Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa menjadi agenda tahunan sebagai upaya mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama saat musim panen buah.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Flona Bumi Khatulistiwa yang digelar di halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, pada 15–20 Juli 2026.
Menurut Edi, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor flora, mulai dari tanaman hias, tanaman produktif, hingga aneka buah lokal seperti rambutan, manggis, langsat, dan durian. Potensi tersebut perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran agar semakin dikenal luas.
"Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai pameran semacam ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, pehobi, UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif.
Selain menampilkan aneka buah lokal, kegiatan tersebut juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas, bazar, hingga kontes durian yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Edi menambahkan, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki peran strategis dalam mempromosikan kekayaan hayati daerah. Menurutnya, potensi tanaman hias maupun tanaman produktif masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan.
Meski lahan di kawasan perkotaan semakin terbatas, ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong yang belum produktif untuk penghijauan maupun budidaya tanaman.
"Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan," ucapnya.
Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan pohon dan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak. Ia mengaku memiliki hobi menanam pohon dan menilai penghijauan menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Pontianak tetap asri dan nyaman.
"Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Apabila penebangan harus dilakukan karena kebutuhan pembangunan atau akses jalan, maka wajib disertai penanaman kembali pohon pengganti.
"Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti," tegasnya.
Edi berharap Pameran Flona Pontianak dapat terus digelar secara rutin setiap tahun. Bahkan, jika antusiasme masyarakat terus meningkat, kegiatan tersebut dinilai layak dilaksanakan lebih dari sekali dalam setahun.
"Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali," ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai flora dan fauna serta memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian kekayaan hayati tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa menjadi agenda tahunan sebagai upaya mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama saat musim panen buah.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Flona Bumi Khatulistiwa yang digelar di halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, pada 15–20 Juli 2026.
Menurut Edi, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor flora, mulai dari tanaman hias, tanaman produktif, hingga aneka buah lokal seperti rambutan, manggis, langsat, dan durian. Potensi tersebut perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran agar semakin dikenal luas.
"Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai pameran semacam ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, pehobi, UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif.
Selain menampilkan aneka buah lokal, kegiatan tersebut juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas, bazar, hingga kontes durian yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Edi menambahkan, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki peran strategis dalam mempromosikan kekayaan hayati daerah. Menurutnya, potensi tanaman hias maupun tanaman produktif masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan.
Meski lahan di kawasan perkotaan semakin terbatas, ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong yang belum produktif untuk penghijauan maupun budidaya tanaman.
"Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan," ucapnya.
Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan pohon dan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak. Ia mengaku memiliki hobi menanam pohon dan menilai penghijauan menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Pontianak tetap asri dan nyaman.
"Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Apabila penebangan harus dilakukan karena kebutuhan pembangunan atau akses jalan, maka wajib disertai penanaman kembali pohon pengganti.
"Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti," tegasnya.
Edi berharap Pameran Flona Pontianak dapat terus digelar secara rutin setiap tahun. Bahkan, jika antusiasme masyarakat terus meningkat, kegiatan tersebut dinilai layak dilaksanakan lebih dari sekali dalam setahun.
"Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali," ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai flora dan fauna serta memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian kekayaan hayati tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini