Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dan pengelola atau asosiasi Pasar Flamboyan segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang menyebabkan penumpukan sampah hingga viral di media sosial.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Flamboyan selama dua hari menjadi viral di media sosial.
Berdasarkan penjelasan DLH Kota Pontianak, penumpukan sampah tersebut bukan disebabkan keterlambatan armada pengangkut, melainkan karena layanan pengangkutan dihentikan sementara setelah pihak asosiasi pedagang dinilai wanprestasi atau tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian kerja sama.
Menurut Satarudin, persoalan tersebut tidak boleh kembali terulang karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekaligus mencoreng wajah Kota Pontianak.
"Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Terkait penumpukan sampah di Pasar Flamboyan, saya berharap antara asosiasi dan dinas terkait duduk bersama membicarakan masalah ini," kata Satarudin.
Ia menilai selama ini pengangkutan sampah di Pasar Flamboyan berjalan setiap hari sehingga kemungkinan terdapat persoalan komunikasi yang menyebabkan layanan sempat terhenti.
"Mungkin ada komunikasi yang tersumbat atau bagaimana, sehingga sampah kemarin sempat tidak terangkut. Tapi sekarang kan sudah diangkut," ujarnya.
Satarudin menegaskan DPRD Kota Pontianak juga akan ikut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memanggil DLH Kota Pontianak dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Pontianak untuk meminta penjelasan terkait penyebab penumpukan sampah tersebut.
"Nanti kami akan memanggil dinas terkait, pertama DLH dan Disperindag, untuk membicarakan masalah ini. Kenapa sampai ada sampah yang menumpuk dan viral baru diangkut," katanya.
Ia menilai persoalan tersebut menjadi perhatian publik karena selama ini pengelolaan sampah di Kota Pontianak dinilai cukup baik.
"Ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Biasanya sampah bersih, tiba-tiba terjadi penumpukan dan viral. Nanti kita akan cari informasi lebih detail agar ada solusi dan tidak terulang lagi," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dan pengelola atau asosiasi Pasar Flamboyan segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang menyebabkan penumpukan sampah hingga viral di media sosial.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Flamboyan selama dua hari menjadi viral di media sosial.
Berdasarkan penjelasan DLH Kota Pontianak, penumpukan sampah tersebut bukan disebabkan keterlambatan armada pengangkut, melainkan karena layanan pengangkutan dihentikan sementara setelah pihak asosiasi pedagang dinilai wanprestasi atau tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian kerja sama.
Menurut Satarudin, persoalan tersebut tidak boleh kembali terulang karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekaligus mencoreng wajah Kota Pontianak.
"Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Terkait penumpukan sampah di Pasar Flamboyan, saya berharap antara asosiasi dan dinas terkait duduk bersama membicarakan masalah ini," kata Satarudin.
Ia menilai selama ini pengangkutan sampah di Pasar Flamboyan berjalan setiap hari sehingga kemungkinan terdapat persoalan komunikasi yang menyebabkan layanan sempat terhenti.
"Mungkin ada komunikasi yang tersumbat atau bagaimana, sehingga sampah kemarin sempat tidak terangkut. Tapi sekarang kan sudah diangkut," ujarnya.
Satarudin menegaskan DPRD Kota Pontianak juga akan ikut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memanggil DLH Kota Pontianak dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Pontianak untuk meminta penjelasan terkait penyebab penumpukan sampah tersebut.
"Nanti kami akan memanggil dinas terkait, pertama DLH dan Disperindag, untuk membicarakan masalah ini. Kenapa sampai ada sampah yang menumpuk dan viral baru diangkut," katanya.
Ia menilai persoalan tersebut menjadi perhatian publik karena selama ini pengelolaan sampah di Kota Pontianak dinilai cukup baik.
"Ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Biasanya sampah bersih, tiba-tiba terjadi penumpukan dan viral. Nanti kita akan cari informasi lebih detail agar ada solusi dan tidak terulang lagi," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini