Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 14 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Nyeri punggung bawah atau low back pain menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga mereka yang rutin melakukan aktivitas fisik berat.
Okupasi Terapis RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA), Esha Kuswo Pamungkas, menjelaskan bahwa nyeri punggung bawah dapat dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya postur tubuh yang kurang baik, terlalu lama duduk, kurang berolahraga, mengangkat beban dengan teknik yang salah, hingga cedera pada otot dan sendi di sekitar tulang belakang.
"Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah dapat membaik dengan penanganan tepat. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien," ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA, Selasa (14/7/2026).
Menurut Esha, masih banyak masyarakat yang memilih beristirahat total ketika mengalami nyeri punggung bawah. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat otot menjadi kaku dan memperlambat proses pemulihan.
Sebaliknya, aktivitas ringan yang disesuaikan dengan kemampuan serta latihan yang dianjurkan tenaga kesehatan dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
Selain terapi fisik, Esha juga menekankan pentingnya membiasakan postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, maupun mengangkat barang.
Ia menyarankan masyarakat rutin mengubah posisi saat bekerja, melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit, serta berolahraga secara teratur untuk mengurangi risiko mengalami low back pain.
"Latihan untuk memperkuat otot inti tubuh dan meningkatkan fleksibilitas juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah nyeri datang kembali," jelasnya.
Meski sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, menjalar hingga ke tungkai, disertai mati rasa atau kelemahan pada kaki, maupun gangguan buang air kecil atau buang air besar.
Menurut Esha, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
"Dengan mengenali penyebab, menerapkan penanganan yang tepat dan menjalankan pola hidup sehat, nyeri punggung bawah dapat dicegah maupun dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman dan produktif," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Nyeri punggung bawah atau low back pain menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga mereka yang rutin melakukan aktivitas fisik berat.
Okupasi Terapis RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA), Esha Kuswo Pamungkas, menjelaskan bahwa nyeri punggung bawah dapat dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya postur tubuh yang kurang baik, terlalu lama duduk, kurang berolahraga, mengangkat beban dengan teknik yang salah, hingga cedera pada otot dan sendi di sekitar tulang belakang.
"Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah dapat membaik dengan penanganan tepat. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien," ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA, Selasa (14/7/2026).
Menurut Esha, masih banyak masyarakat yang memilih beristirahat total ketika mengalami nyeri punggung bawah. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat otot menjadi kaku dan memperlambat proses pemulihan.
Sebaliknya, aktivitas ringan yang disesuaikan dengan kemampuan serta latihan yang dianjurkan tenaga kesehatan dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
Selain terapi fisik, Esha juga menekankan pentingnya membiasakan postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, maupun mengangkat barang.
Ia menyarankan masyarakat rutin mengubah posisi saat bekerja, melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit, serta berolahraga secara teratur untuk mengurangi risiko mengalami low back pain.
"Latihan untuk memperkuat otot inti tubuh dan meningkatkan fleksibilitas juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah nyeri datang kembali," jelasnya.
Meski sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, menjalar hingga ke tungkai, disertai mati rasa atau kelemahan pada kaki, maupun gangguan buang air kecil atau buang air besar.
Menurut Esha, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
"Dengan mengenali penyebab, menerapkan penanganan yang tepat dan menjalankan pola hidup sehat, nyeri punggung bawah dapat dicegah maupun dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman dan produktif," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini