja PKK dan perangkat daerah dapat berjalan selaras agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.

Edi juga menyinggung keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak yang dinilai belum ideal dibanding jumlah penduduk. Kondisi tersebut, katanya, membuat peran PKK semakin strategis dalam membantu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks. Oleh sebab itu, diperlukan langkah bersama yang terarah, berkelanjutan, dan saling terintegrasi.

Menurut Yanieta, program kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 difokuskan untuk memperkuat berbagai aspek pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, edukasi sanitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.

“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi bagi kader PKK maupun masyarakat. Menurutnya, kader PKK harus semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif dan edukatif di tengah perkembangan era digital.

Yanieta berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dengan program Pemerintah Kota Pontianak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia menambahkan, banyak program PKK yang sebenarnya dapat disinergikan dengan program OPD. Karena itu, dukungan perangkat daerah sangat dibutuhkan agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (*)

Wako Edi Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Lewat Syiar Sholawat 40
Wako Edi Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Lewat Syiar Sholawat 40
Friday, 15/05/2026

KALBARONLINE.com –Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan kegiatan Syiar Sholawat 40 sebagai momentum memperkuat silaturahmi, memperbanyak zikir, serta menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang digelar oleh Majelis Ta’lim dan Sholawat Ashabul Maimanah itu berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (15/5/2026) malam.

Dalam sambutannya, Edi mengatakan kegiatan keagamaan seperti Syiar Sholawat 40 memiliki peran penting dalam membangun suasana masyarakat yang damai, rukun, dan penuh keberkahan.

Menurutnya, sholawat tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Ini momentum mulia untuk silaturahmi, memperkaya zikir dan sholawat. Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami berterima kasih. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah untuk memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Edi berharap kegiatan Syiar Sholawat 40 dapat membawa energi positif dan suasana yang lebih damai bagi masyarakat Kota Pontianak.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga masyarakat Kota Pontianak senantiasa hidup rukun dan damai. Dengan sholawat, mudah-mudahan hati kita menjadi lebih tenang, persaudaraan semakin kuat, dan kota ini selalu mendapat keberkahan,” katanya.

Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak terus mendukung kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat kebersamaan dan membangun karakter masyarakat.

Ia menilai, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi pembangunan spiritual, sosial, dan moral masyarakat.

“Pontianak yang maju harus dibangun dengan masyarakat yang religius, damai, dan saling menjaga. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama,” pungkasnya. (*)

Edi-Bahasan Pimpin Gotong Royong Serentak, Warga Diajak Budayakan Lingkungan Bersih
Edi-Bahasan Pimpin Gotong Royong Serentak, Warga Diajak Budayakan Lingkungan Bersih
Sunday, 03/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus menggencarkan budaya gotong royong dengan menggelar aksi bersih-bersih lingkungan secara serentak di enam kecamatan, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap ruang publik.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin langsung aksi gotong royong di sepanjang Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan. Di lokasi tersebut, Edi tampak berbaur bersama warga menebas rumput dan membersihkan tanaman liar di pinggir jalan.

Menurut Edi, gotong royong harus menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan sesaat. Dengan budaya lingkungan bersih yang konsisten, kawasan permukiman, jalan, drainase, hingga ruang publik akan tetap tertata dan nyaman.

“Gotong royong ini kita lakukan untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki dan meningkatkan kualitas prasarana lingkungan supaya semakin baik. Ini juga momentum bagaimana kita membiasakan lingkungan kita bersih dan tertata,” ujarnya saat membuka aksi gotong royong serentak se-Kota Pontianak.

Ia menambahkan, Kota Pontianak terus berkembang, baik dari sisi jumlah penduduk maupun aktivitas masyarakat. Karena itu, di tengah keterbatasan lahan, kualitas lingkungan harus dijaga agar kota tetap layak huni dan nyaman bagi warga.

“Lahan kita sangat terbatas. Karena itu, kalau lahan yang terbatas ini kita jaga, kita tata baik kualitas maupun penataannya, termasuk penghijauan dan kebersihan, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” katanya.

Edi juga menjelaskan karakter geografis Pontianak yang memiliki tantangan tersendiri. Selain berada di garis khatulistiwa, sebagian wilayah kota ini merupakan tanah endapan dan lahan gambut yang rentan terhadap genangan saat hujan deras maupun air pasang.

“Tantangan kita adalah genangan. Saat air pasang, ada beberapa titik daratan yang masih berada di bawah permukaan air laut. Kalau hujan lebat dan air pasang tinggi, airnya lambat surut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memimpin gotong royong di Jalan Ya’M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Ia mengajak masyarakat terus melestarikan nilai gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.

“Gotong royong ini adalah warisan budaya leluhur yang harus kita lestarikan. Saya yakin semua suku bangsa di Indonesia memiliki nilai gotong royong yang sudah diwariskan sejak dahulu,” ujarnya.

Bahasan menilai kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual karena membawa manfaat bagi banyak orang.

“Jangan kita anggap kegiatan seperti ini tidak bernilai. Justru gotong royong ini memiliki nilai pahala yang besar karena kita menjaga kebersihan dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah memimpin aksi gotong royong di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, gotong royong juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat kita tinggal,” katanya.

Amirullah menambahkan, peran Ketua RT dan RW sangat penting sebagai ujung tombak dalam mengedukasi serta menggerakkan warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.

“RT dan RW menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi sekaligus menggerakkan warga untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (*)