Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 13 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen spesial bagi anak, orang tua, dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran para orang tua, khususnya ayah, mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
Salah satu yang merasakan momen tersebut adalah Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia tetap menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
"Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan," ujarnya.
Indra mengatakan, putrinya sangat antusias menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan belajar yang baru.
"Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah," katanya.
Hal serupa dilakukan Efprizan, ayah dari Abi yang baru masuk kelas VII SMPN 1 Pontianak. Bersama istrinya, ia berbagi tugas mengantar anak-anak mereka yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.
"Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah," ujarnya.
Menurut Efprizan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting tumbuh kembang anak.
Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu cara membangun kedekatan sekaligus memberikan dukungan emosional.
"Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.
"Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan," tuturnya.
Menurut Edi, kehadiran orang tua memberi kesempatan untuk melihat langsung lingkungan belajar anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga suasana pendidikan yang akan dijalani.
"Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa," katanya.
Ia berharap keterlibatan orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah.
"Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, hal itu menjadi awal yang baik dalam membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.
"Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah," ungkapnya.
Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah, juga mengapresiasi antusiasme para orang tua yang menyambut baik ajakan tersebut. Sejak pagi, sekolah dipenuhi orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum bekerja.
"Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar," ucapnya.
Titi menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai aktivitas telah disiapkan, seperti pagi ceria, permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.
"MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (13/7/2026) menjadi momen spesial bagi anak, orang tua, dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran para orang tua, khususnya ayah, mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
Salah satu yang merasakan momen tersebut adalah Indra, orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia tetap menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
"Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan," ujarnya.
Indra mengatakan, putrinya sangat antusias menyambut hari pertama sekolah. Sejak pagi, sang anak sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan belajar yang baru.
"Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah," katanya.
Hal serupa dilakukan Efprizan, ayah dari Abi yang baru masuk kelas VII SMPN 1 Pontianak. Bersama istrinya, ia berbagi tugas mengantar anak-anak mereka yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.
"Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah," ujarnya.
Menurut Efprizan, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap momen penting tumbuh kembang anak.
Ia mengaku tidak merasa terbebani karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu cara membangun kedekatan sekaligus memberikan dukungan emosional.
"Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian penting dari keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.
"Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan," tuturnya.
Menurut Edi, kehadiran orang tua memberi kesempatan untuk melihat langsung lingkungan belajar anak, mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga suasana pendidikan yang akan dijalani.
"Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa," katanya.
Ia berharap keterlibatan orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah.
"Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, hal itu menjadi awal yang baik dalam membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.
"Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah," ungkapnya.
Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah, juga mengapresiasi antusiasme para orang tua yang menyambut baik ajakan tersebut. Sejak pagi, sekolah dipenuhi orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan hadir sebelum bekerja.
"Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar," ucapnya.
Titi menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Berbagai aktivitas telah disiapkan, seperti pagi ceria, permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.
"MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini