Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih menyusul prakiraan musim kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang tahun ini. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Juli hingga September diperkirakan menjadi puncak musim kemarau dengan curah hujan yang rendah.
Edi mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku bagi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air di rumah apabila memungkinkan.
"Beberapa hari terakhir curah hujan sudah sangat rendah. Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih. Bagi yang memiliki bak penampungan air, sebaiknya dimanfaatkan sebagai cadangan untuk menghadapi musim kemarau," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Edi, apabila musim kemarau berlangsung lebih dari tiga minggu tanpa hujan, debit Sungai Kapuas berpotensi menurun. Kondisi tersebut dapat memicu intrusi air laut saat pasang sehingga kadar garam di Sungai Kapuas meningkat.
Padahal, Sungai Kapuas merupakan sumber utama air baku bagi PDAM Tirta Khatulistiwa dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Pontianak.
Ia menjelaskan, apabila kadar garam melampaui ambang batas, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan dapat terganggu. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah akan mengoperasikan intake Penepat sebagai sumber air baku cadangan.
"Air dari Penepat akan dicampurkan dengan air Sungai Kapuas agar kadar garamnya tidak terlalu tinggi. Langkah ini memang disiapkan khusus apabila terjadi kemarau panjang," jelasnya.
Edi mengungkapkan, potensi kemarau tahun ini diperkirakan lebih berat dibanding beberapa tahun terakhir. Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama sehingga meningkatkan risiko intrusi air laut.
Ia menambahkan, penyediaan air baku merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I. Saat ini telah tersedia intake Penepat di lahan milik PDAM seluas sekitar sembilan hektare sebagai cadangan air tawar ketika intrusi air laut terjadi.
Namun, pemanfaatan intake tersebut membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Air harus dipompa menggunakan lima unit pompa sejauh kurang lebih 21 kilometer menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Imam Bonjol, dengan kapasitas sekitar 500 liter per detik.
"Produksi air bersih kita mencapai sekitar 1.250 liter per detik untuk melayani sekitar 90,6 persen masyarakat Kota Pontianak. Karena itu, kami terus meminta perhatian pemerintah pusat agar kebutuhan air baku Kota Pontianak dapat dipenuhi," katanya.
Selain mengantisipasi gangguan pasokan air bersih, Pemerintah Kota Pontianak juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu udara meningkat serta menggunakan masker apabila terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Masyarakat yang memiliki riwayat ISPA maupun asma harus lebih berhati-hati. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila kualitas udara memburuk," pesannya.
Menghadapi musim kemarau, Pemkot Pontianak juga telah membentuk tim dan menyiapkan berbagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan rawan seperti Pontianak Utara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.
"Mudah-mudahan musim kemarau tahun ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga pelayanan air bersih tetap berjalan optimal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala berarti," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih menyusul prakiraan musim kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang tahun ini. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Juli hingga September diperkirakan menjadi puncak musim kemarau dengan curah hujan yang rendah.
Edi mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku bagi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air di rumah apabila memungkinkan.
"Beberapa hari terakhir curah hujan sudah sangat rendah. Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih. Bagi yang memiliki bak penampungan air, sebaiknya dimanfaatkan sebagai cadangan untuk menghadapi musim kemarau," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Edi, apabila musim kemarau berlangsung lebih dari tiga minggu tanpa hujan, debit Sungai Kapuas berpotensi menurun. Kondisi tersebut dapat memicu intrusi air laut saat pasang sehingga kadar garam di Sungai Kapuas meningkat.
Padahal, Sungai Kapuas merupakan sumber utama air baku bagi PDAM Tirta Khatulistiwa dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Pontianak.
Ia menjelaskan, apabila kadar garam melampaui ambang batas, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan dapat terganggu. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah akan mengoperasikan intake Penepat sebagai sumber air baku cadangan.
"Air dari Penepat akan dicampurkan dengan air Sungai Kapuas agar kadar garamnya tidak terlalu tinggi. Langkah ini memang disiapkan khusus apabila terjadi kemarau panjang," jelasnya.
Edi mengungkapkan, potensi kemarau tahun ini diperkirakan lebih berat dibanding beberapa tahun terakhir. Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama sehingga meningkatkan risiko intrusi air laut.
Ia menambahkan, penyediaan air baku merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I. Saat ini telah tersedia intake Penepat di lahan milik PDAM seluas sekitar sembilan hektare sebagai cadangan air tawar ketika intrusi air laut terjadi.
Namun, pemanfaatan intake tersebut membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Air harus dipompa menggunakan lima unit pompa sejauh kurang lebih 21 kilometer menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Imam Bonjol, dengan kapasitas sekitar 500 liter per detik.
"Produksi air bersih kita mencapai sekitar 1.250 liter per detik untuk melayani sekitar 90,6 persen masyarakat Kota Pontianak. Karena itu, kami terus meminta perhatian pemerintah pusat agar kebutuhan air baku Kota Pontianak dapat dipenuhi," katanya.
Selain mengantisipasi gangguan pasokan air bersih, Pemerintah Kota Pontianak juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu udara meningkat serta menggunakan masker apabila terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Masyarakat yang memiliki riwayat ISPA maupun asma harus lebih berhati-hati. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila kualitas udara memburuk," pesannya.
Menghadapi musim kemarau, Pemkot Pontianak juga telah membentuk tim dan menyiapkan berbagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan rawan seperti Pontianak Utara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.
"Mudah-mudahan musim kemarau tahun ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga pelayanan air bersih tetap berjalan optimal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala berarti," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini