Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 07 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang akibat kemarau panjang mendapat perhatian serius dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Bupati meminta Perumdam Tirta Pawan Ketapang tidak hanya menunggu, tetapi ikut turun langsung membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Alexander Wilyo menegaskan, penanganan dampak kemarau panjang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurutnya, BPBD harus tetap fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini tidak bisa ditimpakan seluruhnya ke BPBD. BPBD ini biarkanlah mereka fokus kepada penanggulangan pemadaman,” kata Alexander saat rapat daring bersama jajaran pemerintah daerah se-Kabupaten Ketapang, Jumat (4/9/2026).
Ia secara khusus meminta Perumdam Tirta Pawan mengambil peran dalam pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.
“PDAM wajib turun bantu masyarakat, turut serta membantu, karena PDAM adalah spesialisnya air,” tegasnya.
Alexander meminta Asisten II membahas teknis keterlibatan Perumdam dalam penanganan krisis air bersih. Distribusi air juga diminta dilakukan secara terarah dengan membagi wilayah pelayanan berdasarkan kecamatan terdampak.
“Misalnya di area Ketapang ini nanti bisa dibagi, seperti Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, sampai ke Kendawangan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Camat Diminta Tak Menunggu Bantuan
Selain meminta Perumdam bergerak, Alexander juga menginstruksikan para camat di wilayah pedalaman agar mengambil langkah cepat ketika masyarakat mengalami krisis air bersih.
Camat diminta tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten.
“Kalau terjadi krisis air di wilayah pedalaman, saya minta juga camat untuk segera mengambil langkah. Tidak harus menunggu air bersih dari Ketapang,” katanya.
Menurut Alexander, camat dapat mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing. Pemerintah kecamatan juga diperbolehkan menggandeng perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.
“Kerahkan seluruh kekuatan di sana. Bisa minta bantu dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan dampak kemarau panjang.
“OPD boleh bekerja sama dengan pihak lain dan pihak swasta maupun perusahaan yang peduli terhadap masyarakat kita. Ini juga harus dilanjutkan oleh seluruh jajaran,” tegasnya.
Sekda Diminta Pantau Keterlibatan OPD
Alexander juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang memantau keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani dampak kemarau panjang dan karhutla.
Ia ingin seluruh OPD mengambil bagian dan tidak hanya mengandalkan instansi tertentu dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Saya minta juga ke Sekda untuk monitor seluruh OPD, sudah sejauh apa pergerakan mereka dalam penanganan gotong royong dampak dari kemarau panjang dan karhutla ini,” kata Alexander.
“Mana-mana OPD yang sudah melaksanakan atau mana yang belum, saya ingin semuanya terlibat,” sambungnya.
Alexander menegaskan, keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi dampak kemarau panjang.
Menurutnya, penanganan krisis air bersih dan karhutla membutuhkan kerja bersama agar bantuan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang akibat kemarau panjang mendapat perhatian serius dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Bupati meminta Perumdam Tirta Pawan Ketapang tidak hanya menunggu, tetapi ikut turun langsung membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Alexander Wilyo menegaskan, penanganan dampak kemarau panjang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurutnya, BPBD harus tetap fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini tidak bisa ditimpakan seluruhnya ke BPBD. BPBD ini biarkanlah mereka fokus kepada penanggulangan pemadaman,” kata Alexander saat rapat daring bersama jajaran pemerintah daerah se-Kabupaten Ketapang, Jumat (4/9/2026).
Ia secara khusus meminta Perumdam Tirta Pawan mengambil peran dalam pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.
“PDAM wajib turun bantu masyarakat, turut serta membantu, karena PDAM adalah spesialisnya air,” tegasnya.
Alexander meminta Asisten II membahas teknis keterlibatan Perumdam dalam penanganan krisis air bersih. Distribusi air juga diminta dilakukan secara terarah dengan membagi wilayah pelayanan berdasarkan kecamatan terdampak.
“Misalnya di area Ketapang ini nanti bisa dibagi, seperti Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, sampai ke Kendawangan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Camat Diminta Tak Menunggu Bantuan
Selain meminta Perumdam bergerak, Alexander juga menginstruksikan para camat di wilayah pedalaman agar mengambil langkah cepat ketika masyarakat mengalami krisis air bersih.
Camat diminta tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten.
“Kalau terjadi krisis air di wilayah pedalaman, saya minta juga camat untuk segera mengambil langkah. Tidak harus menunggu air bersih dari Ketapang,” katanya.
Menurut Alexander, camat dapat mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing. Pemerintah kecamatan juga diperbolehkan menggandeng perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.
“Kerahkan seluruh kekuatan di sana. Bisa minta bantu dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan dampak kemarau panjang.
“OPD boleh bekerja sama dengan pihak lain dan pihak swasta maupun perusahaan yang peduli terhadap masyarakat kita. Ini juga harus dilanjutkan oleh seluruh jajaran,” tegasnya.
Sekda Diminta Pantau Keterlibatan OPD
Alexander juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang memantau keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani dampak kemarau panjang dan karhutla.
Ia ingin seluruh OPD mengambil bagian dan tidak hanya mengandalkan instansi tertentu dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Saya minta juga ke Sekda untuk monitor seluruh OPD, sudah sejauh apa pergerakan mereka dalam penanganan gotong royong dampak dari kemarau panjang dan karhutla ini,” kata Alexander.
“Mana-mana OPD yang sudah melaksanakan atau mana yang belum, saya ingin semuanya terlibat,” sambungnya.
Alexander menegaskan, keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi dampak kemarau panjang.
Menurutnya, penanganan krisis air bersih dan karhutla membutuhkan kerja bersama agar bantuan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini