Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
ketua dprd pontianak
Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Ketua DPRD Minta Sekolah Kembali Daring
Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Ketua DPRD Minta Sekolah Kembali Daring
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali pembelajaran secara daring jika kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Satarudin mengatakan fenomena karhutla hampir selalu terjadi setiap tahun. Meski begitu, ia menyebut kondisi di Kota Pontianak relatif aman karena hujan telah turun dalam beberapa waktu terakhir.

“Karhutla ini fenomena yang terjadi setiap tahun, pembakaran lahan. Tapi sudah kita imbau untuk tidak membakar lahan. Kalau Pontianak masih amanlah. Yang jelas sudah ada hujan, air tidak asin lagi, tapi kabut masih ada,” kata Satarudin.

Ia meminta Pemerintah Kota Pontianak mempertimbangkan kembali kebijakan pembelajaran di sekolah apabila kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi perhatian, terutama jika kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Saya harap Pemerintah Kota Pontianak melalui wali kota, kalau kualitas udara tidak layak untuk sekolah, diliburkan lagi sambil melihat informasi dari BMKG,” ujarnya.

Satarudin menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kabut asap berpotensi masih terjadi hingga September mendatang. Ia berharap hujan dan angin dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di Pontianak.

“Info-nya sampai bulan sembilan seperti ini. Mudah-mudahan ada hujan dan angin, asapnya akan lari,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara di Pontianak kembali membaik.

“Kita sama-sama mengetuk pintu langit supaya turun hujan,” pungkasnya. (Lid)

Ketua DPRD Pontianak Minta DLH dan Asosiasi Pasar Flamboyan Duduk Bersama Usai Sampah Viral
Ketua DPRD Pontianak Minta DLH dan Asosiasi Pasar Flamboyan Duduk Bersama Usai Sampah Viral
Tuesday, 21/07/2026

KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dan pengelola atau asosiasi Pasar Flamboyan segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang menyebabkan penumpukan sampah hingga viral di media sosial.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Flamboyan selama dua hari menjadi viral di media sosial.

Berdasarkan penjelasan DLH Kota Pontianak, penumpukan sampah tersebut bukan disebabkan keterlambatan armada pengangkut, melainkan karena layanan pengangkutan dihentikan sementara setelah pihak asosiasi pedagang dinilai wanprestasi atau tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian kerja sama.

Menurut Satarudin, persoalan tersebut tidak boleh kembali terulang karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekaligus mencoreng wajah Kota Pontianak.

"Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Terkait penumpukan sampah di Pasar Flamboyan, saya berharap antara asosiasi dan dinas terkait duduk bersama membicarakan masalah ini," kata Satarudin.

Ia menilai selama ini pengangkutan sampah di Pasar Flamboyan berjalan setiap hari sehingga kemungkinan terdapat persoalan komunikasi yang menyebabkan layanan sempat terhenti.

"Mungkin ada komunikasi yang tersumbat atau bagaimana, sehingga sampah kemarin sempat tidak terangkut. Tapi sekarang kan sudah diangkut," ujarnya.

Satarudin menegaskan DPRD Kota Pontianak juga akan ikut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memanggil DLH Kota Pontianak dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Pontianak untuk meminta penjelasan terkait penyebab penumpukan sampah tersebut.

"Nanti kami akan memanggil dinas terkait, pertama DLH dan Disperindag, untuk membicarakan masalah ini. Kenapa sampai ada sampah yang menumpuk dan viral baru diangkut," katanya.

Ia menilai persoalan tersebut menjadi perhatian publik karena selama ini pengelolaan sampah di Kota Pontianak dinilai cukup baik.

"Ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Biasanya sampah bersih, tiba-tiba terjadi penumpukan dan viral. Nanti kita akan cari informasi lebih detail agar ada solusi dan tidak terulang lagi," tutupnya. (Lid)

Ketua DPRD Dorong Pekan Raya Pontianak Jadi Event Tetap Hari Jadi Kota, UMKM Bisa Makin Hidup
Ketua DPRD Dorong Pekan Raya Pontianak Jadi Event Tetap Hari Jadi Kota, UMKM Bisa Makin Hidup
Friday, 01/05/2026

KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dijadikan agenda tetap dan disandingkan dengan perayaan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut bukan hanya punya nilai nostalgia, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM Pontianak.

“Saya ingat, dulu PRP ini pernah diadakan setiap tahun pada era 90-an. Lokasinya di Gedung Arena Remaja atau PCC sekarang. Tahun ini PRP kembali digelar dan ini tahun kedua. Tahun pertama di PCC, sekarang di Rumah Radakng,” ujar Satarudin.

Ia menilai, PRP memiliki potensi besar menjadi magnet wisata dan hiburan keluarga di Pontianak. Dalam event tersebut, masyarakat bisa berbelanja, menikmati kuliner, hingga menyaksikan berbagai hiburan. Jika pengunjung ramai selama pelaksanaan, maka pelaku usaha kecil dan UMKM akan ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi.

Karena itu, Satarudin berharap PRP tahun depan bisa dikemas lebih besar dan masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, PRP tidak cukup hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga perlu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, serta BUMD.

“Kalau sekarang saya lihat banyak stan pelaku usaha thrifting, pakaian, marketing perumahan, dan produk swasta. Mereka saja mau terlibat, seharusnya pemerintah, BUMN, dan BUMD juga bisa ikut,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran stan pemerintah dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Misalnya melalui layanan pembuatan KTP, pengurusan izin usaha, hingga konsultasi program daerah.

Diketahui, pada pelaksanaan tahun ini PRP belum mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Pontianak. Satarudin berharap tahun depan ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak ketiga agar event ini bisa dikemas lebih maksimal, kreatif, dan profesional.

“Kita bisa buat event ini sejajar dengan Pekan Raya Jakarta. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik. Namun ia setuju jika tahun depan pemerintah ikut berkontribusi agar event semakin meriah dan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi Pontianak.

Menurut Rizal, promosi PRP juga harus diperkuat. Informasi event sebaiknya sudah terlihat sejak masyarakat tiba di bandara, dipasang di papan reklame, dan diperluas ke berbagai kanal promosi agar warga Pontianak maupun luar daerah mengetahui agenda tersebut.

“Ketika ini ramai maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP Solihin mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya sukses digelar. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghidupkan kembali kejayaan PRP era 90-an sekaligus merangkul UMKM agar ekonomi lokal semakin bergerak.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak bisa ikut berkontribusi agar PRP menjadi event tahunan yang lebih besar dan lebih meriah.

“Mudah-mudahan tahun depan Pemkot Pontianak bisa turut bersumbangsih di kegiatan PRP ini. Dengan begitu, event ini bisa kita garap lebih maksimal dan meriah,” pungkasnya. (*)

Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Pontianak Digelar, 32 Tim Berebut Prestasi
Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Pontianak Digelar, 32 Tim Berebut Prestasi
Sunday, 18/01/2026


KALBARONLINE.com – Turnamen Mini Soccer memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Pontianak se-Kalimantan Barat resmi digelar, Minggu (18/1/2026) sore di Lapangan Grand Mini Soccer. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Askot PSSI Kota Pontianak, Lely Suheri.

Dalam sambutannya, Lely berharap turnamen mini soccer ini dapat menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda, khususnya talenta sepak bola dari Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.

“Saya berharap turnamen ini bisa menjadi wadah para atlet talenta muda Pontianak untuk semakin berkembang. Di laga ini juga menjadi ajang kami untuk melihat pemain muda berbakat,” ujar Lely.

Ia menjelaskan, antusiasme tim untuk mengikuti turnamen ini terbilang tinggi. Kuota 32 tim yang dibuka panitia selama tiga hari langsung terpenuhi. Bahkan, masih banyak tim lain yang sebenarnya ingin ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Lely juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia menekankan pentingnya saling menjaga dan menghindari tindakan yang dapat mencederai pemain lain.

“Turnamen ini menjadi ajang latih tanding sekaligus melatih mental pemain. Harapannya, ketika bertanding di ajang yang lebih besar, mereka sudah terbiasa dan memiliki mental juara,” pesannya.

Sementara itu, Panitia pertandingan, Syarif Abdurahman, menyampaikan bahwa total terdapat 32 tim yang ambil bagian dalam turnamen mini soccer tersebut. Pertandingan dimulai sejak hari ini dan laga final dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga menghadirkan konsep yang berbeda dengan mengombinasikan olahraga, UMKM, dan pertunjukan seni. Sebanyak 10 stan UMKM disediakan untuk memanjakan penonton dengan berbagai sajian kuliner.

“Ada 10 stan yang kami sediakan dan semuanya diisi pelaku UMKM. Penonton yang datang bisa menikmati berbagai sajian kuliner UMKM di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, pada malam final nanti juga akan digelar pertunjukan band lokal asal Pontianak yang seluruh personelnya merupakan anak-anak muda. Mereka dijadwalkan tampil sebelum laga final berlangsung.

“Saya berharap geliat event ini mampu membuat roda perekonomian berputar,” tutupnya. (Red)